Tradingan – #Minat #generasi #muda terhadap #investasi #pasar #modal #Indonesia terus menunjukkan #perkembangan. #Kondisi tersebut terlihat dari #dominasi #investor berusia #muda sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap #edukasi mengenai berbagai #instrumen investasi.
Melihat perkembangan tersebut, Ajaib memperkuat kegiatan edukasi pasar modal dengan menjadi mitra edukasi dalam program Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, Ajaib memperkenalkan Exchange Traded Fund (ETF) kepada para peserta sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat dipelajari oleh investor, termasuk investor pemula.
Baca: 6 Perusahaan Antre IPO di BEI 2026, Dua Punya Aset di Atas Rp250 Miliar
Kegiatan edukasi yang digelar di Surabaya tersebut diikuti lebih dari 50 peserta. Mayoritas peserta berasal dari kalangan generasi muda yang menunjukkan antusiasme untuk memahami investasi dan pasar modal sejak dini.
Ajaib Edukasi Generasi Muda tentang ETF
Dalam Sekolah Pasar Modal tersebut, Ajaib menghadirkan Financial Expert Ajaib, Ratih Mustikoningsih, untuk memberikan pemahaman mengenai ETF.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ETF, mekanisme perdagangan, hingga pentingnya memahami manajemen risiko sebelum melakukan investasi.
Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan dan interaksi selama sesi berlangsung. Hal tersebut menunjukkan adanya ketertarikan generasi muda di Surabaya untuk mengetahui lebih jauh mengenai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal.
Menurut Ratih, ETF menjadi salah satu instrumen yang semakin mendapatkan perhatian karena memiliki mekanisme perdagangan dan karakteristik yang perlu dipahami oleh investor.
“ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena risikonya lebih terukur dan likuiditasnya baik, sehingga cocok untuk investor pemula,” ujar Ratih dalam keterangan yang dikutip detikFinance.
Meski demikian, pemahaman mengenai risiko tetap menjadi bagian penting dalam edukasi investasi. Investor perlu memahami karakteristik instrumen yang dipilih sebelum menempatkan dana.
Investor Berusia di Bawah 30 Tahun Mendominasi
Program edukasi tersebut sejalan dengan perkembangan demografi investor pasar modal Indonesia.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa hingga Juli 2026, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun mencapai 53,85% dari total investor ekuitas domestik.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi generasi muda dalam perkembangan basis investor ritel di Indonesia.
Pertumbuhan investor muda juga membuat edukasi keuangan menjadi semakin penting. Bertambahnya jumlah investor perlu diikuti dengan pemahaman mengenai cara kerja pasar modal, risiko investasi, diversifikasi, serta strategi pengelolaan keuangan.
Bagi investor pemula, mengenal instrumen investasi tidak hanya berkaitan dengan potensi keuntungan, tetapi juga memahami kemungkinan risiko yang dapat terjadi.
Baca: JustMarkets Memperluas Pilihan Instrumen untuk Trader
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 31,63 Juta SID
Pertumbuhan investor juga tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) secara nasional.
Berdasarkan data BEI per 15 September 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31.632.107 SID.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari 11,28 juta investor baru sepanjang 2026 dan tumbuh sekitar 55,45% dibandingkan posisi akhir 2025, berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem pasar modal.
Namun, peningkatan jumlah investor juga menjadi tantangan bagi industri keuangan untuk memastikan masyarakat memperoleh edukasi yang memadai sebelum mengambil keputusan investasi.
Mengenal ETF bagi Investor Pemula
ETF atau Exchange Traded Fund merupakan salah satu instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa. Secara umum, ETF menggabungkan karakteristik produk investasi yang mengikuti suatu indeks atau kumpulan aset dengan mekanisme perdagangan di bursa.
Karena diperdagangkan di bursa, investor perlu memahami mekanisme transaksi serta faktor yang dapat memengaruhi harga dan risiko instrumen tersebut.
Dalam edukasi yang dilakukan Ajaib di Surabaya, peserta diperkenalkan pada mekanisme perdagangan ETF sekaligus aspek manajemen risiko.
Bagi investor pemula, pemahaman semacam ini penting agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau popularitas suatu produk.
Ajaib Perluas Edukasi Pasar Modal
Keterlibatan Ajaib dalam Sekolah Pasar Modal di Surabaya menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas edukasi dan literasi keuangan.
Ajaib menyatakan ingin membantu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap investasi sekaligus memperluas akses terhadap ekosistem keuangan dan pasar modal.
AVP Digital Marketing & Branding Ajaib, Azizah, mengatakan pertumbuhan investor Indonesia merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyebut semakin banyak anak muda yang mulai berinvestasi menjadi bagian dari perkembangan ekosistem pasar modal Indonesia.
Bagi perusahaan, pertumbuhan investor bukan semata-mata mengenai peningkatan jumlah SID. Edukasi juga diperlukan agar investor baru memahami instrumen yang digunakan dan risiko yang menyertainya.
Edukasi Investasi Menjangkau Berbagai Daerah
Program edukasi Ajaib tidak hanya dilakukan di Surabaya. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rangkaian edukasi sebelumnya telah menjangkau sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.
Perluasan kegiatan edukasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya jumlah masyarakat yang masuk ke pasar modal.
Dengan semakin beragamnya produk investasi yang tersedia, investor membutuhkan informasi yang memadai untuk memahami perbedaan karakteristik masing-masing instrumen.
Generasi Muda dan Masa Depan Pasar Modal Indonesia
Dominasi investor muda menjadi salah satu perubahan penting dalam perkembangan pasar modal Indonesia.
Kehadiran generasi muda sebagai kelompok investor terbesar membuka peluang bagi pertumbuhan industri investasi, tetapi sekaligus menuntut peningkatan literasi keuangan.
Investor baru perlu memahami bahwa investasi memiliki risiko dan tidak selalu menghasilkan keuntungan. Faktor seperti kondisi pasar, jenis aset, tujuan investasi, jangka waktu, serta profil risiko dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam memilih instrumen investasi.
Baca Juga: JustMarkets Memperbarui Ketentuan Trading: Apa yang Berubah?
Karena itu, edukasi mengenai ETF dan instrumen pasar modal lainnya menjadi relevan seiring semakin banyaknya masyarakat yang mulai berinvestasi.
Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal di Surabaya, Ajaib bersama BEI mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal pasar modal secara lebih mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Pada akhirnya, pertumbuhan jumlah investor di Indonesia tidak hanya diukur dari banyaknya SID yang tercatat, tetapi juga dari kemampuan investor memahami produk keuangan, mekanisme transaksi, serta risiko investasi yang mereka pilih.

[…] Baca Juga: Investor Muda Dominasi Pasar Modal 2026, Ajaib Kenalkan ETF di Surabaya […]