Tradingan – #Pada #awal #tahun #2026, #pasar #saham #Indonesia #kembali #menyita #perhatian #pelaku #pasar global dan domestik seiring keputusan penting dari Supreme Court of the United States (SCOTUS). Keputusan Mahkamah Agung AS tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca juga: Konsep “Price Memory” dalam Chart Trading

🧠 Latar Belakang Sentimen Global dan Kebijakan Tarif AS
Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif impor yang sebelumnya diinisiasi oleh Presiden Donald Trump. Namun, di sisi lain, Trump langsung mengumumkan kebijakan kenaikan bea masuk global menjadi 15%, sehingga menciptakan dinamika yang berpotensi memengaruhi pasar saham secara signifikan.
Menurut analis pasar modal, pembatalan sebagian tarif ini sebenarnya bisa menjadi katalis positif bagi pasar saham negara berkembang seperti Indonesia, terutama karena tekanan eksternal dapat mereda dan memperbaiki ekspektasi investor terhadap aset domestik.
📊 Dampak Putusan SCOTUS terhadap Pasar Saham Indonesia
Beberapa pakar pasar memandang putusan SCOTUS ini sebagai momentum untuk memperbaiki sentimen investor yang sempat tertekan. Hal ini dikarenakan tekanan dari lembaga pemeringkat seperti MSCI dan Moody’s terhadap pasar saham Indonesia dapat mulai mereda.
Namun, tidak semua pihak optimistis. Kepala Riset di salah satu sekuritas besar menyatakan bahwa persaingan global bisa meningkat, terutama bagi sektor manufaktur Indonesia yang mungkin akan memikirkan kembali lokasi produksi karena beban tarif dan nilai tukar rupiah yang menguat.
Baca Juga: Mengapa Break Structure Tidak Selalu Valid dalam Trading?
🏦 Kebijakan Domestik yang Mendukung Stabilitas Pasar
Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama lembaga pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) juga aktif melakukan serangkaian kebijakan untuk memitigasi tekanan eksternal dan menjamin stabilitas pasar modal.
Beberapa langkah yang diambil termasuk penegakan hukum pada manipulasi pasar, serta pembersihan praktik yang merugikan investor, seperti sanksi terhadap pelaku manipulasi harga saham tertentu.
📌 Proyeksi IHSG dalam Jangka Menengah
Dengan berbagai sentimen yang ada — baik dari global maupun domestik — analis memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk menguat, dengan potensi konsolidasi di area support dan resistance tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki fundamental yang kuat untuk bergerak naik.
💡 Kesimpulan Utama
Baca Juga: Dolar AS Tidak Bergerak Signifikan Setelah Rilis Data Inflasi Januari 2026 – Analisis & Dampaknya
- Putusan SCOTUS AS memberi sinyal positif bagi sentimen pasar Indonesia, namun tetap mengandung ketidakpastian akibat kebijakan tarif baru.
- Sentimen global dan domestik berperan besar terhadap arah IHSG di 2026.
- Tindakan OJK dan BEI mendukung stabilitas pasar melalui pengawasan dan penegakan hukum.
- IHSG berpeluang menguat dalam jangka menengah dengan proyeksi teknikal berdasarkan support-resistance.



