#Tradingan – #Grafik #harga #saham #Walt Disney (DIS) hari ini untuk membantu #analisa #pasar sebelum memulai #investasi dan #trading saham Walt Disney #DIS. The Walt Disney Company (DIS) adalah salah satu #perusahaan #hiburan terbesar di dunia, dengan #bisnis yang mencakup #film, televisi, taman hiburan, merchandise, dan streaming. Berikut adalah sejarah lengkapnya dari awal berdiri hingga menjadi raksasa media global.
Baca juga: Harga Saham Merck & Co (MRK) Hari Ini
Chart Grafik Harga Saham Walt Disney (DIS) Terkini
Bursa Investasi Saham Walt Disney (DIS) Terpercaya
1. Pendirian dan Tahun-Tahun Awal (1920–1937)

1923: Disney Brothers Studio Didirikan
- Walt Disney dan saudaranya, Roy O. Disney, mendirikan Disney Brothers Studio di Hollywood, California.
- Film pertama mereka, “Alice’s Wonderland” (1926), adalah kombinasi live-action dan animasi.
1928: Kelahiran Mickey Mouse
- Walt Disney menciptakan Mickey Mouse, yang pertama muncul dalam film pendek “Steamboat Willie”—film animasi bersuara pertama.
- Mickey Mouse menjadi maskot ikonik Disney.
1937: Rilis Film Animasi Berdurasi Panjang Pertama
- Disney merilis “Snow White and the Seven Dwarfs”, film animasi berwarna pertama yang sukses besar secara komersial.
- Kesuksesan film ini mendanai ekspansi studio.
2. Era Emas Animasi (1937–1950-an)
- Disney merilis sejumlah film animasi klasik seperti:
- “Pinocchio” (1940)
- “Fantasia” (1940)
- “Dumbo” (1941)
- “Bambi” (1942)
- Selama Perang Dunia II, Disney memproduksi film propaganda untuk pemerintah AS.
3. Ekspansi ke Taman Hiburan dan Televisi (1950–1966)
1955: Disneyland Dibuka
- Walt Disney membuka Disneyland, taman hiburan pertama di Anaheim, California.
- Konsep taman bertema revolusioner menjadi dasar industri hiburan modern.
1950–1960-an: Masuk ke Televisi
- Acara TV “The Mickey Mouse Club” (1955) dan “Walt Disney’s Wonderful World of Color” memperluas pengaruh Disney.
1966: Walt Disney Meninggal
- Walt Disney meninggal karena kanker paru-paru, tetapi perusahaannya terus berkembang di bawah kepemimpinan Roy O. Disney.
4. Era Pasca-Walt Disney (1967–1980-an)
1971: Walt Disney World Dibuka
- Magic Kingdom di Orlando, Florida, dibuka, menjadi kompleks taman hiburan terbesar di dunia.
- Roy O. Disney meninggal tak lama setelah pembukaan.
1980-an: Krisis dan Kebangkitan
- Disney mengalami kesulitan finansial karena kurangnya inovasi.
- Michael Eisner menjadi CEO (1984) dan membawa Disney ke era baru dengan:
- Film sukses seperti “The Little Mermaid” (1989).
- Ekspansi ke jaringan TV (Disney Channel, ABC).
- Pembukaan Euro Disney (1992, kini Disneyland Paris).
5. Era Modern dan Akuisisi Besar (1990–Sekarang)
1995: Akuisisi Pixar (Kerja Sama Awal)
- Disney bekerja sama dengan Pixar, menghasilkan film seperti “Toy Story” (1995).
- Pada 2006, Disney mengakuisisi Pixar sepenuhnya.
2004: Pergantian Kepemimpinan
- Bob Iger menjadi CEO dan fokus pada akuisisi strategis:
- 2009: Akuisisi Marvel Entertainment (MCU menjadi mesin penghasil uang).
- 2012: Akuisisi Lucasfilm (Star Wars dan Indiana Jones).
- 2019: Akuisisi 21st Century Fox (memperkuat konten untuk Disney+).
2019: Peluncuran Disney+
- Disney meluncurkan layanan streaming Disney+, bersaing dengan Netflix.
- Konten dari Marvel, Star Wars, Pixar, dan film Disney klasik menjadi daya tarik utama.
2020: Pandemi dan Tantangan Baru
- Pandemi COVID-19 memukul bisnis taman hiburan dan film.
- Disney fokus pada streaming dan restrukturisasi bisnis.
6. Disney Hari Ini (2024)
- Bisnis Utama Disney:
- Media Networks (ABC, ESPN, Disney Channel).
- Parks & Resorts (Disneyland, Walt Disney World, Shanghai Disney).
- Studio Entertainment (Marvel, Pixar, Lucasfilm, Disney Animation).
- Direct-to-Consumer (Disney+, Hulu, ESPN+).
- CEO Saat Ini: Bob Iger (kembali memimpin sejak 2022).
- Nilai Pasar: Salah satu perusahaan media terbesar di dunia.
Warisan Walt Disney
- Disney telah mengubah industri hiburan dengan inovasi animasi, taman hiburan, dan strategi multimedia.
- Perusahaan terus berkembang dengan akuisisi dan adaptasi di era digital.
Disney bukan sekadar perusahaan—ia adalah simbol imajinasi, kreativitas, dan impian yang terus hidup.
“If you can dream it, you can do it.” – Walt Disney
Portofolio Keuangan, Pondasi Bisnis, dan Persaingan The Walt Disney Company (DIS)
The Walt Disney Company (NYSE: DIS) adalah salah satu konglomerat hiburan terbesar di dunia dengan pendapatan yang beragam dari berbagai lini bisnis. Berikut analisis portofolio keuangan, pondasi bisnis, dan persaingannya.
1. Struktur Bisnis & Pendapatan Disney (2023)
Disney memiliki empat segmen bisnis utama:
| Segmen Bisnis | Contoh Aset/Merek | Kontribusi Pendapatan (FY 2023) |
|---|---|---|
| Entertainment (Media & Konten) | Disney+, Hulu, ABC, Disney Channel, FX | ~$40 miliar (45%) |
| Parks, Experiences & Products | Disneyland, Walt Disney World, Cruise Line, Merchandise | ~$32 miliar (36%) |
| Sports (ESPN) | ESPN TV, ESPN+, Liga Olahraga | ~$16 miliar (18%) |
| Studio Entertainment | Marvel, Pixar, Lucasfilm, Disney Animation | ~$10 miliar (11%)* |
*Catatan: Beberapa pendapatan studio masuk ke segmen Entertainment karena distribusi digital.
Baca juga: Harga Saham American Express (AXP) Hari Ini
Pertumbuhan Pendapatan & Profitabilitas
- Total Revenue (2023): $88,9 miliar (+7% YoY).
- Net Income: $2,35 miliar (pemulihan pasca-pandemi).
- Free Cash Flow: $4,9 miliar (digunakan untuk pembayaran hutang & dividen).
2. Pondasi Keuangan Disney
A. Kekuatan Finansial
✅ Diversifikasi Pendapatan: Tidak bergantung pada satu segmen (hiburan, taman hiburan, olahraga, merchandise).
✅ Aset Kuat: Memiliki IP (Marvel, Star Wars, Frozen) dan taman hiburan bernilai miliaran dolar.
✅ Streaming Berkembang: Disney+ mencapai 157 juta subscriber (2024), meski belum profitabel.
B. Tantangan Finansial
⚠️ Hutang Tinggi: Total hutang ~$45 miliar (akibat akuisisi Fox & ekspansi Disney+).
⚠️ Profitabilitas Streaming: Disney+ masih rugi, tapi diproyeksikan profitabel pada 2024.
⚠️ Ketergantungan pada Parks: 36% pendapatan dari taman hiburan (rentan terhadap resesi & pandemi).
3. Persaingan Disney di Industri Hiburan
A. Kompetitor Utama Disney
| Perusahaan | Bidang Persaingan | Keunggulan vs. Disney |
|---|---|---|
| Netflix | Streaming (Disney+, Hulu) | Subscriber lebih banyak (260 juta) |
| Warner Bros. Discovery | Film (DC vs. Marvel), HBO Max | Katalog film klasik besar |
| Comcast (NBCUniversal) | Taman Hiburan (Universal Studios), Peacock | Taman hiburan lebih thrill-oriented |
| Amazon (MGM, Prime Video) | Streaming, Konten Eksklusif | Integrasi dengan e-commerce |
| Sony Pictures | Film (Spider-Man lisensi Marvel) | Memiliki warisan film besar |
B. Strategi Disney Menghadapi Persaingan
- Eksklusivitas Konten:
- Hanya di Disney+: Marvel, Star Wars, Pixar, film Disney klasik.
- Rilis teater eksklusif sebelum streaming.
- Paket Streaming Bundle:
- Disney+, Hulu, ESPN+ dengan harga lebih murah.
- Inovasi di Parks:
- Genie+ (sistem antrian digital), Star Wars: Galaxy’s Edge.
- Ekspansi Global:
- Disneyland Shanghai, konten lokal di Disney+ (contoh: Star India).
4. Proyeksi Masa Depan & Risiko
Peluang Disney
📈 Pertumbuhan Streaming: Disney+ targetkan 230 juta subscriber pada 2025.
📈 Pemulihan Parks: Kunjungan meningkat pasca-pandemi.
📈 Monetisasi IP: Lisensi karakter (permainan, merchandise).
Risiko yang Dihadapi
🔻 Perang Streaming: Netflix & Amazon berinvestasi besar-besaran di konten.
🔻 Perubahan Selera Konsumen: Animasi tradisional vs. tren baru.
🔻 Regulasi & Isu Sosial: Kontroversi politik (contoh: Florida’s “Don’t Say Gay” bill).
5. Kesimpulan: Apakah Disney Masih Kuat?
✅ Kekuatan: Portofolio IP terkuat di dunia, diversifikasi pendapatan, loyalitas penggemar.
⚠️ Tantangan: Hutang, profitabilitas streaming, persaingan ketat.
🔮 Proyeksi: Jika Disney+ bisa profitabel dan parks tetap stabil, DIS masih raja hiburan.
Analis merekomendasikan DIS sebagai “Hold” atau “Moderate Buy” dengan target harga $100-$120 (2024).
Grafik Penting Disney (2023-2024)
- Harga Saham: ~$90-$100 (fluktuasi akibat kinerja streaming).
- Dividen: Belum kembali (dihentikan selama pandemi, fokus pada pengurangan hutang).
- Valuasi: P/E Ratio ~35x (lebih tinggi dari rata-rasa S&P 500).
Tips Investasi & Trading Saham Walt Disney (DIS)
Saham Walt Disney (NYSE: DIS) adalah salah satu saham blue-chip di sektor hiburan dengan potensi jangka panjang, tetapi juga memiliki volatilitas yang bisa dimanfaatkan untuk trading. Berikut strategi investasi dan trading untuk DIS.
1. Analisis Fundamental: Apakah DIS Layak Dibeli?
✅ Kekuatan Disney sebagai Investasi Jangka Panjang
- Diversifikasi Bisnis: Pendapatan dari taman hiburan, streaming, film, dan merchandise.
- Kepemilikan IP (Intellectual Property) Kuat: Marvel, Star Wars, Pixar, Disney Animation.
- Pertumbuhan Disney+: Meski belum profitabel, subscriber terus bertambah (157 juta pada 2024).
- Pemulihan Parks & Experiences: Pendapatan dari Disneyland dan Walt Disney World kembali kuat pasca-pandemi.
⚠️ Risiko Fundamental
- Hutang Tinggi (~$45 miliar) dari akuisisi Fox dan ekspansi Disney+.
- Persaingan Streaming (Netflix, Amazon Prime, Warner Bros.).
- Ketergantungan pada ekonomi makro (resesi bisa pengaruhi pengeluaran di taman hiburan).
📌 Rekomendasi Investor Jangka Panjang:
- Buy & Hold jika percaya Disney bisa mempertahankan dominasi di industri hiburan.
- Target Harga 2025: $120-$150 (jika Disney+ profitabel dan hutang berkurang).
2. Analisis Teknikal untuk Trading DIS
🔍 Pola Harga DIS (2020-2024):
- All-Time High (ATH): $203 (2021, saat euphoria Disney+).
- Harga Terkini (2024): ~$90-$100 (tertekan sentimen suku bunga & rugi streaming).
- Support Utama: $85-$90 (harga pernah rebound di zona ini).
- Resistance: $110-$120 (jika breakout, bisa lanjut ke $130).
📈 Strategi Trading DIS:
| Strategi | Entry | Target | Stop Loss | Katalis |
|---|---|---|---|---|
| Buy di Support ($85-$90) | $88 | $105 | $80 | Laporan laba positif, Disney+ tumbuh |
| Breakout $110 | $112 | $130 | $100 | Akuisisi baru, profitabilitas Disney+ |
| Short di Resistance ($110-$120) | $115 | $95 | $125 | Rugi streaming membesar, resesi |
📌 Gunakan Indikator:
- RSI (Oversold <30 / Overbought >70)
- Moving Average (50 MA & 200 MA) → Golden Cross (bullish) / Death Cross (bearish)
3. Kapan Waktu Terbaik Beli DIS?
🟢 Saat Tepat Beli DIS:
- Setelah Koreksi Besar (contoh: jatuh di bawah $90).
- Laporan Kuartal Positif (contoh: Disney+ mengurangi kerugian).
- Pembukaan Taman Hiburan Baru (contoh: ekspansi internasional).
- Akuisisi Strategis (seperti pembelian Marvel/Star Wars dulu).
🔴 Saat Harap-Hati/Hindari DIS:
- Rugi Disney+ Melebar (bisa tekan harga saham).
- Resesi Ekonomi (orang kurangi liburan ke Disneyland).
- Perang Streaming Makin Ketat (Netflix/Amazon keluarkan konten besar).
4. Dividen & Buyback Disney
- Dividen: Saat ini dihentikan (sejak 2020), fokus pada pengurangan hutang.
- Buyback Saham: Mungkin kembali setelah Disney+ profitabel (2025+).
📌 Untuk Investor Dividen: Disney bukan pilihan sekarang, cari saham lain (Contoh: Coca-Cola, Procter & Gamble).
5. Prediksi Harga & Rekomendasi Analis
- 2024-2025:
- Bull Case: $120-$150 (jika Disney+ profitabel & ekonomi kuat).
- Base Case: $100-$120 (stabilisasi bisnis).
- Bear Case: $70-$85 (resesi, rugi streaming membesar).
- Rekomendasi Analis:
- Morgan Stanley: “Overweight” (target $120).
- Goldman Sachs: “Neutral” (target $105).
- JP Morgan: “Underweight” (jika ekonomi melambat).
6. Kesimpulan: Investasi atau Trading DIS?
| Kriteria | Investasi (Long-Term) | Trading (Short-Medium Term) |
|---|---|---|
| Horizon Waktu | 5-10 tahun | Beberapa minggu-bulan |
| Strategi | Beli pelan di support | Manfaatkan volatilitas |
| Risiko | Rendah (asalkan bisnis Disney tetap kuat) | Tinggi (tergantung sentimen pasar) |
📌 Pilihan Terbaik:
- Investor: Akumulasi di bawah $100, tahan hingga $150+.
- Trader: Manfaatkan range $85-$120 dengan buy di support & sell di resistance.
Baca juga: Harga Saham Blackstone (BX) Hari Ini
🚀 Langkah Selanjutnya?
- Pantau laporan kuartalan Disney (terutama profitabilitas Disney+).
- Amati gerakan harga di sekitar $90-$110.
- Jika suka trading, gunakan options (call/put) untuk leverage.
🎯 Disney tetap raksasa hiburan, tapi pilih strategi sesuai profil risiko Anda!
📌 Disclaimer:
Informasi ini bukan saran finansial. Investasi dan trading saham mengandung risiko kerugian. Lakukan riset mandiri, pertimbangkan profil risiko Anda, dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang dibuat berdasarkan artikel ini. 🚀




[…] Baca juga: Harga Saham Walt Disney (DIS) Hari Ini […]
[…] Baca juga: Harga Saham Walt Disney (DIS) Hari Ini […]