Tradingan – Jakarta — #Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) #diperkirakan #bergerak #sideways #pada #perdagangan #Jumat, 5 #Desember 2025, dengan rentang pergerakan di level 8.550–8.700. Setelah ditutup menguat 0,33% pada sesi sebelumnya, IHSG masih dibayangi aksi jual investor asing sebesar Rp182 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBCA, BBRI, ANTM, FILM, dan BRMS.
Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi bergerak dalam tren mendatar dengan support 8.550–8.600 serta resistance 8.650–8.700. Meski tekanan jual asing meningkat, ia menilai peluang pergerakan stabil masih terbuka.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar, menekankan kondisi overbought ekstrem yang dapat memicu koreksi jangka pendek. Selama IHSG bertahan di atas 8.512, peluang menuju 8.700–8.750 tetap terbuka, namun pelemahan di bawah 8.575 dapat menekan indeks menuju area 8.500.
Tasrul menambahkan bahwa tren jangka pendek IHSG masih bullish, meski potensi konsolidasi meningkat di tengah volume perdagangan yang tinggi.
Rekomendasi Saham Hari Ini (5 Desember 2025)
Fanny Suherman memberikan daftar saham pilihan dengan strategi Buy on Weakness dan Speculative Buy, yaitu:
1. CDIA (PT Chandra Daya Investasi Tbk)
- Buy on Weakness: 1.900–1.955
- Cut loss: <1.900
- Target: 1.985–2.030
2. CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk)
- Spec Buy: 2.600–2.640
- Cut loss: <2.590
- Target: 2.740–2.800
3. CBDK (PT Bangun Kosambi Sukses Tbk)
- Spec Buy: 9.150–9.250
- Cut loss: <9.100
- Target: 9.375–9.550
4. COIN (PT Indokripto Koin Semesta Tbk)
- Spec Buy: 3.420–3.470
- Cut loss: <3.400
- Target: 3.560–3.630
5. INKP (PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk)
- Spec Buy: 8.550–8.625
- Cut loss: <8.500
- Target: 8.750–8.875
6. MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk)
- Spec Buy: 535
- Cut loss: <525
- Target: 555–570
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan Kamis (4/12/2025), IHSG menguat 0,33% ke level 8.640,19, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi. Mayoritas sektor saham ditutup di zona hijau, dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 4,78%, diikuti infrastruktur (+1,84%), kesehatan (+1,52%), dan transportasi (+1,1%).
Sementara itu:
- Volume transaksi mencapai 51,4 miliar saham
- Nilai transaksi harian: Rp 21,2 triliun
- Saham naik: 358
- Saham turun: 302
- Saham stagnan: 140
- Kurs USD/IDR: Rp16.634
Sentimen Global dan Domestik
Dari mancanegara, pasar menantikan keputusan The Federal Reserve pada pertemuan 9–10 Desember 2025, di tengah data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah dari +47.000 menjadi -32.000. Hal ini memunculkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan.
Pelaku pasar juga menunggu hasil Konferensi Kerja Ekonomi Pusat dan meeting Politbiro China terkait arah kebijakan dan target pertumbuhan 2026, yang diperkirakan tetap di sekitar 5% YoY.
Baca juga: Saham Bank BUMN Terkoreksi, Investor Asing Catat Net Sell Besar pada BBRI, BRIS, dan BBTN
Dari dalam negeri, OECD memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2025–2026, dan 5,1% pada 2027. Stabilitas konsumsi domestik serta ekspor yang solid menjadi pendorong utama keberlanjutan pertumbuhan.




[…] Baca Juga: IHSG Berpotensi Sideways 5 Desember 2025: Outlook Pasar, Sentimen Global, dan Rekomendasi Saham Hari… […]
[…] Baca Juga: IHSG Berpotensi Sideways 5 Desember 2025: Outlook Pasar, Sentimen Global, dan Rekomendasi Saham Hari… […]
[…] Baca juga: IHSG Berpotensi Sideways 5 Desember 2025: Outlook Pasar, Sentimen Global, dan Rekomendasi Saham Hari… […]