Tradingan – #Indeks #Harga #Saham #Gabungan (#IHSG) #kembali #menutup #perdagangan di #zona #merah #pada #Selasa, 28 April 2026. Koreksi ini memperpanjang pelemahan pasar saham domestik setelah sehari sebelumnya juga ditutup turun, menandakan tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI).
baca juga: Risk Management Saat Market Memberi Banyak Sinyal Palsu

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ditutup melemah 0,48% atau turun 34,12 poin ke level 7.072,39 pada akhir perdagangan Selasa (28/4/2026). Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 7.032,98 hingga 7.151,50, namun tekanan jual yang dominan membuat indeks gagal bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Aktivitas perdagangan saham di BEI terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 31,61 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,10 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 350 saham terkoreksi, 339 saham menguat, dan 129 saham bergerak stagnan. Data ini mencerminkan pasar masih bergerak fluktuatif dengan tekanan jual yang sedikit lebih dominan dibanding aksi beli.
Di tengah pelemahan IHSG, investor tetap mencermati sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik secara teknikal untuk perdagangan Rabu, 29 April 2026. Beberapa analis merekomendasikan tiga saham yang layak dipantau, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Baca Juga: Cara Menghindari “All-in Mentality” dalam Trading
Rekomendasi Saham Hari Ini 29 April 2026
1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terkoreksi 2,06% ke level Rp9.500 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026). Penurunan ini disertai munculnya tekanan jual, namun secara teknikal EMAS dinilai masih memiliki peluang menarik untuk dicermati.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi EMAS saat ini sedang berada pada bagian wave 2 dari wave (5), yang membuka peluang penguatan lanjutan setelah fase koreksi mereda.
Rekomendasi analis untuk saham EMAS adalah Buy on Weakness, dengan area support di Rp8.375 dan resistance di Rp10.325. Strategi ini cocok bagi investor yang ingin masuk secara bertahap saat harga melemah.
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Support: Rp8.375
- Resistance: Rp10.325
2. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) ditutup melemah 4,84% ke level Rp1.770 per saham pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Secara teknikal, DSNG menunjukkan pola bearish harami dengan indikator RSI melemah, stochastic dead cross, dan volume transaksi yang menurun.
Meski demikian, saham DSNG masih berpotensi menarik untuk strategi jangka pendek apabila mengalami koreksi lanjutan namun mampu bertahan di area 1.710–1.725. Area ini dinilai menjadi zona ideal untuk akumulasi beli.
Head of Online Trading BCA Sekuritas Achmad Yaki merekomendasikan saham DSNG dengan strategi Trading Buy.
- Rekomendasi: Trading Buy
- Support: Rp1.700
- Resistance: Rp1.860
3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) justru mampu ditutup menguat 1,88% ke level Rp3.790 per saham pada perdagangan Selasa (28/4/2026).
Secara teknikal, BBNI masih bergerak dalam fase konsolidasi dan sedang membentuk base di area support 3.650–3.720. Selama harga bertahan di zona tersebut, peluang technical rebound dinilai masih terbuka lebar.
BBNI memiliki resistance terdekat di kisaran 3.850–3.895, sehingga saham perbankan ini masih menarik untuk strategi trading jangka pendek.
- Rekomendasi: Trading Buy on Weakness
- Support: Rp3.650
- Resistance: Rp3.850
Strategi Investor di Tengah IHSG Melemah
Pelemahan IHSG yang berlanjut menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati di tengah sentimen global dan aksi profit taking pada sejumlah saham unggulan. Meski demikian, kondisi ini juga membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan momentum teknikal pada saham-saham yang sudah berada di area support kuat.
Saham seperti EMAS dan DSNG cocok dicermati untuk strategi buy on weakness saat koreksi, sementara BBNI menarik diperhatikan karena menunjukkan potensi rebound lebih cepat di tengah konsolidasi sektor perbankan.
Investor tetap disarankan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, memperhatikan level support-resistance, serta menghindari keputusan emosional di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.



