Saham BMRI, BBCA, BBNI Melemah Sementara BBRI dan BBTN Menguat di Pasar 11 Februari 2026


Tradingan – #Pasar #saham #Indonesia #kembali #menyoroti #pergerakan #sektor #perbankan #yang #menjadi #salah #satu #penopang #utama #Indeks #Harga #Saham #Gabungan (IHSG). Pada perdagangan terbaru, saham-saham bank besar menunjukkan kinerja yang bervariasi, mencerminkan dinamika sentimen investor di tengah pengaruh faktor global dan domestik. Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin cermat dalam membaca peluang, terutama pada saham bank berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN.

Baca juga: Wait-for-Close Strategy: Entry Hanya Setelah Candle Tutup

BMRI, BBCA, BBNI Melemah Sementara BBRI dan BBTN Menguat di Pasar 11 Februari 2026

Perubahan harga saham perbankan tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja fundamental emiten, tetapi juga arus modal asing, kebijakan suku bunga, serta perkembangan ekonomi makro. Oleh karena itu, memahami arah pergerakan saham bank hari ini menjadi penting bagi investor yang ingin menyusun strategi investasi jangka pendek maupun panjang di pasar modal Indonesia.

Pada penutupan perdagangan Rabu (11 Februari 2026), saham-saham besar di sektor perbankan Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam, mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati terhadap saham bank domestik.

Data perdagangan menunjukkan bahwa saham emiten besar seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami koreksi dan berada di zona merah, artinya harga saham mereka turun dibanding hari sebelumnya. Sementara itu, saham bank lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru menguat dan ditutup di zona hijau.

📉 Rincian Pergerakan Saham Utama

Berikut ringkasan pergerakan harga saham perbankan pada penutupan perdagangan:

Baca Juga: One-Session-One-Trade Rule Strategy: Strategi Sederhana untuk Membangun Disiplin dan Konsistensi Trading

  • BBTN mencatat penguatan signifikan sebesar 3,86% ke level Rp1.345.
  • BBRI menguat 0,53% ke harga Rp3.800.
  • BBCA terkoreksi 0,33% ke Rp7.450.
  • BBNI turun 0,67% ke level Rp4.480.
  • BMRI mencatat penurunan cukup tajam 1,47% ke Rp5.025.
    Selain itu, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga melemah.

📌 Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Saham

Menurut analis pasar dari Kiwoom Sekuritas, salah satu faktor yang memberi tekanan pada saham perbankan adalah perubahan indeks global MSCI yang memengaruhi arus modal asing ke pasar saham domestik. Meskipun begitu, fundamental perbankan Indonesia tetap kuat secara jangka menengah, yang ditentukan oleh arah suku bunga, pertumbuhan kredit, dan kualitas aset bank.

Analis tersebut juga menyoroti bahwa saham bank yang secara reguler memberikan dividen memiliki daya tarik tersendiri bagi investor, terutama dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Strategi akumulasi bertahap disarankan untuk investor yang ingin masuk ke saham perbankan saat pasar terkoreksi.

📈 Potensi dan Strategi Investasi

Investor yang sedang menimbang investasi di sektor perbankan Indonesia disarankan mempertimbangkan:

  • Saham dividen tinggi sebagai opsi jangka menengah-panjang
  • Strategi akumulasi bertahap saat terjadi koreksi pasar
  • Memperhatikan indikator makro seperti suku bunga BI dan neraca kredit bank

Baca Juga: Harga Bitcoin Menguat: Sinyal Bottom Pertama dalam 3 Tahun dan Tekanan Jual Berkurang

Dengan pendekatan yang matang, sektor perbankan tetap bisa menjadi pilihan investasi menarik meskipun mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.