#Tradingan – #Grafik #harga #saham #RTX Corporation (RTX) hari ini untuk membantu #analisa #pasar sebelum memulai #investasi dan #trading saham RTX Corporation #RTX. RTX Corporation (sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies) adalah salah satu perusahaan aerospace dan pertahanan terbesar di dunia. #Perusahaan ini terbentuk melalui penggabungan dua #raksasa #industri, Raytheon Company dan United Technologies Corporation (UTC), pada tahun 2020. Berikut adalah sejarah lengkap RTX, mulai dari pendirian hingga perkembangannya saat ini.
Baca juga: Harga Saham AT&T (T) Hari Ini
Chart Grafik Harga Saham RTX Corporation (RTX) Terkini
Bursa Investasi Saham RTX Corporation (RTX) Terpercaya
1. Asal Usul Raytheon Company (1922–2020)

Pendirian dan Awal Mula (1922–1945)
- 1922: Didirikan sebagai American Appliance Company di Cambridge, Massachusetts, oleh tiga insinyur: Laurence K. Marshall, Vannevar Bush, dan Charles G. Smith.
- 1925: Berganti nama menjadi Raytheon Manufacturing Company setelah mengembangkan tabung rectifier (penyearah arus) untuk radio.
- 1930-an: Memproduksi tabung elektronik untuk perangkat komunikasi dan radar.
- Perang Dunia II (1939–1945): Raytheon menjadi pemasok utama tabung magnetron untuk radar militer dan mengembangkan peluru kendali (missile) pertama, yaitu “Proximity Fuze”.
Ekspansi ke Bidang Pertahanan dan Dirgantara (1945–1990)
- 1948: Mengembangkan rudal “Sparrow”, salah satu rudal udara-ke-udara pertama.
- 1950-an & 1960-an: Memproduksi sistem rudal seperti “Sidewinder” dan “Patriot”.
- 1960-an–1980-an: Berkembang menjadi kontraktor pertahanan utama dengan proyek seperti:
- Sistem pertahanan rudal Patriot.
- Teknologi radar dan sensor canggih.
- 1990-an: Mengakuisisi beberapa perusahaan, termasuk Beech Aircraft (1994) dan divisi pertahanan Texas Instruments (1997).
Perkembangan Abad ke-21 (2000–2020)
- 2007: Mengakuisisi Raytheon Aircraft Company (dijual ke Textron dan menjadi Textron Aviation).
- 2019: Mengumumkan rencana penggabungan dengan United Technologies Corporation (UTC) senilai $74 miliar.
2. Sejarah United Technologies Corporation (UTC) (1929–2020)
Awal Mula sebagai Perusahaan Dirgantara (1929–1970)
- 1929: Didirikan sebagai United Aircraft and Transport Corporation, hasil merger beberapa perusahaan penerbangan.
- 1934: Dipisahkan karena undang-undang antitrust, menjadi United Aircraft Corporation.
- 1950–1970: Mengembangkan mesin pesawat seperti Pratt & Whitney, serta produk otomotif dan HVAC melalui Carrier.
Diversifikasi dan Ekspansi (1970–2010)
- 1975: Berganti nama menjadi United Technologies Corporation (UTC).
- Akuisisi penting:
- Otis Elevator (1976).
- Carrier Corporation (1979).
- Sikorsky Aircraft (pembuat helikopter, 1929, menjadi bagian UTC).
- 2000-an: Fokus pada teknologi hijau dan efisiensi energi.
Restrukturisasi Menuju Penggabungan (2010–2020)
- 2018: UTC mengumumkan pemisahan Otis dan Carrier sebagai perusahaan independen.
- 2019: UTC setuju bergabung dengan Raytheon, membentuk Raytheon Technologies.
3. Pembentukan RTX Corporation (2020–Sekarang)
Penggabungan Raytheon dan UTC (2020)
- 3 April 2020: Penggabungan resmi selesai, membentuk Raytheon Technologies Corporation.
- Struktur Bisnis:
- Collins Aerospace (dari UTC) – Sistem dirgantara.
- Pratt & Whitney (dari UTC) – Mesin pesawat.
- Raytheon Intelligence & Space – Teknologi pertahanan cyber dan satelit.
- Raytheon Missiles & Defense – Sistem rudal dan pertahanan.
Perubahan Nama Menjadi RTX (2023)
- Juli 2023: Perusahaan mengumumkan rebranding menjadi RTX Corporation untuk menyederhanakan identitas merek.
- NYSE: Kode saham tetap RTX.
Pencapaian dan Kontroversi
- Kontrak besar:
- Sistem rudal Patriot untuk Ukraina (2023).
- Mesin F-35 (Pratt & Whitney).
- Masalah:
- Kekurangan suku cadang pasca-COVID-19.
- Kecelakaan pesawat terkait mesin Pratt & Whitney.
4. Masa Depan RTX
- Fokus pada teknologi hypersonik, AI untuk pertahanan, dan energi berkelanjutan.
- Ekspansi di pasar Asia dan Timur Tengah.
- Investasi besar dalam riset aerospace dan keamanan siber.
RTX Corporation adalah hasil penggabungan dua perusahaan legendaris di industri aerospace dan pertahanan. Dengan warisan teknologi dari Raytheon dan UTC, RTX terus menjadi pemain utama di pasar global, baik dalam pertahanan maupun penerbangan sipil.
Portofolio Keuangan, Pondasi Bisnis, dan Persaingan RTX Corporation (RTX)
RTX Corporation (sebelumnya Raytheon Technologies) adalah salah satu perusahaan aerospace dan pertahanan terbesar di dunia, dengan portofolio keuangan yang kuat, pondasi bisnis yang beragam, dan persaingan ketat di industri global. Berikut analisis mendalam tentang aspek-aspek tersebut.
1. Portofolio Keuangan RTX (2020–2024)
A. Pendapatan & Profitabilitas
- Total Pendapatan (2023): $68,9 miliar (tumbuh 10% YoY).
- Laba Bersih (2023): $5,2 miliar.
- Margin Operasi: Sekitar 10-12% (tergantung segmen bisnis).
- Dividen: Dividen tahunan $2,36 per saham (yield ~2,5%).
Baca juga: Harga Saham Walt Disney (DIS) Hari Ini
B. Struktur Pendapatan per Segmen (2023)
| Segmen Bisnis | Pendapatan (2023) | Kontribusi (%) |
|---|---|---|
| Collins Aerospace | $21,5 miliar | 31% |
| Pratt & Whitney | $20,8 miliar | 30% |
| Raytheon Intelligence & Space | $14,2 miliar | 21% |
| Raytheon Missiles & Defense | $12,4 miliar | 18% |
C. Kinerja Saham & Kapitalisasi Pasar
- Kode Saham: NYSE: RTX
- Kapitalisasi Pasar (Agustus 2024): ~$140 miliar
- Harga Saham (5 Tahun):
- 2019: ~$80
- 2020 (Penggabungan): ~$60 (turun karena COVID-19)
- 2024: ~$100 (pemulihan pasca-pandemi)
D. Utang & Likuiditas
- Total Utang (2023): $34 miliar
- Rasio Utang terhadap Ekuitas: ~0,8x (stabil)
- Arus Kas Bebas (2023): $5,1 miliar
2. Pondasi Bisnis RTX
RTX memiliki empat pilar bisnis utama, masing-masing dengan keunggulan kompetitif:
A. Collins Aerospace
- Fokus: Sistem dirgantara, avionik, kursi pesawat, dan sistem kelistrikan.
- Klien Utama: Boeing, Airbus, maskapai penerbangan global.
- Keunggulan:
- Pemasok utama untuk pesawat komersial (A320neo, 787 Dreamliner).
- Teknologi “Connected Aircraft” (IoT untuk pesawat).
B. Pratt & Whitney
- Fokus: Mesin pesawat (militer & komersial).
- Produk Unggulan:
- PW1000G (Geared Turbofan) – Dipakai di A320neo.
- F135 Engine – Untuk jet tempur F-35 Lightning II.
- Masalah: Masalah kekurangan suku cadang (2023–2024).
C. Raytheon Intelligence & Space
- Fokus: Teknologi satelit, cyber intelligence, AI untuk pertahanan.
- Proyek Penting:
- Sistem Next-Gen Jammer (NGJ) untuk pesawat EA-18G Growler.
- Kontrak NASA & Pentagon untuk sensor canggih.
D. Raytheon Missiles & Defense
- Fokus: Sistem rudal, pertahanan udara, dan artileri.
- Produk Unggulan:
- Patriot Missile System (digunakan Ukraina vs Rusia).
- SM-6 (rudal pertahanan udara kapal).
- Hypersonic Missiles (proyek bersama DARPA).
3. Persaingan Utama RTX di Pasar Global
RTX bersaing dengan beberapa raksasa aerospace & pertahanan:
A. Boeing
- Kekuatan: Pesawat komersial (737, 787), sistem pertahanan (F/A-18, P-8 Poseidon).
- Kelemahan: Masalah 737 MAX, penundaan produksi.
B. Lockheed Martin
- Kekuatan: Jet tempur (F-35, F-22), rudal (JASSM, THAAD).
- Persaingan Langsung: F-35 (Lockheed) vs F-15EX (dengan Raytheon).
C. Northrop Grumman
- Kekuatan: Drone (Global Hawk), sistem nuklir (B-21 Raider).
- Area Persaingan: Teknologi stealth dan hypersonic.
D. Airbus
- Kekuatan: Pesawat komersial (A320, A350), helikopter militer.
- Persaingan: A320neo (Airbus) vs 737 MAX (Boeing, dengan komponen RTX).
E. General Electric (GE Aerospace)
- Kekuatan: Mesin pesawat (GE9X, LEAP).
- Persaingan: GE vs Pratt & Whitney di pasar mesin pesawat.
4. Tantangan & Prospek Masa Depan RTX
A. Tantangan
- Masalah Rantai Pasok: Kekurangan suku cadang Pratt & Whitney.
- Regulasi Pertahanan: Ketergantungan pada kontrak pemerintah AS.
- Persaingan Hypersonik: AS vs China & Rusia dalam pengembangan rudal.
B. Prospek & Strategi
- Ekspansi di Pasar Asia: Kontrak dengan India, Jepang, Korea Selatan.
- Teknologi Autonomous & AI: Investasi besar di drone dan cyber defense.
- Energi Berkelanjutan: Pengembangan bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Kesimpulan
- Portofolio Keuangan: RTX memiliki pendapatan stabil (~$69 miliar) dengan margin sehat.
- Pondasi Bisnis: Kombinasi aerospace (Collins, Pratt) dan pertahanan (Raytheon) memberikan diversifikasi kuat.
- Persaingan: Bersaing ketat dengan Lockheed, Boeing, dan Northrop Grumman.
- Masa Depan: Fokus pada hypersonic missiles, AI, dan rantai pasok yang lebih tangguh.
RTX tetap menjadi salah satu perusahaan paling penting di industri aerospace & pertahanan global.
Tips Investasi & Trading Saham RTX Corporation (RTX)
Saham RTX Corporation (NYSE: RTX) menarik bagi investor dan trader karena posisinya sebagai pemain utama di industri aerospace & pertahanan. Berikut strategi investasi jangka panjang dan trading jangka pendek untuk saham RTX.
1. Analisis Fundamental: Kenapa Investasi di RTX?
✅ Kekuatan RTX untuk Investasi Jangka Panjang
🔹 Diversifikasi Bisnis:
- Kombinasi bisnis dirgantara sipil (Collins, Pratt & Whitney) dan pertahanan (Raytheon) mengurangi risiko ketergantungan pada satu sektor.
- Pendapatan stabil dari kontrak pemerintah AS (misalnya, sistem Patriot, mesin F-35).
🔹 Dividen Konsisten:
- Dividen yield ~2,5% (2024), dengan sejarah pembayaran yang stabil.
- Cocok untuk investor income-oriented.
🔹 Prospek Pertahanan Global:
- Konflik Ukraina-Rusia & ketegangan AS-China meningkatkan permintaan sistem pertahanan.
- Kontrak baru dari Pentagon & sekutu NATO.
🔹 Pemulihan Industri Penerbangan:
- Pasca-COVID, permintaan pesawat komersial (A320neo, 737 MAX) pulih → keuntungan untuk Pratt & Whitney & Collins Aerospace.
⚠️ Risiko Investasi di RTX
🔸 Ketergantungan pada Kontrak Pemerintah:
- Perubahan kebijakan pertahanan AS bisa memengaruhi pendapatan.
🔸 Masalah Rantai Pasok: - Kekurangan suku cadang Pratt & Whitney (masalah mesin F-35 & A320neo).
🔸 Utang Tinggi (~$34 miliar): - Beban bunga bisa memengaruhi laba jika suku bunga naik.
2. Strategi Trading Saham RTX (Jangka Pendek)
📈 Faktor yang Mempengaruhi Harga RTX dalam Trading
✅ Laporan Pendapatan (Earnings Report):
- Reaksi pasar terhadap miss/beat EPS (contoh: Q2 2024, RTX naik 5% setelah laba lebih tinggi dari perkiraan).
✅ Berita Kontrak Pertahanan: - Misal: Kontrak baru untuk rudal Patriot → bullish.
✅ Kondisi Industri Penerbangan: - Jika Boeing/Airbus dapat pesanan besar, saham RTX biasanya ikut naik (karena suplai komponen).
✅ Geopolitik: - Ketegangan militer (Taiwan, Timur Tengah) bisa mendorong kenaikan saham pertahanan.
📉 Teknik Trading RTX
A. Swing Trading (1 minggu–3 bulan)
- Buy di Support:
- RTX cenderung rebound di $90–$95 (support kuat 2024).
- Entry saat RSI < 40 (oversold).
- Sell di Resistance:
- Resistance utama di $105–$110 (uji breakout).
- Take profit jika ada bearish divergence di MACD.
B. Day Trading (Intraday)
- Gunakan Volume & Moving Averages:
- Buy jika harga di atas EMA 50 dengan volume tinggi.
- Sell cepat jika breakdown di bawah $98 (support intraday).
- Catalyst Harian:
- Pantau berita Fed (suku bunga) & laporan industri aerospace.
3. Prediksi Harga & Rekomendasi (2024–2025)
📊 Analis Wall Street untuk RTX (Agustus 2024)
| Analis | Rekomendasi | Target Harga |
|---|---|---|
| Morgan Stanley | Hold | $105 |
| Goldman Sachs | Buy | $120 |
| JP Morgan | Overweight | $115 |
🎯 Skenario Harga RTX
- Bull Case (2025): $120–$130 (jika rantai pasok membaik & kontrak pertahanan besar).
- Base Case (2024): $100–$110 (stabil dengan pertumbuhan ~5–7%).
- Bear Case: $85–$90 (resesi global atau masalah mesin Pratt & Whitney).
Baca juga: Harga Saham Merck & Co (MRK) Hari Ini
4. Kesimpulan: Beli, Tahan, atau Jual RTX?
| Profil Investor | Strategi | Kapan Entry? |
|---|---|---|
| Long-Term Investor | Beli & tahan | Akumulasi di bawah $95 |
| Dividend Investor | Beli untuk yield 2,5% | Setiap pullback |
| Swing Trader | Manfaatkan volatilitas | Buy di $95–$98, sell di $105+ |
| Day Trader | Manfaatkan berita & volume | Scalping dengan EMA 9/20 |
🔥 Final Tip:
- Jika Anda yakin industri aerospace & pertahanan tumbuh, RTX adalah pilihan bagus untuk portofolio jangka panjang.
- Untuk trading, pantau level support/resistance & berita Pentagon.
🚀 Disclaimer: Ini bukan saran finansial. Lakukan riset sendiri atau konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum investasi.**




[…] Baca juga: Harga Saham RTX Corporation (RTX) Hari Ini […]
[…] Baca juga: Harga Saham RTX Corporation (RTX) Hari Ini […]
[…] Utama: Raytheon Technologies (terutama melalui Collins Aerospace dan Pratt & Whitney) adalah pesaing langsung di hampir […]