Tradingan – #Badan #Pengawas #Perdagangan #Berjangka #Komoditi (Bappebti) #resmi #menerbitkan #aturan #baru #terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. Regulasi ini bertujuan untuk memperkuat kerangka hukum sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan kripto yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Strategy Berbasis Eliminasi Setup Buruk dalam Trading

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2024, yang merupakan perubahan ketiga atas regulasi sebelumnya mengenai penyelenggaraan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Dengan pembaruan ini, pemerintah berharap industri kripto dapat berkembang secara lebih sehat, transparan, dan aman bagi investor.
Fokus Regulasi Baru Perdagangan Kripto
Dalam aturan terbaru ini, terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus utama pemerintah. Di antaranya adalah peningkatan perlindungan konsumen, penguatan sistem pengawasan transaksi, serta pengaturan yang lebih jelas mengenai pendaftaran Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK).
Baca Juga: Framework Trading Tanpa Target Profit Tetap
Pemerintah menekankan bahwa bursa berjangka harus memiliki sistem pengawasan yang mampu memantau transaksi secara real-time. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap aktivitas perdagangan kripto berlangsung secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Bappebti menyampaikan bahwa dengan adanya akses langsung terhadap sistem tersebut, otoritas dapat memantau aktivitas pasar secara lebih efektif sehingga dapat mencegah potensi pelanggaran atau manipulasi pasar.
Bursa Kripto Wajib Evaluasi Aset Secara Berkala
Selain pengawasan transaksi, aturan baru ini juga mewajibkan bursa kripto untuk melakukan evaluasi berkala terhadap aset digital yang diperdagangkan di pasar fisik. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan setiap aset kripto yang tersedia di pasar memiliki kualitas dan tingkat keamanan yang memadai.
Melalui proses evaluasi ini, bursa dapat menilai apakah suatu aset kripto masih layak diperdagangkan atau perlu dikeluarkan dari daftar perdagangan. Kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus melindungi investor dari risiko yang tidak diinginkan.
Pengawasan Dana Nasabah Diperketat
Dalam regulasi terbaru ini, Bappebti juga memberikan tanggung jawab tambahan kepada Lembaga Kliring Berjangka untuk mengawasi dana pelanggan. Dana milik nasabah harus disimpan di rekening terpisah dan diawasi secara ketat.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dana nasabah serta memastikan proses penyelesaian transaksi perdagangan aset kripto berjalan dengan aman dan transparan.
Dengan sistem pengawasan yang lebih kuat, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan aset kripto di Indonesia akan semakin meningkat.
Upaya Menciptakan Ekosistem Kripto yang Aman
Pemerintah menilai regulasi baru ini sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem perdagangan kripto yang lebih sehat. Selain memberikan perlindungan bagi investor, aturan ini juga diharapkan mampu mendorong inovasi di sektor aset digital.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi kripto, penguatan regulasi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas industri serta meminimalkan potensi risiko di masa depan.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% di Januari 2026, Ini Rekomendasi Saham Bank Pilihan Analis
Dengan adanya aturan terbaru dari Bappebti ini, diharapkan perdagangan aset kripto di Indonesia dapat berkembang secara lebih terstruktur, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi pelaku industri maupun investor.




[…] Baca juga: Bappebti Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Kripto, Perkuat Pengawasan dan Perlindungan Investor di I… […]