Tradingan – #Masyarakat kini semakin mendapatkan #kemudahan dalam #mengakses #uang tunai #melalui #layanan #perbankan #digital. #Nasabah #bank dan pengguna #perusahaan #teknologi #finansial atau #fintech dapat melakukan tarik tunai tanpa kartu fisik melalui #jaringan #ATM #Link.
Layanan tersebut dikembangkan melalui kerja sama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dengan sejumlah bank dan perusahaan fintech. Teknologi yang digunakan dikenal sebagai Cardless Cash Withdrawal (CCW) atau layanan tarik tunai tanpa kartu.

Baca: Analis Sebut Bitcoin Masuk Bull Market Baru, Target Harga BTC $250.000 pada 2029
Melalui layanan ini, pengguna dapat memulai transaksi dari aplikasi bank atau aplikasi layanan keuangan digital yang digunakan. Setelah proses transaksi dilakukan melalui aplikasi, pengguna dapat mengambil uang tunai melalui jaringan ATM Link tanpa harus memasukkan kartu debit atau kartu ATM.
Informasi mengenai kerja sama tersebut disampaikan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) – Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Tarik Tunai Tanpa Kartu Jadi Bagian dari Transformasi Digital
Perkembangan transaksi digital membuat masyarakat semakin terbiasa melakukan pembayaran dan berbagai aktivitas keuangan melalui smartphone. Namun, kebutuhan terhadap uang tunai masih tetap ada.
Jalin menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat konektivitas antara layanan digital dan jaringan fisik seperti ATM menjadi semakin penting.
Direktur Jalin, Eko Dedi Rukminto, mengatakan perkembangan layanan digital tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap kanal fisik.
Menurutnya, perubahan perilaku transaksi justru mendorong kebutuhan terhadap layanan yang dapat menghubungkan aplikasi digital dengan akses uang tunai secara lebih mudah.
“Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara lebih efisien sekaligus memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Transaksi Digital Tumbuh Pesat, Uang Tunai Masih Dibutuhkan
Fenomena tersebut terlihat dari data transaksi pembayaran di Indonesia.
Bank Indonesia mencatat volume pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 40,36 persen secara tahunan.
Sementara itu, transaksi melalui mobile banking juga mencatat pertumbuhan sebesar 47,08 persen.
Meski transaksi digital meningkat pesat, kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal masih tetap berjalan. Pada periode yang sama, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,88 persen menjadi Rp1.332 triliun.
Data tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan pembayaran digital tidak serta-merta membuat kebutuhan uang tunai hilang. Masyarakat masih menggunakan kedua kanal tersebut sesuai kebutuhan.
Cara Kerja Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM Link
Secara umum, konsep Cardless Cash Withdrawal memungkinkan pengguna memulai transaksi melalui aplikasi keuangan sebelum mengambil uang di ATM.
Dengan demikian, kartu fisik bukan lagi menjadi satu-satunya sarana untuk mengakses uang tunai di ATM yang mendukung layanan tersebut.
Alur transaksinya pada dasarnya menghubungkan tiga komponen utama, yakni:
- Aplikasi bank atau fintech sebagai tempat pengguna memulai transaksi.
- Sistem pembayaran yang memproses dan menghubungkan transaksi.
- ATM Link sebagai kanal fisik untuk mengambil uang tunai.
Namun, mekanisme, menu aplikasi, kode transaksi, batas nominal, serta ketentuan lainnya dapat berbeda tergantung bank atau perusahaan fintech yang digunakan. Pengguna perlu mengikuti petunjuk yang tersedia pada aplikasi masing-masing.
Baca: Cardano Masuk Standar x402, Harga ADA Naik 4% dan Tembus Level Tertinggi 4 Bulan
BCA Syariah, SeaBank dan HiBank Ikut Mengembangkan Layanan
Jalin resmi menjalin kerja sama dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, serta sejumlah perusahaan teknologi finansial untuk mengembangkan layanan CCW.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas layanan keuangan sehingga transaksi tidak berhenti hanya di kanal digital.
Dengan dukungan infrastruktur yang sudah tersedia, bank maupun fintech dapat memberikan alternatif akses tunai tanpa harus selalu membangun jaringan ATM sendiri.
Bagi masyarakat, konsep tersebut memberikan pilihan baru. Transaksi dapat dimulai dari aplikasi yang digunakan sehari-hari, kemudian uang tunai diambil melalui jaringan ATM yang terhubung.
Keuntungan Tarik Tunai Tanpa Kartu bagi Nasabah
Layanan tarik tunai tanpa kartu menawarkan sejumlah kemudahan bagi pengguna.
1. Tidak Perlu Membawa Kartu ATM
Pengguna tidak harus selalu membawa kartu fisik ketika membutuhkan uang tunai. Selama fitur tersedia pada aplikasi dan ATM yang digunakan, proses penarikan dapat dilakukan menggunakan mekanisme cardless.
2. Menghubungkan Transaksi Digital dengan Uang Tunai
Layanan ini menjadi jembatan antara transaksi digital dan kebutuhan uang tunai. Pengguna dapat mengawali transaksi melalui smartphone dan menyelesaikannya di ATM.
3. Memperluas Akses Layanan Keuangan
Bagi bank dan fintech, pemanfaatan jaringan ATM yang sudah tersedia dapat membantu memperluas akses layanan tanpa harus mengembangkan jaringan ATM sendiri di berbagai lokasi.
4. Lebih Praktis bagi Pengguna Digital
Masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan mobile banking maupun aplikasi fintech mendapatkan pilihan tambahan ketika membutuhkan uang tunai.
Bukan Berarti ATM dan Uang Tunai Akan Hilang
Pertumbuhan transaksi digital sering kali dikaitkan dengan berkurangnya penggunaan uang tunai. Namun, data yang disampaikan dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa kedua kebutuhan masih berjalan bersamaan.
Masyarakat menggunakan pembayaran digital untuk berbagai kebutuhan, sementara uang tunai tetap dibutuhkan untuk transaksi tertentu.
Karena itu, integrasi antara aplikasi digital dengan jaringan ATM menjadi salah satu bentuk perkembangan ekosistem pembayaran yang menyesuaikan dengan pola transaksi masyarakat.
Fintech Mendapatkan Akses ke Jaringan ATM
Bagi industri fintech, pengembangan CCW juga memiliki arti penting karena memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan uang tunai.
Selama ini, layanan keuangan digital identik dengan transaksi melalui smartphone. Dengan adanya konektivitas menuju jaringan ATM, layanan fintech dapat terhubung dengan kanal fisik untuk kebutuhan penarikan uang.
Jalin menyebut kolaborasi tersebut dapat membantu perusahaan fintech memberikan pilihan akses tunai melalui aplikasi yang digunakan pengguna.
ATM Link dan Masa Depan Layanan Keuangan Digital
Perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor keuangan tidak selalu berarti menghilangkan layanan fisik.
Sebaliknya, layanan digital dan fisik dapat saling terhubung. Pengguna dapat memulai transaksi melalui aplikasi, sementara proses akhirnya dilakukan melalui infrastruktur fisik seperti ATM.
Eko Dedi Rukminto menyampaikan bahwa pengalaman pengguna ke depan tidak semata-mata bergantung pada pihak yang memiliki jumlah kanal fisik terbanyak.
Transaksi dapat dimulai dari aplikasi bank maupun fintech dan kemudian diselesaikan melalui jaringan ATM yang saling terhubung, termasuk ATM Link.
Apa yang Perlu Diperhatikan Pengguna?
Meskipun tarik tunai tanpa kartu memberikan kemudahan, pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan transaksi.
Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi dari bank atau perusahaan fintech. Jangan memberikan PIN, kode OTP, kode transaksi, maupun informasi keamanan lainnya kepada orang lain.
Pengguna juga sebaiknya memeriksa kembali nominal penarikan sebelum menyelesaikan transaksi dan memastikan transaksi dilakukan melalui ATM yang mendukung fitur tersebut.
Ketentuan mengenai biaya administrasi, nominal minimum dan maksimum penarikan, masa berlaku kode transaksi, serta ketersediaan layanan dapat mengikuti kebijakan masing-masing penyedia layanan.
Digitalisasi Keuangan Semakin Terhubung
Pengembangan Cardless Cash Withdrawal (CCW) di jaringan ATM Link memperlihatkan arah perkembangan ekosistem keuangan Indonesia yang semakin terintegrasi.
Di satu sisi, transaksi digital dan mobile banking terus mengalami pertumbuhan. Di sisi lain, masyarakat masih membutuhkan akses terhadap uang tunai.
Baca: BitMine Borong 27.562 Ethereum, Kini Pegang 5,98 Juta ETH Senilai US$16,3 Miliar
Kolaborasi antara bank, fintech, perusahaan infrastruktur pembayaran dan jaringan ATM menjadi salah satu cara untuk menghubungkan kedua kebutuhan tersebut.
Dengan konsep ini, pengguna tidak hanya mendapatkan pilihan melakukan transaksi secara digital, tetapi juga memiliki akses yang lebih fleksibel ketika membutuhkan uang tunai.
Bagi industri keuangan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar memindahkan transaksi ke aplikasi, tetapi juga membangun konektivitas antara berbagai kanal layanan agar dapat digunakan secara lebih terintegrasi.
Catatan: Ketersediaan fitur tarik tunai tanpa kartu, bank atau fintech yang dapat digunakan, ATM yang mendukung, biaya transaksi, limit penarikan, serta tata cara penggunaannya dapat berbeda menurut penyedia layanan. Pengguna sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui aplikasi atau kanal resmi penyedia layanan masing-masing.
