Tradingan – #Istilah “#Sell in May and go away” #sudah #lama #dikenal di #pasar tradisional Wall Street sebagai pola musiman yang identik dengan pelemahan harga saat memasuki musim panas. Dalam beberapa tahun terakhir, pola ini juga ikut merambah pasar kripto, di mana bulan Mei kerap diwarnai tekanan harga, volume perdagangan yang menipis, dan sentimen pasar yang lebih hati-hati.
Baca juga: Kesalahan Fatal dalam Menggunakan Leverage Tinggi dalam Trading

Namun, Mei 2026 berpotensi menghadirkan cerita yang berbeda.
Lima altcoin besar yakni Chainlink (LINK), Ethereum (ETH), Kaspa (KAS), SUI, dan NEAR Protocol saat ini menunjukkan sinyal teknikal yang seragam: volatilitas menurun, volume terkompresi, dan pola akumulasi yang semakin matang. Menariknya, kelima aset ini juga memiliki katalis fundamental yang sudah terjadwal sepanjang Mei, menjadikannya kandidat utama untuk potensi breakout di tengah narasi musiman “Sell in May”.
Chainlink (LINK) Konsolidasi Kuat, Bersiap Tembus Resistance
Chainlink (LINK) saat ini diperdagangkan di kisaran US$9,13 setelah mengalami koreksi cukup dalam dari puncak Agustus 2025 di sekitar US$31. Meski turun signifikan, struktur harga jangka menengah justru menunjukkan fase akumulasi yang sehat.
Pada grafik mingguan, LINK terus membangun fondasi kuat sejak Januari 2026 dengan support utama di area US$5,50 hingga US$7,50. Area ini menjadi basis akumulasi utama yang sejauh ini masih terjaga dengan baik.
Di sisi atas, resistance terdekat berada di US$13, disusul zona suplai kuat di rentang US$17 hingga US$18. Relative Strength Index (RSI) mingguan yang sempat menyentuh area jenuh jual kini mulai pulih menuju level netral 50, menandakan tekanan jual mulai mereda.
Sementara itu, indikator BBWP menunjukkan deretan batang biru yang menandakan volatilitas sangat rendah—kondisi yang umumnya mendahului ekspansi harga besar.
Pada timeframe harian, LINK membentuk pola ascending triangle sejak Februari. Harga terus bertahan di atas garis tren naik dari area US$7 sambil menekan resistance horizontal di US$10.
Jika breakout terkonfirmasi di atas US$10, target kenaikan terukur mengarah ke US$11,92. Sebaliknya, jika breakdown terjadi dari garis tren naik, LINK berpotensi turun kembali ke US$8 hingga US$6,80.
Katalis utama Chainlink pada Mei datang dari kemitraan OpenAssets yang diumumkan April lalu. Kolaborasi ini membawa arus tokenisasi dari ICE, Tether, Fanatics, dan Mysten Labs melalui infrastruktur oracle Chainlink. Ditambah peluncuran mainnet CCIP v1.5 serta program buyback senilai US$644 juta, narasi bullish LINK semakin menguat.
Baca Juga: Money Management Saat Berpindah dari Scalping ke Swing Trading
Ethereum (ETH) Bertahan di Zona Kritis, Menunggu Momentum Baru
Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar US$2.265 setelah turun tajam dari rekor tertinggi Agustus 2025 di level US$4.956. Meski sempat terkoreksi dalam, ETH masih bertahan di atas support penting US$2.200.
Pada grafik mingguan, ETH sempat menyentuh titik terendah di US$1.748 pada awal Februari 2026 sebelum akhirnya rebound dan kembali mengamankan support utama. Resistance berikutnya berada di US$2.701, lalu zona suplai lebih tinggi di kisaran US$3.400 hingga US$3.600.
Jika ETH kehilangan area US$2.200, maka support jangka panjang berikutnya berada di sekitar US$1.600.
RSI mingguan Ethereum mulai naik menuju area netral, sementara BBWP menunjukkan volatilitas rendah yang mengindikasikan fase “coil-spring” atau tekanan sebelum ledakan harga.
Di timeframe harian, ETH masih bergerak dalam channel naik sejak Februari. Harga kini bertahan di area Fibonacci retracement 0,382 di US$2.264 dengan support channel yang terus menguat di sekitar US$2.200.
Resistance jangka pendek paling krusial berada di US$2.400. Jika level ini ditembus, ETH berpeluang melanjutkan reli. Namun bila turun di bawah US$2.140, momentum bullish berisiko melemah dan US$2.000 kembali menjadi target downside.
Katalis fundamental ETH berasal dari efek lanjutan upgrade Fusaka yang aktif sejak 3 Desember 2025. Upgrade ini meningkatkan kapasitas blob dari 6 menjadi 48 per blok dan menaikkan batas gas ke 150 juta, sehingga biaya layer-2 turun signifikan dan throughput DeFi meningkat.
Pasar juga mulai mengantisipasi upgrade Glamsterdam yang dijadwalkan pertengahan 2026, memperkuat sentimen bullish Ethereum.
Kaspa (KAS) Bentuk Falling Wedge, Siap Rebound?
Kaspa (KAS) saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,0325 setelah terkoreksi tajam dari puncaknya di atas US$0,20 pada 2024. Meski tekanan jual masih terasa, grafik mingguan menunjukkan pola falling wedge jangka panjang yang semakin matang.
Secara historis, pola falling wedge sering berakhir dengan breakout ke atas. Jika pola ini valid, target kenaikan pertama KAS berada di US$0,054, lalu US$0,075.
Support utama tetap berada di sekitar US$0,030, yang sejauh ini menjadi lantai harga sejak Januari 2026.
Volume mingguan terus menyusut, BBWP menunjukkan kompresi volatilitas ekstrem, dan RSI berhasil menembus garis tren turun lalu melakukan retest. Ini menjadi sinyal awal bahwa momentum bearish mulai kehilangan tenaga.
Katalis terbesar Kaspa datang dari hard fork Toccata yang dijadwalkan aktif pada 5–20 Juni 2026. Upgrade ini akan membawa native token KRC-20, covenant programmable lewat Silverscript, serta verifikasi zero-knowledge langsung di layer dasar.
Dengan pola historis akumulasi menjelang hard fork, bulan Mei berpotensi menjadi fase akumulasi terakhir sebelum pasar mulai melakukan repricing.
SUI Uji Support Kunci, Jadi Titik Balik?
SUI saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,91 setelah terkoreksi tajam dari puncak 2025 di atas US$5,30. Sepanjang 2026, harga terus bergerak di sekitar area support US$0,90 yang kini menjadi zona penentu arah.
Jika support ini jebol, SUI berisiko turun menuju US$0,355. Namun jika bertahan, potensi rebound menuju US$1,43 terbuka, disusul target berikutnya di US$2,27.
Indikator BBWP masih menunjukkan volatilitas rendah, sedangkan RSI mingguan mendekati area oversold. Ini menandakan SUI berada di fase tekanan ekstrem yang sering menjadi area pembalikan.
Katalis utama SUI pada Mei sangat kuat. CME Group dijadwalkan meluncurkan SUI futures teregulasi pada 4 Mei 2026, membuka akses institusional yang jauh lebih besar.
Selain itu, pengajuan S-1 Grayscale Sui Trust dan peluncuran ETF SUI 2x oleh 21Shares memperkuat legitimasi SUI di mata investor institusi.
NEAR Protocol Dekati Breakout Multi-Tahun
NEAR Protocol saat ini diperdagangkan di sekitar US$1,30 setelah berbulan-bulan membangun dasar kuat di support jangka panjang. Harga kini semakin dekat dengan garis resistance menurun multi-tahun yang terbentuk sejak puncak 2022.
Jika breakout terjadi, target kenaikan pertama berada di US$3,30, disusul target lanjutan di US$8.
BBWP menunjukkan volatilitas rendah, sedangkan RSI mingguan sedang menguji garis tren turun. Jika RSI berhasil breakout, peluang pergerakan impulsif akan meningkat signifikan.
Narasi fundamental NEAR kini semakin kuat berkat transformasi mereka ke sektor AI berbasis kepemilikan pengguna.
Roadmap 2026 NEAR menargetkan skalabilitas hingga satu juta transaksi per detik dengan dukungan AI-Intents. Produk baru seperti IronClaw, NEAR AI Cloud, dan marketplace GPU berbasis TEE menjadi fondasi utama ekspansi ekosistemnya.
Selain itu, pengajuan ETF spot NEAR dari Grayscale dan Bitwise juga berpotensi menjadi pemicu bullish mendadak jika mendapat respons positif pasar.
Kenapa 5 Altcoin Ini Layak Dipantau di Mei 2026?
Kelima altcoin ini memperlihatkan pola teknikal yang hampir identik: volume menurun, volatilitas terkompresi, dan RSI yang mulai membangun dasar. Setup seperti ini jarang muncul secara bersamaan pada beberapa altcoin besar dalam satu jendela waktu.
Yang membuat situasi Mei 2026 semakin menarik adalah hadirnya katalis fundamental yang terjadwal hampir bersamaan. Kombinasi antara setup teknikal matang dan sentimen fundamental kuat membuat LINK, ETH, KAS, SUI, dan NEAR menjadi lima altcoin yang layak masuk radar utama trader.
Baca Juga: Kapan Harus Berhenti Trading Walau Masih Ada Peluang
Apakah strategi “Sell in May and go away” masih relevan?
Jawabannya akan sangat bergantung pada kondisi makro, arah Bitcoin, dan kebijakan The Fed. Jika Bitcoin tetap stabil dalam fase konsolidasi dan likuiditas pasar bertahan, Mei 2026 justru bisa menjadi momen rotasi modal ke altcoin.
Namun jika tekanan makro kembali meningkat, seluruh setup ini tetap berisiko berubah menjadi breakdown dan mengonfirmasi pola musiman lama.
Karena itu, Mei 2026 bisa menjadi bulan penentu: apakah altcoin akhirnya mematahkan kutukan “Sell in May”, atau justru kembali mengulang sejarah.




[…] Baca juga: 5 Altcoin Potensial Mei 2026 […]