Tradingan – #Pembangunan #fasilitas #Chlor #Alkali dan #Ethylene #Dichloride (CA-EDC) yang dikembangkan PT #Chandra #Asri #Alkali (CAA), anak usaha PT #Chandra Asri Pacific Tbk atau #Chandra #Asri #Group, terus menunjukkan #perkembangan.
Hingga September 2026, progres pembangunan fasilitas CA-EDC telah mencapai sekitar 80 persen. Proyek yang memiliki nilai investasi lebih dari US$800 juta tersebut ditargetkan memasuki tahap kesiapan operasional pada 2027.

Perkembangan terbaru proyek ini ditandai dengan dimulainya pemasangan berbagai peralatan utama yang akan digunakan dalam proses produksi. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian fasilitas sebelum memasuki fase operasi.
Baca: Short Selling Mulai Berlaku 1 Oktober 2026, Ini 5 Saham dan Syarat Investor
Pembangunan CA-EDC Masuk Tahap Pemasangan Peralatan Utama
Dalam perkembangan konstruksi terbaru, Chandra Asri mulai memasang sejumlah peralatan utama untuk mendukung sistem produksi CA-EDC.
Beberapa peralatan yang dipasang antara lain process vessels, heat exchangers, pumps, compressors, dan absorption towers. Komponen-komponen tersebut menjadi bagian penting dari sistem proses produksi di fasilitas CA-EDC.
Selain fasilitas produksi, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dilakukan. Infrastruktur tersebut mencakup jetty, jetty trestle, serta fasilitas penyimpanan yang nantinya menunjang aktivitas logistik dan distribusi produk.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan pemasangan peralatan utama menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan fasilitas CA-EDC.
Menurut Erwin, perusahaan akan menjaga agar proses konstruksi dan instalasi berjalan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, dan keandalan fasilitas.
Target perusahaan adalah memastikan fasilitas tersebut dapat mencapai kesiapan operasional pada 2027.
Kapasitas Produksi CA-EDC Chandra Asri
Ketika beroperasi penuh, fasilitas CA-EDC diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 827 ribu ton soda kaustik cair per tahun.
Selain itu, fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas produksi 500 ribu ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun.
Soda kaustik atau caustic soda merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan dalam berbagai sektor industri. Produk tersebut antara lain dimanfaatkan untuk pengolahan air, produksi sabun dan deterjen, serta proses pengolahan dan pemurnian mineral.
Sementara itu, EDC merupakan salah satu bahan baku penting dalam rantai produksi polyvinyl chloride (PVC). PVC sendiri banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan industri dan pembangunan infrastruktur.
Dengan kapasitas produksi tersebut, CA-EDC diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku kimia untuk industri dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri petrokimia.
Baca: Olymptrade Memperluas Inisiatifnya di Indonesia
Berpotensi Kurangi Impor dan Tambah Devisa
Salah satu tujuan penting pembangunan fasilitas CA-EDC adalah memperkuat pasokan bahan kimia nasional.
Produksi soda kaustik dari fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mendukung substitusi impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar US$293 juta per tahun.
Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Dari kegiatan tersebut, potensi devisa yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar US$300 juta per tahun.
Dengan demikian, proyek CA-EDC memiliki dua sisi kontribusi ekonomi, yakni membantu mengurangi kebutuhan impor bahan kimia sekaligus membuka potensi penerimaan devisa melalui ekspor.
Investasi CA-EDC Lebih dari US$800 Juta
Proyek CA-EDC merupakan salah satu investasi besar Chandra Asri dalam mengembangkan bisnis petrokimia dan memperkuat integrasi rantai nilai industri.
Nilai investasi pembangunan fasilitas ini mencapai lebih dari US$800 juta. Chandra Asri sebelumnya menyampaikan bahwa proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
Selain fasilitas tahap pertama, Chandra Asri juga telah menyiapkan pengembangan CA-EDC Tahap II. Pada Juli 2026, perusahaan menyebut studi dan persiapan pengembangan tahap berikutnya dengan estimasi investasi sekitar US$1 miliar.
Pengembangan tersebut menunjukkan adanya rencana untuk memperkuat kapasitas industri kimia dan rantai pasok dalam jangka panjang.
Serap Ribuan Tenaga Kerja
Pembangunan fasilitas CA-EDC juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek.
Selama masa konstruksi, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 3.500 pekerja dalam berbagai tahapan pembangunan. Setelah fasilitas beroperasi penuh, diperkirakan akan tersedia sekitar 250 lapangan kerja baru untuk mendukung kegiatan operasional.
Dampak ekonomi proyek juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal yang menyediakan kebutuhan bagi para pekerja.
Sebanyak 34 UMKM dari Kelurahan Warnasari dan Samangraya disebut ikut mendukung kebutuhan makanan dan minuman pekerja melalui fasilitas kantin di kawasan proyek.
Hal tersebut menunjukkan bahwa proyek industri berskala besar tidak hanya memberikan dampak melalui investasi langsung, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi bagi sektor pendukung di sekitar kawasan pembangunan.
Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia Nasional
Fasilitas CA-EDC diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan kimia di Indonesia.
Ketersediaan soda kaustik dari produksi dalam negeri dapat membantu memenuhi kebutuhan industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.
Di sisi lain, produksi EDC untuk pasar ekspor membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan aktivitas perdagangan produk kimia bernilai tambah.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai fasilitas CA-EDC memiliki arti strategis bagi industri kimia nasional karena dapat memperkuat pasokan bahan baku sekaligus mendukung substitusi impor dan hilirisasi industri.
CA-EDC Jadi Bagian Strategi Pengembangan Chandra Asri
Bagi Chandra Asri Group, pembangunan CA-EDC menjadi bagian dari strategi memperluas kapasitas dan diversifikasi produk sekaligus memperkuat integrasi rantai nilai petrokimia.
Dalam laporan tahunan 2025, perusahaan menyebut pembangunan pabrik CA-EDC sebagai proyek strategis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan setelah memasuki tahap komersial.
Baca Juga: OlympTrade Perkenalkan Program Baru bagi Komunitas Trader
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen pada September 2026, perhatian selanjutnya akan tertuju pada penyelesaian konstruksi, instalasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan fasilitas sebelum memasuki tahap operasi.
Jika berjalan sesuai target, fasilitas CA-EDC diharapkan mulai beroperasi pada 2027 dan memberikan tambahan kapasitas produksi bahan kimia bagi pasar nasional maupun internasional.
