Tradingan – #Kemajuan #undang-undang #kerangka #kerja crypto AS, Responsible Financial Innovation Act (RFIA), kembali #menemui #jalan #buntu. #Proposal #balasan dari Senator Demokrat yang dilaporkan berisi aturan ketat untuk DeFi memicu kemarahan industri dan menghentikan sementara pembahasan di Komite Perbankan Senat. Artikel ini menganalisis akar masalah, isi proposal kontroversial, reaksi industri, dan prospek masa depan RUU yang dinantikan ini.
Baca juga: Bitcoin Tersungkit di $112.000, Faktor ETF hingga Ketegangan AS-China Picu Derasnya Modal Keluar

Latar Belakang: Pencarian Kejelasan Hukum yang Terus Tersendat
Industri blockchain dan aset kripto di Amerika Serikat telah lama menunggu kejelasan regulasi. Ketidakpastian hukum ini dinilai menghambat inovasi, mengusir investasi ke yurisdiksi lain, dan membahayakan konsumen. Untuk mengatasi ini, Responsible Financial Innovation Act (RFIA) diajukan sebagai upaya bipartisan (dua partai) untuk menciptakan kerangka hukum yang komprehensif.
RUU ini, yang digarap oleh Komite Perbankan Senat, awalnya menimbulkan harapan. Pada Agustus lalu, Ketua Komite dari Partai Republik, Senator Tim Scott, bahkan menyatakan optimisme bahwa RUU ini dapat disahkan pada akhir September. Scott menekankan bahwa dukungan dari kedua partai sangat penting untuk keberhasilannya.
Namun, tenggat waktu September telah lewat, dan bukannya mendekati finis, RUU ini justru terperosok dalam kebuntuan politik partisan yang dalam. Penyebab utamanya adalah sebuah proposal balasan (counterproposal) yang diajukan oleh Senator Demokrat di Komite Perbankan Senat minggu lalu.
Inti Sengketa: Apa Isi Proposal Demokrat yang Kontroversial?
Meskipun dokumen proposal belum dirilis secara publik, laporan dari outlet media seperti Punchbowl News yang berhasil mendapatkan salinannya mengungkap sejumlah poin yang menjadi perhatian serius bagi industri.
Beberapa elemen kunci dalam proposal Demokrat tersebut dilaporkan mencakup:
Baca juga: BNB Koreksi 10% Menuju $1.000, Apakah Rally Menuju $2.100 Masih Berlanjut?
- “Daftar Terbatas” (Restricted List) untuk DeFi: Proposal ini akan memberikan kewenangan kepada Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury) untuk membuat daftar protokol Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) yang dianggap “terlalu berisiko”. Protokol yang masuk daftar ini akan dibatasi atau dilarang diakses.
- Definisi Sempit tentang Desentralisasi: Proposal tersebut dikritik karena mendefinisikan “desentralisasi” dengan sangat sempit. Hal ini berpotensi menjerat proyek-proyek yang secara teknis terdesentralisasi tetapi masih memiliki elemen pengembangan tertentu ke dalam kategori yang salah.
- Memperlakukan Front-End seperti Perantara Keuangan: Aturan ini akan menyamakan antarmuka pengguna (front-end) sebuah protokol DeFi—yang seringkali hanya sebuah website—dengan lembaga keuangan tradisional seperti bank. Ini berarti mereka akan dibebani kewajiban Know-Your-Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) yang sangat berat, sesuatu yang hampir mustahil diterapkan pada sistem yang tidak memiliki entitas pusat.
Kebuntuan Politik: Saling Tuding dan Jalan Buntu Negosiasi
Proposal ini langsung memicu kemacetan dalam proses legislatif. Menanggapi hal tersebut, Catherine Fuchs, Direktur Staf Senator Scott, mengumumkan bahwa semua pertemuan lebih lanjut mengenai RFIA dihentikan sementara.
“Sampai kami memiliki tanggal yang disepakati untuk ‘markup’, kami akan menghentikan pertemuan lebih lanjut,” ujarnya. Markup adalah proses krusial di mana para anggota komite membahas RUU baris per baris, mengusulkan, dan memilih amendemen.
Situasi ini dengan cepat berubah menjadi saling tuding antara Partai Republik dan Demokrat:
- Pihak Republik diwakili oleh Jeff Naft, juru bicara Senator Scott, yang menuduh Demokrat bertindak tidak serius. “Kebocoran komunikasi pribadi selama negosiasi struktur pasar memberi tahu Anda semua yang perlu Anda ketahui… Ini menunjukkan satu pihak lebih fokus pada narasi politik daripada pekerjaan serius,” katanya.
- Pihak Demokrat membalas melalui Jacques Petit, direktur komunikasi untuk Senator Demokrat Ruben Gallego. Petit menuduh Partai Republik yang meminta masukan dari Demokrat tetapi kemudian membocorkan proposalnya. “Permintaan mereka untuk menetapkan tanggal markup sebelum teks disetujui seperti menetapkan tanggal pernikahan sebelum kencan pertama. Itu tidak masuk akal,” keluhnya.
Dengan kedua pihak bersikukuh pada posisi mereka, masa depan RFIA di Komite Perbankan Senat kini bergantung pada siapa yang akan melunak terlebih dahulu.
Kemarahan Industri: Suara Keras Menentang “Pelarangan DeFi Terselubung”
Reaksi dari para advokat dan pelaku industri kripto sangat keras dan penuh kekhawatiran. Mereka melihat proposal Demokrat bukan sebagai upaya regulasi, melainkan sebagai upaya untuk mematikan inovasi DeFi di AS.
- Summer Mersinger (CEO Blockchain Association): Mersinger menyatakan bahwa proposal ini akan “secara efektif melarang keuangan terdesentralisasi, pengembangan dompet, dan aplikasi terdesentralisasi lainnya di Amerika Serikat.” Dia menambahkan bahwa bahasa aturan yang diusulkan membuat mustahil bagi aplikasi terdesentralisasi untuk mematuhi hukum, yang pada akhirnya akan mengusir pengembang dan inovasi ke luar negeri.
- Zunera Mazhar (Wakil Presiden Kebijakan, The Digital Chamber): Mazhar mengkritik pendekatan proposal yang dianggapnya ketinggalan zaman. “Ini kasar, tidak efektif, dan berisiko mendorong inovasi ke luar negeri alih-alih mengatasi risiko yang sebenarnya.” Sebagai gantinya, dia mendesak regulator untuk fokus pada titik-titik penjegalan keuangan ilegal dan mengembangkan pengawasan berbasis risiko.
- Jake Chervinsky (Kepala Petugas Hukum, Variant): Chervinsky tidak ragu menyebut proposal ini “tidak serius” dan menuduh para senator Demokrat tidak bernegosiasi dengan itikad baik. “Ini bukan sekadar kerangka regulasi, ini adalah pengambilalihan pemerintah atas seluruh industri yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak konstitusional. Ini bukan hanya anti-kripto, ini anti-inovasi, dan merupakan preseden berbahaya bagi seluruh sektor teknologi,” tegasnya.
- Alexander Grieve (Paradigm): Grieve bahkan menarik perbandingan dengan Gary Gensler, Ketua SEC yang sering dikritik oleh industri. Menurutnya, titik tengah antara RUU awal dan proposal baru ini akan “lebih buruk daripada apa pun yang direncanakan Gensler.“
Ada Sedikit Cahaya? Pembahasan di Komite Pertanian Senat
Di tengah kebuntuan di Komite Perbankan, masih ada secercah harapan. Komite Pertanian Senat, yang memiliki yurisdiksi atas Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan aset yang diklasifikasikan sebagai commodity (seperti Bitcoin), dikabarkan masih melanjutkan pembahasan terkait aspek-aspek commodity dari RUU ini.
Laporan per 6 Oktober menyebutkan bahwa Senator Cory Booker telah mengambil alih pembicaraan bipartisan dengan kantor Senator John Boozman. Namun, sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam forum ini masih belum jelas.
Masa Depan RFIA: Analisis dan Prospek Ke Depan
Masa depan Responsible Financial Innovation Act saat ini sangat suram. Kebuntuan ini terjadi dalam latar belakang yang lebih besar, yaitu perpecahan partisan di Kongres AS yang juga terlihat dalam isu-isu lain seperti penganggaran pemerintah.
Beberapa skenario yang mungkin terjadi:
- Kebuntuan Berkepanjangan: Kedua pihak tidak ada yang mau mengalah, menyebabkan RFIA mati suri di Komite Perbankan. Ini adalah skenario yang paling mungkin terjadi dalam jangka pendek.
- Kompromi yang Sangat Didorong: Tekanan dari industri dan konstituen mungkin memaksa kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Namun, kompromi yang dihasilkan akan membutuhkan pengorbanan besar dari kedua sisi.
- Komite Pertanian sebagai Jalan Keluar: Kemungkinan lain adalah aspek-aspek tertentu dari RUU, khususnya yang terkait dengan commodity, didorong melalui Komite Pertanian sebagai RUU yang lebih terbatas.
Baca juga: Smart Money Concept (SMC) untuk Pemula: Struktur, BOS, dan ChoCH
Impian untuk memiliki kerangka hukum crypto yang jelas dan komprehensif di Amerika Serikat sekali lagi tertunda. Proposal balasan dari Demokrat di Senat tidak hanya memicu kemarahan industri yang melihatnya sebagai “pelarangan terselubung,” tetapi juga mempertajam perpecahan politik yang telah menghambat kemajuan regulasi selama bertahun-tahun.
Dengan saling tuding antara Partai Republik dan Demokrat yang semakin intens, dan tanpa tanda-tanda salah satu pihak akan berkompromi, masa depan Responsible Financial Innovation Act dan kejelasan regulasi untuk industri blockchain AS menjadi semakin tidak pasti. Satu hal yang pasti: jalan menuju regulasi crypto di AS masih panjang dan berliku.

[…] Baca Juga: Buntu di Senat: Proposal Demokrat Ancam Masa Depan Regulasi Crypto AS […]