GBPJPY Terkoreksi Tipis di Puncak 16 Tahun, Pound Inggris Tertekan Isu Politik Inggris dan Fokus Pasar ke BoE-BoJ


Tradingan – #Pasangan #mata #uang #GBPJPY #memangkas #sebagian #penguatannya #pada #perdagangan #Senin #setelah #Pound Inggris melemah akibat meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris. Meski demikian, pelemahan pasangan ini masih tergolong terbatas karena Yen Jepang tetap berada dalam tekanan di tengah lemahnya fundamental domestik dan tingginya harga energi global.

Baca juga: Manajemen Modal Saat Terjebak Overconfidence Phase dalam Trading

GBPJPY Terkoreksi Tipis di Puncak 16 Tahun, Pound Inggris Tertekan Isu Politik Inggris dan Fokus Pasar ke BoE-BoJ

Pergerakan GBPJPY menjadi sorotan pelaku pasar setelah laporan politik Inggris menyebut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menghadapi pemungutan suara parlemen terkait kemungkinan penyelidikan atas dugaan menyesatkan anggota parlemen dalam pengangkatan Peter Mandelson. Sentimen ini langsung menekan Pound Inggris dan memicu aksi ambil untung jangka pendek pada GBPJPY.

Namun, tekanan pada pasangan ini tidak berkembang menjadi koreksi tajam. Yen Jepang masih kesulitan menguat secara konsisten karena Jepang tetap rentan terhadap lonjakan harga minyak, mengingat tingginya ketergantungan negara tersebut terhadap impor energi. Kondisi ini membuat mata uang Jepang tetap tertahan, bahkan ketika Pound sedang melemah.

Pada perdagangan terbaru, GBPJPY bergerak di kisaran 215,67 setelah sempat menyentuh 216,06, level tertinggi sejak Januari 2008. Meski turun tipis dari puncaknya, pasangan ini masih berada di dekat level tertinggi multi-tahun, mencerminkan bahwa tren naik jangka menengah masih sangat dominan.

Baca Juga: Kenapa Trader Tetap Rugi Walau Sudah Pakai Risk Management

Salah satu faktor utama yang menopang GBPJPY adalah perbedaan arah kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ). Selisih suku bunga yang masih lebar antara kedua bank sentral tersebut terus memberikan dukungan kuat bagi GBPJPY, menjaga bias pasar tetap condong bullish.

Pasar Menanti Keputusan BoE dan BoJ

Fokus utama investor kini tertuju pada dua agenda besar pekan ini, yakni keputusan kebijakan moneter dari BoE dan BoJ. Kedua bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, namun pelaku pasar akan mencermati nada pernyataan masing-masing bank untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya.

BoE diperkirakan tetap berhati-hati dalam menyikapi inflasi Inggris yang masih sensitif terhadap tekanan harga energi. Di sisi lain, BoJ juga diprediksi belum akan terburu-buru mempercepat normalisasi kebijakan moneternya meski inflasi Jepang mulai menunjukkan perubahan struktural.

Jika BoJ kembali mempertahankan pendekatan dovish, maka Yen berpotensi tetap berada dalam posisi defensif. Meski begitu, pasar tetap mewaspadai potensi intervensi dari otoritas Jepang, terutama jika USDJPY kembali mendekati atau menembus level psikologis 160.

Risiko intervensi tersebut memang dapat membatasi pelemahan Yen lebih lanjut, namun selama BoJ belum menunjukkan perubahan sikap yang lebih agresif, tekanan terhadap mata uang Jepang kemungkinan masih akan bertahan.

Analisis Teknikal GBPJPY: Bullish, Tapi Momentum Mulai Mendingin

Secara teknikal, struktur GBPJPY masih menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek. Pada grafik harian, pasangan ini tetap bertahan nyaman di atas Simple Moving Average (SMA) 21-hari di area 213,60 dan SMA 50-hari di 212,24.

Posisi harga yang masih kokoh di atas dua moving average utama tersebut menandakan bahwa tren naik masih terjaga dengan baik. Selama GBPJPY bertahan di atas area support tersebut, struktur bullish yang lebih luas dinilai masih tetap utuh.

Indikator Relative Strength Index (RSI) masih bergerak di wilayah positif, berada di sekitar level 65. Ini menunjukkan bahwa momentum beli masih dominan, meskipun kekuatan dorongan naik mulai melambat dibandingkan sesi sebelumnya.

Sementara itu, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga masih berada di zona positif. Sinyal ini mengonfirmasi bahwa momentum bullish belum sepenuhnya hilang, walau mulai muncul tanda-tanda pendinginan setelah reli panjang yang membawa harga ke level tertinggi baru.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa GBPJPY kemungkinan sedang memasuki fase konsolidasi sehat sebelum menentukan arah berikutnya. Selama tidak ada penembusan tegas di bawah support utama, pelemahan jangka pendek masih cenderung dilihat sebagai koreksi teknikal, bukan sinyal pembalikan tren.

Level Penting GBPJPY yang Wajib Diperhatikan

Dalam jangka pendek, support awal GBPJPY berada di area 213,60 yang bertepatan dengan SMA 21-hari. Jika tekanan jual meningkat, support berikutnya berada di 212,24 pada SMA 50-hari.

Selama harga bertahan di atas dua area ini, bias bullish diperkirakan tetap dominan. Setiap penurunan menuju zona support berpotensi dimanfaatkan pelaku pasar sebagai peluang beli saat koreksi.

Di sisi atas, area 216,06 kini menjadi resistance terdekat sekaligus level tertinggi terbaru. Jika mampu ditembus secara meyakinkan, GBPJPY berpotensi melanjutkan reli menuju level psikologis berikutnya.

Baca Juga: Teknik Membaca Perubahan Karakter Market Secara Halus

Harga Yen Jepang Hari Ini

Pergerakan Yen Jepang pada perdagangan hari ini menunjukkan kinerja yang beragam terhadap mata uang utama dunia. Berdasarkan heat map pasar, Yen Jepang tercatat menjadi salah satu mata uang yang relatif kuat terhadap Franc Swiss, namun masih tertinggal terhadap beberapa mata uang komoditas dan mayor lainnya.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun Yen masih mendapatkan dukungan dari status safe haven, tekanan dari kebijakan moneter ultra-longgar BoJ dan beban impor energi masih membatasi potensi penguatannya secara lebih luas.

Secara keseluruhan, GBPJPY masih berada dalam tren bullish yang kuat, meski saat ini mengalami koreksi ringan akibat tekanan politik pada Pound Inggris. Selama BoJ tetap dovish dan GBPJPY bertahan di atas support teknikal utama, prospek kenaikan pasangan ini masih tetap terbuka.

One Reply to “GBPJPY Terkoreksi Tipis di Puncak 16 Tahun, Pound Inggris Tertekan Isu Politik Inggris dan Fokus Pasar ke BoE-BoJ”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.