Prospek Dividen Saham Bank 2026: BBRI, BMRI, BBNI hingga BBTN Siap Bagi Dividen Besar


Tradingan – #Sejumlah #emiten #perbankan #besar di #Indonesia #diperkirakan #kembali #membagikan #dividen kepada pemegang saham pada tahun ini. Kebijakan dividen tersebut tetap dijaga meskipun pertumbuhan laba bank tidak setinggi tahun sebelumnya.

Baca juga: Psikologi Menunggu Harga Kembali ke Entry dalam Trading

Prospek Dividen Saham Bank 2026: BBRI, BMRI, BBNI hingga BBTN Siap Bagi Dividen Besar

Strategi pembagian dividen dinilai penting untuk mempertahankan daya tarik saham sektor perbankan di pasar modal sekaligus memberikan imbal hasil bagi investor. Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa kondisi permodalan bank-bank besar di Indonesia masih berada dalam kondisi kuat dan stabil.

Bank-bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk menunjukkan komitmen untuk tetap membagikan dividen kepada pemegang saham dengan rasio yang relatif menarik.


BRI Berpotensi Membagikan Dividen Puluhan Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu bank yang berpotensi membagikan dividen besar. Pada tahun 2024, BRI membagikan dividen sebesar 86% dari laba bersihnya atau setara Rp 51,85 triliun.

Pada tahun 2025, laba bersih BRI tercatat Rp 57,13 triliun, meskipun mengalami penurunan sekitar 5,26% secara tahunan. Jika rasio dividen tetap dipertahankan pada level yang sama, potensi dividen yang akan dibagikan bisa mencapai sekitar Rp 49,13 triliun.

Direktur Utama BRI menyebutkan bahwa kebijakan dividen akan mempertimbangkan beberapa faktor utama, seperti:

  • Struktur permodalan bank
  • Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR)
  • Rencana ekspansi bisnis ke depan

Pada akhir 2025, rasio CAR BRI tercatat sekitar 23,52%, menunjukkan kondisi permodalan yang sangat kuat untuk mendukung pembagian dividen dan ekspansi bisnis di masa mendatang.

Sebelumnya, BRI juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun atau sekitar Rp 137 per saham.

Baca Juga: Kenapa Trader Takut Profit Lebih dari Takut Loss


Bank Mandiri Diperkirakan Pertahankan Dividen Tinggi

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga diperkirakan mempertahankan kebijakan dividen yang relatif tinggi.

Pada tahun 2024, Bank Mandiri membagikan dividen sebesar Rp 43,51 triliun dari total laba Rp 55,78 triliun dengan rasio dividen sekitar 78%.

Sementara itu, laba bersih Bank Mandiri pada tahun 2025 tercatat meningkat tipis menjadi Rp 56,3 triliun atau naik sekitar 0,93% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan rasio dividen yang sama, potensi dividen Bank Mandiri pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 43,9 triliun atau sekitar Rp 472 per saham. Kebijakan ini dipandang dapat menjadi katalis positif bagi investor yang mencari saham dengan potensi dividend yield menarik.


BNI Pertahankan Rasio Dividen 65%

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana mempertahankan rasio dividen sebesar 65% dari laba bersih.

Pada tahun 2025, laba BNI tercatat Rp 20,04 triliun atau turun sekitar 6,6% secara tahunan. Dengan rasio tersebut, potensi dividen yang dapat dibagikan diperkirakan mencapai sekitar Rp 13 triliun.

Meski laba mengalami penurunan, kebijakan dividen tetap dijaga untuk menjaga kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek bank.


BTN Berpeluang Menaikkan Rasio Dividen

Berbeda dengan bank lainnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru membuka peluang untuk meningkatkan rasio dividen.

BTN mempertimbangkan untuk menaikkan dividen payout ratio (DPR) menjadi sekitar 25% hingga 30%.

Pada tahun sebelumnya, BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun atau naik 16,4%. Dengan potensi kenaikan rasio dividen tersebut, nilai dividen yang akan dibagikan diperkirakan berada pada kisaran Rp 875 miliar hingga Rp 1,05 triliun.

Manajemen BTN juga menargetkan tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) dapat tetap berada di kisaran 12% hingga 14%.


BCA Masih Menunggu Keputusan RUPS

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) belum merinci besaran dividen yang akan dibagikan tahun ini. Keputusan tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026.

Pada tahun sebelumnya, BCA membagikan dividen sebesar Rp 300 per saham dengan total nilai sekitar Rp 37 triliun dari laba bersih Rp 54,8 triliun.

Untuk tahun buku 2025, laba bersih BCA tercatat sebesar Rp 57,5 triliun atau tumbuh sekitar 4,9% secara tahunan. Sebelumnya, BCA juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp 55 per saham atau senilai Rp 6,77 triliun.


Dividen Bank Besar Tetap Menarik bagi Investor

Secara keseluruhan, bank-bank besar di Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk tetap memberikan dividen kepada pemegang saham. Kebijakan ini menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga daya tarik saham perbankan di pasar modal.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Anjlok Sepekan, BBRI Turun Paling Dalam

Meskipun pertumbuhan laba tidak setinggi sebelumnya, struktur permodalan yang solid membuat sektor perbankan tetap mampu memberikan imbal hasil yang menarik melalui pembagian dividen.

Bagi investor yang berfokus pada strategi dividend investing, saham perbankan besar di Indonesia masih menjadi pilihan utama karena stabilitas kinerja serta potensi dividen yang relatif tinggi.

2 Replies to “Prospek Dividen Saham Bank 2026: BBRI, BMRI, BBNI hingga BBTN Siap Bagi Dividen Besar”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.