#Tradingan – #Pasar #aset #kripto masih #dilanda #tekanan #bearish yang #berkepanjangan, #menciptakan #arus #dana yang lesu ke berbagai #aset digital. Pada pekan lalu, Bitcoin (BTC), aset kripto pelopor, mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan ini ditandai dengan melemahnya investasi pada ETF spot, arus keluar institusional yang besar, dan anjloknya harga BTC secara dramatis. Di sisi lain, meskipun pergerakan harga altcoin secara umum masih berkorelasi, banyak di antaranya yang justru mencatatkan arus masuk positif ke dalam produk-produk investasi institusional, menandakan pergeseran minat yang patut dicermati.
Baca juga: Bitget Listing Momentum (MMT): Perkuat Ekosistem DeFi di Jaringan Sui

Bitcoin Tertekan Sentimen Makro
Produk investasi kripto institusional secara global mencatatkan arus keluar (outflow) bersih sebesar $360 juta pada pekan lalu. Data dari laporan CoinShares Weekly Fund Flows mengungkapkan bahwa sentimen “takut” (fear) masih menyelimuti para trader, yang berdampak langsung pada performa yang lebih buruk dari Bitcoin dibandingkan dengan altcoin pada periode yang sama.
Sebagian besar arus keluar ini terkonsentrasi di Amerika Serikat, di mana para investor mengawasi dengan ketat setiap perkembangan kebijakan dari Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. Dalam sebulan terakhir, Bitcoin sendiri telah mengalami arus keluar kumulatif sebesar $946 juta, yang memangkas keuntungan tahunannya menjadi $29,4 miliar.
Para analis mengaitkan minggu yang bearish ini dengan nada hawkish dari The Fed. Sikap hawkish, yang berfokus pada pengendalian inflasi melalui pengetatan kebijakan moneter, berpotensi menunda atau bahkan mengurangi harapan untuk pemotongan suku bunga (rate cuts).
Secara historis, lingkungan suku bunga yang tinggi dan hawkish memicu penurunan yang lebih luas di pasar berisiko, karena investor memindahkan dananya ke aset-aset yang lebih aman (safe-haven). Sebaliknya, siklus pemotongan suku bunga cenderung mendorong kenaikan harga aset berisiko, termasuk kripto dan saham. Saat ini, investor telah mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga pada bulan Desember, didorong oleh belum adanya indikator ekonomi kunci yang mendukung.
Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok Lagi! Sentimen Fed dan Hack Ethereum Guncang Pasar Kripto
Diversifikasi ke Altcoin Menguat
Di tengah ketidakpastian kebijakan The Fed yang hawkish, para trader semakin aktif melakukan diversifikasi portofolio mereka. Terjadi pergeseran aset dari Bitcoin ke altcoin dengan kecepatan yang semakin meningkat. Fenomena ini sebenarnya telah diprediksi oleh banyak pengamat sejak awal tahun ini, di mana pasar telah mengantisipasi datangnya musim altcoin (altcoin season) yang potensial pada tahun 2025.
Sementara itu, ETF Spot Bitcoin yang sempat menjadi pendorong utama bullishness, kini menghadapi tantangan serius. Dalam 48 jam terakhir, produk-produk ini mengalami arus keluar yang membengkak. Pada tanggal 4 November saja, ETF Spot Bitcoin mencatat arus keluar sebesar $578 juta, menandai hari kelima berturut-turut berada di zona merah.
CoinShares dalam laporannya menegaskan, “Secara regional, sentimen negatif terutama terkonsentrasi di AS, yang mencatat arus keluar total US$439 juta. Ini sedikit terimbangi oleh arus masuk moderat dari Jerman dan Swiss, masing-masing sebesar US$32 juta dan US$30,8 juta. ETF Bitcoin adalah satu-satunya produk aset digital utama yang mengalami arus keluar signifikan pekan lalu, dengan jumlah US$946 juta.”
Altcoin Menjadi Sorotan Baru
Ketika semakin banyak modal yang keluar dari Bitcoin, perhatian institusi beralih ke beberapa altcoin utama yang menunjukkan prospek kuat. Aset-aset seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP diposisikan untuk menerima arus masuk yang bullish.
- Ethereum (ETH): The King of Altcoins Bersinar
Produk institusional Ethereum berhasil mengumpulkan arus masuk bersih sebesar $57,6 juta pada pekan lalu. Performa positif ini membawa total arus masuk tahunan ETH melampaui $14,28 miliar. Pemimpin altcoin ini mencatatkan kinerja kuartal ketiga (Q3) 2025 yang positif dan diperkirakan akan berlanjut ke kuartal terakhir tahun ini. Kontribusi dari perusahaan treasury kripto (perusahaan yang mengalokasikan kas mereka ke aset kripto) juga turut mendorong kenaikan harga ETH dan arus masuk ke produk institusionalnya. - Solana (SOL): Rekor Arus Masuk Tertinggi Berkat Ekspektasi ETF
Solana berhasil meraih arus masuk mingguan tertinggi di antara semua aset kripto, dengan menarik dana segar sebesar $421 juta. Optimisme ini didorong oleh antisipasi dari firma investasi terhadap kemungkinan disetujuinya ETF Spot Solana di Amerika Serikat di masa depan. Status SOL sebagai aset favorit institusi semakin kuat dengan pencapaian ini. - XRP: Pertahanan yang Kuat
Meskipun sering dilanda volatilitas hukum, XRP menunjukkan ketahanan dengan mencatat arus masuk institusional sebesar $43,2 juta pada periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa keyakinan terhadap aset ini tetap ada di kalangan investor tertentu.
Menanti Pemulihan dengan Hati-Hati
Lanskap pasar kripto saat ini menggambarkan sebuah fase transisi. Tekanan makroekonomi global dan sikap hawkish The Fed telah memukul harga Bitcoin, memicu koreksi yang dalam. Namun, di balik awan gelap ini, terdapat silver lining bagi sektor altcoin.
Baca juga: Apakah Bitcoin Bisa Capai $3 Juta? Analisis Tom Lee: Emas Jadi Pendorong Utama Harga BTC
Arus masuk institusional yang kuat ke Ethereum, Solana, dan XRP mengindikasikan bahwa modal pintar (smart money) tidak serta-merta meninggalkan ekosistem kripto, melainkan hanya melakukan realokasi ke aset-aset dengan narasi dan fundamental yang dianggap lebih kuat dalam jangka pendek hingga menengah.
Kedepannya, pemuluhan pasar akan sangat bergantung pada:
- Kebijakan The Fed: Sinyal yang lebih jelas mengenai timeline pemotongan suku bunga akan menjadi katalis utama.
- Kinerja ETF Spot Bitcoin: Apakah arus keluar yang masif ini akan berlanjut atau sudah mencapai titik jenuh.
- Perkembangan Regulasi: Kemajuan dalam persetujuan produk seperti ETF Spot untuk altcoin (terutama Solana) dapat memberikan sentimen positif yang besar.
Bagi investor, periode ini adalah saat yang tepat untuk melakukan riset mendalam, diversifikasi portofolio secara bijak, dan berinvestasi dengan strategi jangka panjang, sambil tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang melekat pada pasar aset kripto.




[…] Baca Juga: Gelombang Penguatan Altcoin di Tengah Tekor Bitcoin […]