Tradingan – #Tether, #penerbit #stablecoin #terbesar di #dunia, mengumumkan telah menyelesaikan #audit #independen penuh #pertama atas #laporan #keuangannya #bersama #KPMG US. Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan di tengah meningkatnya perhatian terhadap transparansi dan kondisi keuangan industri aset kripto.

Pengumuman tersebut disampaikan Tether pada Kamis. Berbeda dengan laporan attestation yang selama ini diterbitkan secara berkala, audit penuh memberikan pemeriksaan yang lebih komprehensif terhadap laporan keuangan perusahaan.
Baca: Prabowo Kurangi Subsidi BBM, Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik Buatan Indonesia
Namun, hingga saat ini hasil lengkap audit tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat. Reuters juga melaporkan bahwa audit KPMG US terhadap laporan keuangan Tether tahun 2025 telah selesai, tetapi dokumen auditnya belum dirilis secara publik.
Langkah Besar Tether Menuju Transparansi
Audit penuh ini menjadi perhatian penting karena Tether selama bertahun-tahun menghadapi sorotan mengenai cadangan yang menjadi penopang stablecoin USDT.
Sebelumnya, Tether secara rutin menerbitkan laporan attestation yang memberikan gambaran mengenai kondisi cadangan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, laporan yang disiapkan BDO menunjukkan Tether memiliki sekitar US$8,23 miliar cadangan berlebih dan mencatat laba bersih sekitar US$1,04 miliar.
Dengan audit independen penuh oleh KPMG US, pemeriksaan terhadap laporan keuangan Tether memasuki tahap yang lebih menyeluruh dibandingkan proses attestation sebelumnya.
Tether sebelumnya telah mengumumkan pada Maret 2026 bahwa perusahaan menunjuk salah satu firma akuntansi Big Four untuk melakukan audit independen penuh pertama dalam sejarah perusahaan.
Tether Persiapkan Audit Sejak Lama
Persiapan menuju audit penuh telah dilakukan Tether dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan memperkuat sistem internal, tata kelola, pengendalian keuangan, serta struktur manajemen untuk memenuhi standar pemeriksaan yang lebih ketat.
Pada Maret 2025, Tether menunjuk Simon McWilliams sebagai Chief Financial Officer. Penunjukan tersebut disebut sebagai bagian dari persiapan perusahaan untuk menjalani audit keuangan penuh dan memperkuat transparansi serta kesiapan menghadapi tuntutan regulasi.
Audit tersebut juga menjadi bagian dari strategi Tether untuk meningkatkan kepercayaan terhadap USDT yang digunakan secara luas dalam ekosistem cryptocurrency global.
Berbeda dengan Attestation
Audit penuh memiliki cakupan yang berbeda dibandingkan attestation yang selama ini diterbitkan Tether.
Attestation memberikan tingkat assurance tertentu atas informasi keuangan atau cadangan berdasarkan prosedur yang disepakati. Sementara itu, audit laporan keuangan penuh dirancang untuk memberikan opini independen mengenai apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan sesuai dengan kerangka pelaporan yang berlaku.
Karena itu, penyelesaian audit oleh KPMG US dipandang sebagai perkembangan penting bagi Tether, terutama ketika stablecoin semakin menjadi bagian dari sistem pembayaran dan pasar aset digital global.
Kondisi Keuangan Tether
Tether memasuki proses audit penuh setelah mencatat kinerja keuangan yang kuat.
Dalam laporan kuartal keempat 2025, Tether menyatakan membukukan laba lebih dari US$10 miliar sepanjang 2025. Perusahaan juga melaporkan cadangan berlebih sebesar US$6,3 miliar serta eksposur terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat yang mencapai rekor US$141 miliar.
Pada kuartal pertama 2026, Tether kembali melaporkan pertumbuhan cadangan berlebih menjadi US$8,23 miliar. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang akan menjadi perhatian pasar ketika menilai kekuatan neraca perusahaan.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut berasal dari laporan dan attestation yang diterbitkan perusahaan sebelum hasil audit penuh KPMG US tersedia untuk publik.
Baca: AI untuk Mendeteksi Perubahan Narasi Pasar Sebelum Trader Retail Menyadarinya
Apa Arti Audit Ini Bagi Pengguna USDT?
Bagi pengguna dan pelaku pasar cryptocurrency, audit penuh dapat menjadi salah satu indikator penting dalam menilai transparansi penerbit stablecoin.
USDT dirancang sebagai stablecoin yang nilainya mengikuti dolar Amerika Serikat. Karena itu, kepercayaan terhadap kemampuan penerbit dalam mempertahankan cadangan menjadi faktor penting bagi stabilitas dan penggunaan token tersebut.
Dengan adanya audit dari firma akuntansi besar seperti KPMG US, Tether berupaya memberikan tingkat keyakinan yang lebih tinggi kepada pasar mengenai laporan keuangannya.
Namun, karena laporan audit belum dipublikasikan secara lengkap, publik masih perlu menunggu dokumen resmi untuk mengetahui rincian temuan, opini auditor, serta informasi lain yang mungkin relevan.
Sorotan Terhadap Industri Stablecoin
Penyelesaian audit Tether juga terjadi ketika industri stablecoin semakin mendapat perhatian dari regulator dan pelaku pasar keuangan tradisional.
Stablecoin kini tidak hanya digunakan sebagai alat perdagangan di bursa kripto, tetapi juga berkembang untuk pembayaran lintas negara, transfer dana, dan berbagai layanan keuangan berbasis blockchain.
Tether sendiri terus memperluas penggunaan USDT dan investasi di sektor infrastruktur pembayaran digital. Pada 2026, perusahaan antara lain melakukan investasi pada sejumlah platform yang berfokus pada pembayaran lintas negara dan infrastruktur keuangan berbasis blockchain.
Audit Menjadi Ujian Transparansi Tether
Penyelesaian audit independen penuh pertama oleh KPMG US dapat menjadi momentum penting bagi Tether untuk memperkuat kepercayaan pasar.
Selama ini, perusahaan telah menerbitkan laporan cadangan secara berkala dan menggunakan jasa BDO untuk melakukan attestation. Dengan audit penuh, perhatian publik kini akan tertuju pada hasil pemeriksaan KPMG US dan sejauh mana laporan tersebut memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai kondisi keuangan serta cadangan Tether.
Baca Juga: Cara Menggunakan AI untuk Membaca Dampak Data Ekonomi terhadap Forex
Untuk saat ini, Tether menyatakan audit telah selesai, sementara laporan lengkapnya belum tersedia untuk publik. Karena itu, investor dan pengguna USDT sebaiknya membedakan antara fakta bahwa audit telah diselesaikan dan isi atau kesimpulan audit yang belum dipublikasikan.
Sumber: Investing.com, Reuters, dan Tether.
