Tradingan – Perubahan #Biaya Trading #Tokocrypto dan #Dampaknya bagi Trader – Biaya #trading menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh setiap #trader #aset kripto. Meskipun persentasenya terlihat kecil, biaya tersebut dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap keuntungan apabila transaksi dilakukan dengan nominal besar atau frekuensi yang tinggi.
Tokocrypto sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia juga melakukan penyesuaian terhadap struktur biaya transaksinya. Perubahan tersebut membuat trader perlu memahami kembali berapa biaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan transaksi, terutama untuk aktivitas trading jangka pendek.
Baca Juga: Bitget Adopsi Kustodi Off-Exchange Sygnum, Aset Kripto Institusional Disimpan di Bank Swiss
Perubahan biaya tidak hanya berkaitan dengan trading fee. Trader juga perlu memperhitungkan pajak dan biaya bursa yang dapat memengaruhi total biaya transaksi.

Perubahan Biaya Trading Tokocrypto
Tokocrypto melakukan penyesuaian biaya transaksi pada 18 Juni 2026 pukul 01.00 WIB. Penyesuaian tersebut berkaitan dengan proses migrasi dan perubahan keanggotaan pada bursa maupun lembaga kliring.
Dalam struktur biaya terbaru, transaksi beli menggunakan pasangan IDR dikenakan trading fee sebesar 0,20% untuk taker dan 0,10% untuk maker. Selain itu, terdapat ICEx Fee sebesar 0,0222%.
Dengan demikian, total biaya untuk transaksi beli menjadi sekitar 0,2222% bagi taker dan 0,1222% bagi maker.
Sementara itu, transaksi jual dengan pasangan IDR dikenakan trading fee sebesar 0,20% untuk taker dan 0,10% untuk maker. Transaksi tersebut juga dikenakan PPh Final sebesar 0,21% serta ICEx Fee sebesar 0,0222%.
Jika seluruh komponen tersebut diperhitungkan, total biaya transaksi jual menjadi sekitar 0,4322% untuk taker dan 0,3322% untuk maker.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa trader tidak cukup hanya melihat trading fee. Pajak dan biaya bursa juga harus diperhitungkan agar trader mengetahui biaya transaksi secara keseluruhan.
Apa yang Berubah dari Biaya Sebelumnya?
Sebelum penyesuaian terbaru, struktur biaya Tokocrypto menggunakan CFX Fee sebesar 0,0111% untuk transaksi IDR.
Pada struktur tersebut, total biaya transaksi beli berada di sekitar 0,2111% untuk taker dan 0,1111% untuk maker. Sementara transaksi jual memiliki total biaya sekitar 0,4211% untuk taker dan 0,3211% untuk maker.
Setelah adanya penyesuaian, CFX Fee berubah menjadi ICEx Fee sebesar 0,0222%. Akibatnya, total biaya transaksi mengalami kenaikan tipis.
Jika dilihat secara persentase, perubahan tersebut memang tidak terlalu besar. Namun, dampaknya dapat menjadi lebih terasa bagi trader yang melakukan transaksi dalam jumlah besar atau sangat sering.
Dampak Perubahan Biaya bagi Trader
1. Keuntungan Bersih Menjadi Lebih Kecil
Biaya transaksi secara langsung mengurangi keuntungan yang diperoleh trader.
Sebagai contoh, seorang trader membeli aset kripto senilai Rp10 juta menggunakan taker. Dengan biaya sekitar 0,2222%, biaya transaksi pembelian berada di kisaran Rp22.220.
Jika aset tersebut kemudian dijual dengan nilai transaksi Rp10 juta menggunakan taker, biaya jualnya sekitar Rp43.220.
Dengan demikian, biaya dari transaksi beli dan jual tersebut secara sederhana mencapai sekitar Rp65.440.
Perhitungan tersebut belum memperhitungkan perubahan harga, spread, dan kemungkinan slippage. Artinya, trader harus memperoleh keuntungan yang cukup untuk menutup seluruh biaya tersebut sebelum benar-benar menghasilkan profit bersih.
2. Scalper Perlu Lebih Berhati-hati
Perubahan biaya trading dapat memberikan dampak yang lebih besar kepada trader yang menggunakan strategi scalping.
Scalper biasanya mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang relatif kecil dan membuka serta menutup posisi dalam waktu singkat. Karena target keuntungan per transaksi tidak terlalu besar, biaya transaksi dapat mengambil sebagian dari profit tersebut.
Sebagai contoh, apabila seorang trader menargetkan keuntungan hanya 0,5%, maka biaya masuk dan keluar posisi harus diperhitungkan dengan sangat hati-hati.
Semakin kecil target profit, semakin besar pengaruh biaya transaksi terhadap hasil akhirnya.
3. Trader dengan Frekuensi Tinggi Lebih Terpengaruh
Trader yang melakukan banyak transaksi dalam sehari atau seminggu akan mengumpulkan biaya trading yang lebih besar dibandingkan trader yang hanya melakukan beberapa transaksi.
Misalnya, biaya beberapa puluh ribu rupiah dalam satu transaksi mungkin terlihat kecil. Namun, apabila transaksi tersebut dilakukan puluhan kali, total biaya dapat mencapai jumlah yang cukup signifikan.
Karena itu, perubahan biaya dapat menjadi alasan bagi trader aktif untuk mengevaluasi kembali frekuensi trading mereka.
Tidak semua peluang pasar harus diambil. Dalam kondisi tertentu, mengurangi transaksi yang memiliki peluang keuntungan kecil justru dapat membantu menjaga profitabilitas.
4. Maker dan Taker Memiliki Biaya Berbeda
Trader juga perlu memahami perbedaan antara maker dan taker.
Maker adalah pihak yang menyediakan likuiditas dengan menempatkan order pada order book, sedangkan taker mengambil likuiditas yang sudah tersedia di pasar.
Pada transaksi IDR di Tokocrypto, biaya trading dasar maker lebih rendah dibandingkan taker. Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi trader yang terbiasa menggunakan limit order.
Namun, menggunakan limit order hanya demi mendapatkan biaya lebih rendah juga bukan berarti selalu lebih baik. Trader tetap perlu mempertimbangkan kemungkinan order tidak terisi atau harga bergerak sebelum order berhasil dieksekusi.
Baca Juga: Harga Cardano (ADA) Melonjak 10%, Tren Bullish dan Aksi Beli Jadi Sorotan
Apakah Perubahan Biaya Ini Merugikan Trader?
Tidak selalu.
Kenaikan biaya transaksi memang berarti trader harus mengeluarkan biaya sedikit lebih besar. Namun, biaya bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah platform trading.
Tokocrypto menjelaskan bahwa penyesuaian biaya tersebut berkaitan dengan proses migrasi dan perubahan keanggotaan exchange maupun lembaga kliring. Penyesuaian tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas layanan, keamanan transaksi, standar operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan demikian, trader sebaiknya melihat biaya dalam konteks yang lebih luas.
Selain biaya transaksi, beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan antara lain likuiditas, spread, kecepatan eksekusi, keamanan, kemudahan penggunaan platform, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Cara Menghadapi Perubahan Biaya Trading
Trader dapat melakukan beberapa penyesuaian untuk mengurangi dampak biaya transaksi terhadap hasil trading.
Hitung Biaya Sebelum Membuka Posisi
Jangan hanya memperkirakan keuntungan berdasarkan selisih harga beli dan harga jual.
Sebelum membuka posisi, perhitungkan trading fee, pajak, biaya bursa, spread, dan kemungkinan slippage.
Dengan cara tersebut, trader dapat mengetahui berapa kenaikan harga yang dibutuhkan agar posisi tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan bersih.
Hindari Overtrading
Overtrading merupakan salah satu masalah yang dapat meningkatkan biaya secara tidak perlu.
Terlalu banyak membuka posisi hanya karena ingin selalu aktif di pasar dapat menyebabkan biaya transaksi menumpuk. Selain itu, keputusan trading yang terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko kesalahan.
Lebih baik memilih setup yang benar-benar sesuai dengan strategi daripada memaksakan transaksi hanya untuk mengejar keuntungan kecil.
Sesuaikan Target Profit
Trader juga perlu menyesuaikan target profit dengan biaya transaksi.
Strategi dengan target keuntungan sangat kecil membutuhkan perhitungan biaya yang lebih ketat. Jika target profit terlalu dekat dengan total biaya transaksi, potensi keuntungan bersih menjadi tidak menarik.
Sebaliknya, strategi dengan rasio risiko dan keuntungan yang lebih baik dapat memberikan ruang yang lebih besar untuk menanggung biaya transaksi.
Pahami Sistem Level Trading
Tokocrypto juga menerapkan sistem level trading berdasarkan volume trading dalam 30 hari dan/atau saldo TKO.
Level tersebut dapat memengaruhi biaya maker dan taker yang dikenakan kepada pengguna. Oleh karena itu, trader aktif sebaiknya memahami ketentuan level trading yang berlaku sebelum membuat perhitungan biaya.
Selalu Periksa Biaya Terbaru
Struktur biaya exchange dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan dapat terjadi karena kebijakan platform, pajak, maupun regulasi yang berlaku.
Karena itu, trader sebaiknya selalu memeriksa informasi biaya terbaru dari Tokocrypto sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar.
Jangan Hanya Melihat Trading Fee
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan trader pemula adalah hanya melihat angka trading fee.
Padahal, biaya sebenarnya dapat terdiri dari beberapa komponen. Dalam transaksi aset kripto, trader perlu mempertimbangkan trading fee, pajak, biaya bursa, spread, dan slippage.
Sebagai contoh, trading fee yang terlihat rendah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang rendah apabila spread pada suatu pasangan aset cukup besar.
Begitu juga sebaliknya, biaya trading yang sedikit lebih tinggi belum tentu menjadi masalah apabila likuiditas tinggi dan eksekusi transaksi berjalan dengan baik.
Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah total trading cost, bukan hanya satu komponen biaya.
Bagaimana dengan Fitur Beli/Jual Tokocrypto?
Selain melalui fitur trading, Tokocrypto juga menyediakan fitur Beli/Jual yang memiliki mekanisme berbeda.
Berdasarkan informasi Tokocrypto, fitur tersebut tidak mengenakan trading fee, tetapi transaksi tetap dapat dikenakan pajak dan ICEx Fee sesuai ketentuan yang berlaku.
Fitur Beli/Jual dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan transaksi. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan harga yang ditawarkan serta seluruh biaya yang tercantum sebelum menyelesaikan transaksi.
Fitur tersebut juga tidak dapat langsung disamakan dengan aktivitas trading menggunakan order book karena mekanisme transaksinya berbeda.
Siapa yang Paling Terpengaruh?
Dampak perubahan biaya tidak akan sama bagi setiap pengguna.
Trader scalping kemungkinan menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap perubahan biaya karena melakukan transaksi dengan target keuntungan kecil dan frekuensi tinggi.
Day trader juga perlu memperhatikan biaya karena dapat membuka dan menutup posisi beberapa kali dalam satu hari.
Sementara itu, swing trader yang melakukan transaksi lebih jarang biasanya memiliki dampak biaya yang relatif lebih kecil terhadap keseluruhan strategi, meskipun tetap harus memasukkan biaya transaksi dalam perhitungan profit dan loss.
Bagi investor jangka panjang, perubahan biaya trading biasanya bukan faktor utama karena frekuensi transaksinya lebih rendah. Namun, biaya tetap perlu diperhatikan ketika melakukan pembelian atau penjualan dalam jumlah besar.
Baca Juga: Tokocrypto Perbarui Program dan Layanan untuk Trader
Kesimpulan
Perubahan biaya trading Tokocrypto merupakan hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi trader yang aktif melakukan transaksi.
Penyesuaian struktur biaya membuat trader perlu menghitung kembali biaya yang harus dikeluarkan, bukan hanya berdasarkan trading fee, tetapi juga pajak dan biaya bursa yang berlaku.
Dampaknya akan lebih terasa bagi scalper dan trader dengan frekuensi transaksi tinggi. Biaya yang terlihat kecil dapat menjadi cukup besar apabila terakumulasi dari banyak transaksi.
Karena itu, trader sebaiknya tidak hanya fokus mencari peluang profit, tetapi juga memahami biaya yang muncul dari setiap transaksi. Mengurangi overtrading, menghitung total biaya, memahami perbedaan maker dan taker, serta memeriksa struktur biaya terbaru dapat membantu trader membuat keputusan yang lebih rasional.
Pada akhirnya, keberhasilan trading tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca pergerakan harga. Kemampuan mengelola biaya dan menjaga efisiensi transaksi juga menjadi bagian penting dari manajemen trading.
