BUMN Tekstil Baru Disiapkan, Diharapkan Perkuat Industri dan Serap Korban PHK


Tradingan – #Rencana #pembentukan #Badan #Usaha #Milik #Negara (#BUMN) baru di #sektor #tekstil kembali menjadi perhatian. Kehadiran BUMN tekstil yang dirancang oleh #Badan #Pengelola #Investasi Daya #Anagata #Nusantara (BPI #Danantara) diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat #industri tekstil nasional sekaligus membuka kembali kesempatan kerja bagi #masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (#PHK).

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto. Menurutnya, pembentukan BUMN baru di sektor tekstil harus diarahkan bukan sekadar mendirikan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem industri tekstil Indonesia.

BUMN Tekstil Baru Disiapkan Diharapkan Perkuat Industri dan Serap Korban PHK
BUMN Tekstil Baru Disiapkan, Diharapkan Perkuat Industri dan Serap Korban PHK

“Rencana pembentukan BUMN tekstil ini tentu menjadi langkah yang baik. Kita melihat dalam beberapa waktu terakhir banyak pekerja yang terdampak PHK akibat perusahaan tekstil mengalami tekanan. Karena itu, saya berharap BUMN tekstil baru ini dapat membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya,” kata Firnando dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Baca: CNG 3 Kg Mulai Gantikan LPG 3 Kg pada 2027, Jatah LPG Dipangkas Jadi 8 Juta MT

BUMN Tekstil Diharapkan Jadi Penggerak Industri

Menurut Firnando, tantangan industri tekstil tidak hanya berkaitan dengan keberadaan perusahaan yang mengalami tekanan bisnis. Ekosistem industri secara keseluruhan juga perlu diperkuat, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Karena itu, BUMN tekstil yang akan dibentuk diharapkan dapat bermitra dengan perusahaan tekstil yang sudah ada. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuka peluang pengembangan industri yang lebih terintegrasi sekaligus mengoptimalkan aset dan sumber daya yang masih mempunyai potensi.

Penguatan tersebut dapat mencakup peningkatan kapasitas produksi, modernisasi teknologi, pengembangan rantai pasok, hingga peningkatan efisiensi industri.

Firnando menekankan bahwa BUMN baru tersebut tidak seharusnya hanya berdiri sebagai perusahaan baru, melainkan harus mempunyai peran nyata dalam membangun kembali kekuatan industri tekstil nasional.

“BUMN ini harus bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan dunia pertekstilan Indonesia. Kita ingin industri tekstil nasional kembali kuat dan berjaya. Karena itu, jangan hanya membangun perusahaan baru, tetapi juga perkuat perusahaan yang sudah ada, tingkatkan teknologinya, ciptakan lapangan kerja, dan bangun ekosistem industri yang mampu bersaing,” ujarnya.

Sektor Hulu Jadi Perhatian

Salah satu sektor yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah industri tekstil bagian hulu. Firnando secara khusus mendorong agar produksi bahan baku, termasuk benang, dapat diperkuat di dalam negeri.

Penguatan sektor hulu dinilai penting karena industri tekstil nasional membutuhkan rantai pasok yang kuat untuk menopang proses produksi dari bahan baku hingga produk jadi.

Dengan meningkatnya kemampuan produksi bahan baku dalam negeri, ketergantungan terhadap impor diharapkan dapat ditekan. Pada saat yang sama, industri dalam negeri mempunyai peluang untuk membangun rantai produksi yang lebih terintegrasi.

“Menurut saya, sektor hulu harus menjadi salah satu fokus utama. Kalau BUMN baru bisa memperkuat produksi benang dan bahan baku tekstil lainnya di dalam negeri, ini akan sangat baik karena kita tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat industri tekstil dari hulu sampai hilir,” kata Firnando.

Baca: Akun Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Transaksi Aset Digital Capai Rp171 Triliun

Harapan untuk Korban PHK Industri Tekstil

Isu tenaga kerja menjadi salah satu perhatian dalam rencana pembentukan BUMN tekstil tersebut. Tekanan yang dialami sejumlah perusahaan tekstil dalam beberapa waktu terakhir telah berdampak terhadap pekerja.

Data terbaru yang diberitakan detikFinance pada September 2026 menunjukkan jumlah korban PHK secara nasional telah mencapai 53.490 orang pada 2026, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan. Pada periode yang sama, Jawa Barat tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah PHK terbesar, yakni 10.880 orang hingga Agustus 2026.

Dalam konteks tersebut, keberadaan BUMN tekstil baru diharapkan tidak hanya memperkuat sisi bisnis, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi tenaga kerja yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.

Namun, kemampuan menyerap tenaga kerja tentunya akan sangat bergantung pada skala usaha, kebutuhan produksi, investasi, serta strategi operasional perusahaan yang nantinya dibentuk.

Industri Tekstil Masih Menghadapi Berbagai Tantangan

Industri tekstil Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tekanan biaya produksi, persaingan pasar, kebutuhan modernisasi mesin, hingga persaingan dengan produk impor.

Perkembangan industri juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi rantai pasok global dan kemampuan perusahaan nasional dalam meningkatkan daya saing.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong penguatan industri tekstil. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah menyatakan industri tekstil bukan merupakan sektor yang akan ditinggalkan dan mendorong dukungan pembiayaan bagi pelaku industri. Pemerintah juga membuka peluang pemberian insentif fiskal berupa tax holiday bagi industri tekstil.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai BUMN tekstil baru merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia.

BUMN Baru Diharapkan Perkuat Rantai Pasok

Pembentukan BUMN tekstil juga diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat hubungan antara sektor hulu, industri antara, hingga sektor hilir.

Jika rantai pasok dapat terintegrasi dengan baik, perusahaan tekstil di dalam negeri berpotensi memperoleh dukungan produksi yang lebih kuat. Integrasi tersebut juga dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi.

Namun, pembentukan perusahaan baru tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Aspek teknologi, efisiensi, investasi, tata kelola, daya saing dan kebutuhan pasar perlu menjadi bagian penting dalam perancangannya.

Tidak Cukup Sekadar Mendirikan Perusahaan

Firnando berharap keberhasilan BUMN tekstil nantinya tidak hanya dilihat dari berdirinya sebuah perusahaan baru. Ukuran keberhasilan yang lebih luas adalah sejauh mana perusahaan tersebut mampu memberikan dampak terhadap industri nasional.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kemampuan memperkuat perusahaan tekstil yang sudah ada, meningkatkan teknologi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat produksi bahan baku dalam negeri, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Dengan demikian, BUMN tekstil baru diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih besar, bukan berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan pelaku industri lainnya.

Peluang Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia

Rencana pembentukan BUMN tekstil datang di tengah upaya pemerintah untuk kembali memperkuat industri tekstil nasional. Sektor ini memiliki rantai industri yang luas dan melibatkan banyak tenaga kerja.

Karena itu, penguatan industri tekstil tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lapangan pekerjaan, investasi, produksi bahan baku, hingga kemampuan produk Indonesia bersaing di pasar global.

Bagi pekerja yang terdampak PHK, keberadaan industri yang kembali tumbuh dapat membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan kembali. Sementara bagi dunia usaha, penguatan ekosistem industri dapat menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Baca: Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM Link Kini Bisa untuk Nasabah Bank dan Fintech, Begini Cara Kerjanya

Pada akhirnya, keberhasilan BUMN tekstil baru akan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan tersebut dirancang, dikelola, bekerja sama dengan industri yang sudah ada, serta menjalankan strategi penguatan industri dari hulu hingga hilir.

Catatan: Informasi mengenai pembentukan BUMN tekstil dalam artikel ini mengikuti pemberitaan dan pernyataan pihak terkait pada September 2026. Rencana pembentukan perusahaan dan implementasinya dapat mengalami perubahan sesuai keputusan pemerintah dan BPI Danantara.

One Reply to “BUMN Tekstil Baru Disiapkan, Diharapkan Perkuat Industri dan Serap Korban PHK”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca