Tradingan – #Harga #Solana (SOL) #kembali #menjadi #sorotan #setelah #diperdagangkan di #kisaran #US$84,15 #pada #grafik 12 jam. Aset kripto ini sedang mencoba bangkit dari level support kuat di US$82,93, didukung oleh sinyal teknikal berupa hidden bullish divergence. Namun, kondisi pasar saat ini jauh dari sederhana.
Baca juga: Analisis Harga Emas Hari Ini: Geopolitik Memanas, Strategi Terbaik Buy on Dip di Tengah Konsolidasi

Di tengah potensi rebound, tekanan jual justru meningkat tajam, diperparah oleh efek domino dari krisis DeFi yang berawal dari ekosistem Ethereum. Situasi ini membuat arah harga SOL menjadi penuh ketidakpastian.
Sinyal Rebound Solana Muncul, Tapi Tidak Sepenuhnya Meyakinkan
Pada 17 April, harga SOL sempat mencapai puncak US$90,79 sebelum akhirnya terkoreksi cukup dalam. Meski demikian, penurunan ke US$82,93 pada 19 April masih membentuk higher low, yang secara teknikal merupakan sinyal positif.
Menariknya, indikator Relative Strength Index (RSI) justru mencatat lower low. Kombinasi ini dikenal sebagai hidden bullish divergence, yang biasanya menandakan bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi kenaikan harga mulai terbuka.
Namun, sinyal ini belum cukup kuat untuk memastikan tren bullish berlanjut.
Baca juga: Analisis Fundamental Berdasarkan Distribusi Token ke Early Investor
Volume Jual Meningkat, Indikasi Distribusi Diam-Diam
Berbeda dengan sinyal teknikal, data volume menunjukkan cerita lain. Sejak 18 April, volume jual SOL terus meningkat bahkan ketika harga mencoba rebound.
Kondisi ini mengindikasikan adanya distribusi oleh pelaku pasar besar, bukan sekadar panic selling. Artinya, ada pihak yang secara konsisten menjual SOL setiap kali harga naik sedikit.
Fenomena ini membuat kenaikan harga menjadi terbatas dan rapuh.
Krisis DeFi Jadi Pemicu Utama Tekanan Jual
Tekanan jual ini diduga kuat berkaitan dengan masalah di sektor DeFi. Setelah kasus exploit pada KelpDAO rsETH, likuiditas di platform Solana ikut terdampak.
Di Kamino Prime Market, cadangan USDC bahkan mencapai 100% pemakaian pada 20 April. Beberapa vault juga mencatat penggunaan di atas 95%.
Akibatnya:
- Likuiditas mengering
- Banyak dana terkunci
- Investor terpaksa menjual SOL untuk mendapatkan dana tunai
Inilah yang memicu tekanan jual berkelanjutan di pasar.
Arus Masuk ke Exchange Melonjak 1.102%
Data on-chain memperkuat dugaan adanya aksi jual besar-besaran.
Metrik Exchange Net Position Change menunjukkan lonjakan signifikan:
- 15 April: 109.932 SOL
- 19 April: 1.321.484 SOL
Artinya, terjadi kenaikan 1.102% hanya dalam 4 hari.
Semakin banyak SOL masuk ke exchange biasanya menjadi sinyal bahwa investor bersiap untuk menjual.
Holder Jangka Panjang Justru Borong SOL
Di sisi lain, data menunjukkan fenomena menarik.
Holder jangka panjang (wallet >155 hari) justru menambah kepemilikan:
- 16 April: 2.434.566 SOL
- 19 April: 2.921.661 SOL
Artinya ada tambahan sekitar 487.000 SOL (+20%) dalam 3 hari.
Ini menciptakan kondisi unik:
- Penjual terpaksa → menjual di exchange
- Investor jangka panjang → menyerap suplai
Akibatnya, harga tidak langsung jatuh tajam, tetapi bergerak dalam tekanan yang kompleks.
Level Kunci Harga Solana yang Wajib Dipantau
Saat ini, harga SOL berada di titik krusial antara rebound dan potensi breakdown.
Skenario Bullish
- Tembus US$85,42 → sinyal awal penguatan
- Break US$90,79 → konfirmasi bullish
- Target selanjutnya: US$93,40
Skenario Bearish
- Turun ke US$82,93 → invalidasi divergence
- Break US$82,11 (Fibonacci 0,618)
- Target penurunan:
- US$79,95
- US$76,74
Kesimpulan: Rebound Dangkal atau Koreksi Lebih Dalam?
Baca Juga: Membaca Aktivitas Wallet Baru sebagai Sinyal Awal Tren dalam Trading
Harga Solana saat ini berada di persimpangan penting. Sinyal teknikal memang menunjukkan peluang rebound, namun tekanan jual akibat krisis DeFi dan lonjakan suplai di exchange menjadi hambatan besar.
Jika permintaan dari holder jangka panjang mampu menahan tekanan, SOL berpotensi naik kembali. Namun jika tidak, risiko penurunan lebih dalam masih sangat terbuka.
Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci sebelum mengambil keputusan.



