Dolar AS Tidak Bergerak Signifikan Setelah Rilis Data Inflasi Januari 2026 – Analisis & Dampaknya


Tradingan – #Pada #sesi #perdagangan #awal #Jumat, #Indeks Dolar AS (DXY) #hanya #bergerak #tipis #sekitar #level 97.00 #meskipun laporan inflasi terbaru Amerika Serikat dirilis. Data inflasi tersebut menunjukkan tren perlambatan yang lebih dalam dari ekspektasi pasar, namun pasar tetap tenang dan tidak memicu aksi jual besar terhadap Dolar AS.

Baca juga: OJK Jatuhkan Sanksi Rp 5,35 Miliar kepada Influencer Saham Inisial BVN: Fakta Lengkap Kasus Manipulasi Perdagangan Saham

Dolar AS Tidak Bergerak Signifikan Setelah Rilis Data Inflasi Januari 2026 – Analisis & Dampaknya

📉 Rekapitulasi Data Inflasi AS

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan:

  • Inflasi bulanan (CPI) naik sebesar +0,2% pada Januari 2026, lebih rendah dari perkiraan +0,3%.
  • Inflasi tahunan CPI melambat menjadi 2,4%, lebih dalam dibanding proyeksi konsensus 2,5%.

Perlambatan ini menunjukkan bahwa tekanan harga utama di ekonomi terbesar dunia sedang mereda, sejalan dengan tren menurun inflasi yang dicatat sejak awal tahun berjalan. Namun respon pasar tetap relatif datar, memperlihatkan sentimen wait-and-see yang dominan di kalangan investor.

Baca juga: Mengapa Fundamental Bagus Tidak Selalu Membuat Harga Naik

📊 Respons Pasar dan Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve

Setelah data tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan, banyak analis memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan tetap bersikap hati-hati dalam perubahan suku bunga. Ekspektasi pasar masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga (rate cut) sepanjang 2026, dengan kemungkinan dilaksanakan pertama kali sekitar pertengahan tahun ini.

Menurut Brent Schutte – Kepala Petugas Investasi di Northwestern Mutual Wealth Management – pasar saat ini cenderung mengamati dinamika inflasi dan momentum ekonomi secara lebih mendetail sebelum mengambil keputusan besar. Kecenderungan “tahan diri” ini semakin kuat karena data inflasi inti menunjukkan tren turun, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong kebijakan moneter agresif.

🧠 Apa Artinya Bagi Trader & Investor

  • 📌 Konsolidasi DXY: Dolar AS kemungkinan tetap bergerak sideways untuk beberapa waktu ke depan, sambil menunggu data fundamental berikutnya seperti data tenaga kerja dan CPI lainnya.
  • 🔍 Sentimen Market: Sentimen risk-off mungkin tetap moderat selama pasar menunggu sinyal kebijakan moneter dari The Fed.
  • 📈 Strategi Trading: Trader jangka pendek bisa menyesuaikan strategi dengan volatilitas rendah, sementara investor jangka panjang tetap waspada terhadap perubahan kebijakan The Fed dan indikator ekonomi utama.

Baca Juga: Analisis Fundamental Market Derivatives: Futures vs Spot

📌 Kesimpulan

Meskipun data inflasi Januari lebih rendah dari ekspektasi pasar, kurs Dolar AS tidak mengalami pergerakan tajam dan mempertahankan levelnya. Respon pasar yang datar mencerminkan pendekatan hati-hati pelaku pasar, dengan fokus pada prospek kebijakan moneter The Fed di sisa tahun 2026.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.