Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangan pada Kuartal II 2026, Total Kepemilikan Lampaui 146 Ton


Tradingan – #Tether, #perusahaan #penerbit #stablecoin #terbesar di #dunia, #kembali #memperkuat #posisi #cadangan #asetnya #dengan #menambah 14 metrik ton emas fisik sepanjang kuartal kedua (April–Juni) 2026. Dengan penambahan tersebut, total kepemilikan emas perusahaan kini telah melampaui 146 metrik ton, menjadikannya salah satu pemegang emas korporasi terbesar di industri aset digital.

Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangan pada Kuartal II 2026 Total Kepemilikan Lampaui 146 Ton
Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangan pada Kuartal II 2026, Total Kepemilikan Lampaui 146 Ton

Baca: Cardano Melonjak 10,19 Persen dalam Sehari, Kapitalisasi Pasar Tembus USD 6,78 Miliar

Langkah ini diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan kuartalan Tether yang menunjukkan strategi perusahaan dalam memperkuat cadangan aset sebagai penjamin stablecoin USDT serta stablecoin berbasis emas XAUT.

Nilai Cadangan Emas Tembus US$18,8 Miliar

Berdasarkan laporan terbaru, nilai cadangan emas yang dimiliki Tether mencapai sekitar US$18,8 miliar hingga akhir Juni 2026. Emas tersebut menjadi bagian penting dari diversifikasi cadangan perusahaan yang selama ini didominasi oleh surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

Selain emas, Tether juga memiliki portofolio aset lain berupa kas, setara kas, perjanjian repo, serta Bitcoin yang digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan cadangan.

Pembelian Emas Meningkat Signifikan

Pembelian emas Tether pada kuartal kedua meningkat tajam dibandingkan kuartal pertama yang hanya sekitar 6 ton. Menariknya, aksi akumulasi tersebut dilakukan ketika harga emas dunia mengalami koreksi sekitar 14% selama kuartal kedua, yang merupakan salah satu penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Keputusan membeli emas saat harga terkoreksi dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperoleh aset lindung nilai dengan harga yang lebih menarik.

CEO Tether: Terus Perkuat Cadangan

CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan perusahaan tetap menjadi salah satu pembeli terbesar surat utang pemerintah Amerika Serikat di dunia. Selain itu, perusahaan juga berhasil mengurangi pinjaman berbasis agunan (secured loans) sekitar US$2,38 miliar sambil terus menambah kepemilikan emas fisik.

Menurut Ardoino, strategi tersebut bertujuan menjaga kualitas cadangan perusahaan agar tetap likuid, aman, dan mampu memenuhi seluruh kewajiban terhadap pemegang USDT.

Baca: Viral Mentan Amran Bongkar Praktik Culas Beras Fortifikasi, Rugikan Konsumen dan Negara Rp127 Triliun

Laba Operasional Capai US$1,5 Miliar

Selain meningkatkan cadangan emas, Tether juga mencatat laba operasional bersih sebesar US$1,5 miliar pada kuartal kedua 2026. Pendapatan tersebut terutama berasal dari investasi pada surat utang pemerintah AS dan transaksi repo.

Hingga akhir Juni 2026, total aset perusahaan mencapai sekitar US$187,75 miliar, sementara total kewajiban berada di kisaran US$183,64 miliar, sehingga masih terdapat cadangan surplus lebih dari US$4 miliar sebagai bantalan likuiditas perusahaan.

USDT Tetap Didukung Cadangan yang Kuat

USDT merupakan stablecoin terbesar di dunia dengan nilai peredaran sekitar US$184 miliar dan menguasai lebih dari 60% pangsa pasar stablecoin global. Setiap token USDT diterbitkan dengan dukungan cadangan aset yang dirancang agar dapat ditukarkan kembali dengan dolar AS sesuai ketentuan perusahaan.

Sementara itu, produk Tether Gold (XAUT) sepenuhnya didukung oleh emas fisik yang disimpan perusahaan, sehingga memberikan alternatif bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap emas melalui aset digital.

Strategi Diversifikasi Cadangan

Dalam beberapa tahun terakhir, Tether terus memperluas komposisi cadangannya dengan menambah kepemilikan emas dan Bitcoin di samping investasi besar pada surat utang pemerintah AS.

Strategi diversifikasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko, meningkatkan ketahanan keuangan perusahaan, serta menjaga kepercayaan pengguna USDT di tengah volatilitas pasar aset kripto dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Resmi Putusan MK Anggaran Pendidikan tak Boleh Dipakai untuk MBG

Prospek Ke Depan

Dengan total kepemilikan emas yang kini melampaui 146 ton, Tether menunjukkan komitmennya untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan melalui aset riil. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap stablecoin dan perkembangan industri aset digital, strategi penambahan emas diperkirakan akan terus menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas cadangan perusahaan.

One Reply to “Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangan pada Kuartal II 2026, Total Kepemilikan Lampaui 146 Ton”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca