Tradingan.com – Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir lagi ke kisaran 99.40 pada perdagangan hari Kamis (17/April). Amerika Serikat melanjutkan negosiasi perdagangan dengan beberapa mitra dagang utama, tetapi pelaku pasar semakin mengkhawatirkan eskalasi konflik Washington-Beijing.
Lihat: Kurs Dollar Hari Ini

Media massa melaporkan negosiasi Amerika Serikat dengan Inggris berlangsung lancar. Wapres AS JD Vance mengatakan kedua negara kemungkinan akan segera mencapai “kesepakatan besar”. Negosiasi AS-Jepang akan dimulai minggu ini, sedangkan negosiasi AS-Korsel akan dimulai minggu depan.
Akan tetapi, belum ada kabar baik terkait China dan Uni Eropa. Gedung Putih justru merilis ancaman baru untuk China pada hari Selasa. Jubir Gedung Putih mengatakan “lebih dari 75 negara telah menghubungi untuk membahas perjanjian perdagangan baru”, tetapi China justru menggetok tarif balasan.
Baca: Perang Tarif AS Dan China Kian Memanas, Harga Emas Naik Tinggi
Oleh karena itu, mereka mengisyaratkan dapat menaikkan total tarif impor atas barang-barang asal China sampai 245%. Lin Jian, Jubir Kementerian Luar Negeri China, mengatakan Beijing telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya serta menjamin keadilan internasional. Namun, ia tidak membahas masalah negosiasi.
“China telah berulang kali menyatakan sikap tegasnya terhadap isu tarif. Perang tarif diprakarsai oleh AS. Jika Amerika Serikat benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog, mereka harus berhenti memberikan tekanan maksimal,”kata Lin.
Pada hari yang sama, sejumlah rumor baru memperkeruh situasi. Trump mengisyaratkan kemungkinan memaksa negara-negara untuk memilih antara berhubungan dagang dengan AS atau China. Anggota Kongres AS dari partai Republik mengajukan proposal legislasi untuk meningkatkan pajak atas para pemilik aset keuangan AS yang bertempat tinggal di “negara yang diskriminatif” (mis. China) serta “negara yang menerapkan pajak atas produk digital” (mis. Uni Eropa, Kanada). Padahal, tarif untuk impor perangkat elektronik juga masih simpang siur.
Rumor-rumor tersebut memotivasi investor untuk terus melego aset-aset keuangan asal Amerika Serikat. Di saat yang sama, trio safe haven Yen-Franc-Euro semakin naik daun. iklan Saat berita ditulis, USD/JPY terpantau melemah sekitar 0.5% pada 142.50-an. EUR/USD melesat 0.9% kembali ke 1.1390-an. Lebih parah lagi, USD/CHF longsor lebih dari 1% sampai 0.8130-an. Aksi jual USD/CHF semakin marak berkat spekulasi bahwa Swiss National Bank (SNB) tidak akan melaksanakan intervensi mata uang di tengah ketidakpastian pasar global.



