RMKE Gandeng Pendopo Energi Batubara Kembangkan Logistik Tambang di Sumsel
Tradingan – #PT #RMK #Energy Tbk (RMKE) #menjalin #kerja #sama #strategis #dengan #PT #Pendopo #Energi #Batubara untuk mengembangkan infrastruktur pertambangan serta meningkatkan efisiensi logistik batubara di wilayah Sumatera Selatan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua perusahaan.

Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat rantai pasok batubara sekaligus meningkatkan kapasitas distribusi dari area tambang menuju pelabuhan. Dengan adanya dukungan infrastruktur yang terintegrasi, operasional pertambangan di wilayah tersebut diharapkan menjadi lebih efisien dan kompetitif.
Pembangunan Infrastruktur Logistik Tambang
Dalam kerja sama ini, RMKE akan membangun sejumlah infrastruktur logistik penting yang menghubungkan area tambang milik PT Pendopo Energi Batubara dengan jaringan logistik RMKE yang telah terintegrasi sebelumnya.
Infrastruktur yang akan dibangun meliputi:
- Jalan akses menuju area tambang
- Stasiun muat atau loading station
- Sistem konektivitas menuju jalur transportasi utama
Lokasi fasilitas tersebut direncanakan berada di wilayah strategis yang dekat dengan tambang PT Pendopo Energi Batubara di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Dengan adanya fasilitas ini, perusahaan tambang dapat mengangkut batubara secara lebih cepat dan efisien menuju jalur distribusi utama.
Baca juga: Strategy Berbasis Eliminasi Setup Buruk dalam Trading
Skema Kerja Sama Operasional
Dalam skema kerja sama tersebut, PT Pendopo Energi Batubara akan memanfaatkan infrastruktur yang dibangun RMKE untuk mendukung kegiatan operasional pertambangannya. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan menjual hasil produksi batubaranya kepada RMKE.
Selanjutnya, RMKE akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendukung pengangkutan batubara dari area tambang hingga ke pelabuhan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan terintegrasi.
Tidak hanya itu, selama fasilitas tersebut digunakan, PT Pendopo Energi Batubara juga akan memanfaatkan layanan pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman batubara. Pengiriman tersebut dapat dilakukan baik kepada RMKE sendiri maupun kepada pihak ketiga sebagai pembeli.
Strategi RMKE Perluas Layanan Logistik
Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperluas jaringan layanan logistik di Sumatera Selatan.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berpotensi meningkatkan volume pengangkutan batubara, tetapi juga memberikan solusi logistik yang lebih efisien bagi para mitra perusahaan.
Selain PT Pendopo Energi Batubara, RMKE juga memiliki beberapa klien baru yang akan terhubung langsung dengan fasilitas logistik milik perusahaan. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan layanan transportasi dan distribusi batubara yang efisien di kawasan tersebut.
Target Kinerja RMKE Tahun 2026
Seiring dengan bertambahnya mitra dan perluasan infrastruktur logistik, RMKE menargetkan peningkatan kinerja pada tahun 2026.
Perusahaan menargetkan:
- Volume jasa pengangkutan batubara: sekitar 12,7 juta ton
- Target penjualan batubara: sekitar 3,6 juta ton
Target tersebut akan didukung oleh opsi pembelian batubara dari area tambang yang terhubung dengan jaringan logistik RMKE.
Dengan strategi ekspansi logistik ini, RMKE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam sektor logistik dan distribusi batubara di Indonesia.
Prospek Bisnis Logistik Batubara di Sumatera Selatan
Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil batubara terbesar di Indonesia. Karena itu, kebutuhan infrastruktur logistik yang efisien menjadi faktor penting untuk mendukung kegiatan produksi dan distribusi.
Kerja sama antara RMKE dan PT Pendopo Energi Batubara dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi rantai pasok industri batubara di wilayah tersebut. Selain meningkatkan kapasitas distribusi, proyek ini juga berpotensi membuka peluang kerja sama baru dengan perusahaan tambang lainnya.
Baca Juga: Framework Trading Tanpa Target Profit Tetap
Jika proyek berjalan sesuai rencana, kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan logistik batubara nasional serta meningkatkan daya saing sektor pertambangan Indonesia di pasar global.



