Tradingan – #Ahli #strategi #valuta #asing dari #Citigroup #merekomendasikan #strategi #pembelian #call spread USD/JPY #menjelang #pengumuman #keputusan #suku #bunga Bank of Japan (BoJ). Rekomendasi tersebut muncul setelah pasangan mata uang dolar AS terhadap yen mengalami tekanan jual yang cukup tajam pada perdagangan Kamis.

Baca: Strategi Menunggu Konfirmasi Tanpa Kehilangan Momentum dalam Trading
Strategi ini dipandang sebagai langkah untuk mengantisipasi potensi pemulihan nilai tukar USD/JPY setelah yen Jepang menguat signifikan. Penguatan yen tersebut dinilai sejumlah analis kemungkinan dipicu oleh intervensi pemerintah Jepang untuk menopang mata uang domestiknya di tengah volatilitas pasar.
Pada perdagangan Kamis, dolar Amerika Serikat tercatat melemah sekitar 2,5% terhadap yen, sehingga pasangan USD/JPY turun hingga menyentuh level 159,40.
Citigroup Nilai BoJ Sulit Memberikan Kejutan Hawkish
Dalam catatan risetnya, Daniel Tobon, Senior FX dan Macro Strategist Citigroup, menyampaikan bahwa pasar kemungkinan terlalu berharap pada sikap hawkish dari Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda.
Menurut Tobon, BoJ diperkirakan tidak akan memberikan kebijakan yang jauh lebih agresif dibandingkan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kekecewaan investor yang dalam jangka pendek dapat menekan USD/JPY sebelum keputusan diumumkan.
Meski demikian, Citigroup melihat peluang bahwa tekanan tersebut hanya bersifat sementara.
Baca Juga: Cara Menentukan Prioritas Entry Saat Ada Banyak Sinyal Trading
“Kami tidak berpikir Gubernur Kazuo Ueda akan mampu melampaui ekspektasi hawkish dalam pertemuan BoJ kali ini. Namun kami melihat adanya ruang bagi USD/JPY untuk mengalami pemulihan pada malam ini dengan potensi kenaikan lanjutan setelahnya,” tulis Daniel Tobon dalam laporan risetnya.
Strategi Call Spread yang Direkomendasikan
Citigroup merekomendasikan investor menggunakan strategi call spread USD/JPY 160,50/162 dengan tenor satu bulan.
Melalui strategi opsi tersebut, investor berpotensi memperoleh keuntungan apabila pasangan mata uang USD/JPY kembali naik melewati level 160,50. Potensi keuntungan maksimum diperkirakan tercapai apabila nilai tukar berhasil menyentuh 162 selama periode kontrak berlangsung.
Strategi ini mencerminkan pandangan Citigroup bahwa pelemahan dolar terhadap yen kemungkinan hanya bersifat sementara dan masih terdapat peluang terjadinya rebound setelah hasil rapat Bank of Japan diumumkan.
Fokus Pelaku Pasar Tertuju pada Keputusan BoJ
Keputusan suku bunga Bank of Japan menjadi salah satu agenda ekonomi yang paling dinantikan pelaku pasar global. Selain besaran suku bunga, investor juga akan mencermati pernyataan resmi Gubernur Kazuo Ueda terkait prospek inflasi, arah kebijakan moneter, serta kemungkinan langkah lanjutan BoJ dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Saham Lyft Berpotensi Bergerak 13% Usai Laporan Keuangan 6 Agustus, Data Opsi Bloomberg Jadi Sorotan
Pergerakan USD/JPY diperkirakan akan tetap volatil seiring tingginya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral Jepang dan potensi intervensi lanjutan dari otoritas Tokyo apabila pelemahan yen kembali terjadi.
Artikel ini merupakan hasil penyuntingan dari sumber asli agar lebih mudah dibaca serta dioptimalkan untuk kebutuhan SEO tanpa mengubah substansi informasi.

[…] Baca: Citigroup Prediksi USD/JPY Berpeluang Rebound Usai Keputusan Suku Bunga Bank of Japan […]