#Tradingan – #Manajemen Risiko Trading Saat #News Berdampak Tinggi – Dalam aktivitas #trading #forex, #kripto, maupun indeks, momen rilis berita berdampak tinggi (#high impact news) sering kali menjadi saat yang paling dinanti sekaligus paling ditakuti oleh trader. Pada satu sisi, #volatilitas yang meningkat tajam dapat membuka peluang profit besar dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, risiko kerugian juga meningkat berkali-kali lipat jika tidak disertai dengan manajemen risiko yang matang.
Baca Juga: Mengelola Risiko pada Market dengan Spread dan Slippage Tinggi
Tidak sedikit trader yang mengalami kerugian besar bahkan margin call bukan karena analisis yang salah, melainkan karena tidak siap menghadapi karakter pasar saat news berdampak tinggi. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan manajemen risiko saat news rilis adalah hal yang mutlak, terutama bagi trader pemula hingga menengah.

Apa yang Dimaksud dengan News Berdampak Tinggi?
News berdampak tinggi adalah rilis data ekonomi atau pernyataan penting yang secara historis mampu menggerakkan harga pasar secara signifikan dalam waktu singkat. Beberapa contoh news berdampak tinggi antara lain:
- Non-Farm Payroll (NFP)
- Keputusan suku bunga bank sentral
- Inflation Rate / Consumer Price Index (CPI)
- FOMC Statement
- Gross Domestic Product (GDP)
- Tingkat pengangguran
- Pernyataan pejabat bank sentral atau kepala negara
Saat news ini dirilis, market sering menunjukkan karakteristik khusus seperti lonjakan volatilitas ekstrem, pergerakan harga yang sangat cepat, spread melebar, slippage, serta munculnya false breakout. Kondisi inilah yang membuat trading saat news jauh lebih berisiko dibandingkan kondisi market normal.
Mengapa Manajemen Risiko Saat News Sangat Penting?
Trading saat news memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi. Harga tidak selalu bergerak sesuai logika fundamental yang terlihat di kalender ekonomi. Sering kali, meskipun data ekonomi dirilis positif, harga justru bergerak berlawanan arah karena faktor ekspektasi pasar dan aksi pelaku besar.
Selain itu, eksekusi order saat news tidak selalu ideal. Stop loss bisa tereksekusi di harga yang lebih buruk dari perencanaan akibat slippage. Tanpa manajemen risiko yang tepat, satu kali kesalahan saat news dapat menghapus profit dari puluhan transaksi sebelumnya.
Oleh karena itu, trader profesional selalu menganggap news berdampak tinggi sebagai zona risiko tinggi yang membutuhkan pendekatan khusus, bukan sekadar trading biasa.
Prinsip Dasar Manajemen Risiko Saat News
Sebelum membahas strategi teknis, penting untuk memahami prinsip dasarnya:
- Perlindungan modal adalah prioritas utama
- Tidak semua peluang harus diambil
- Trading saat news adalah pilihan, bukan kewajiban
- Kerugian kecil lebih baik daripada kerugian besar
Trader yang bertahan lama bukanlah mereka yang selalu profit besar, melainkan mereka yang mampu menjaga modal tetap aman dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bybit 2025 Recap: 80 Juta Pengguna, Pencapaian Regulasi & Penguatan Ekosistem Crypto Global
Strategi Manajemen Risiko Trading Saat News Berdampak Tinggi
1. Mengurangi Ukuran Lot (Position Sizing)
Kesalahan umum trader adalah menggunakan ukuran lot yang sama seperti kondisi market normal. Padahal, volatilitas saat news bisa meningkat beberapa kali lipat.
Solusi yang disarankan:
- Gunakan hanya 30–50% dari ukuran lot normal
- Jika biasanya mengambil risiko 2% per transaksi, turunkan menjadi 0,5–1%
- Sesuaikan lot dengan jarak stop loss yang lebih lebar
Dengan ukuran lot lebih kecil, dampak pergerakan ekstrem terhadap ekuitas akan jauh lebih terkendali.
2. Wajib Menggunakan Stop Loss
Trading tanpa stop loss saat news rilis sama dengan berjudi. Banyak trader yang berharap harga akan berbalik arah, padahal kenyataannya pergerakan bisa terus berlanjut tanpa retracement.
Tips penggunaan stop loss saat news:
- Hindari stop loss terlalu sempit
- Sesuaikan dengan volatilitas market
- Pastikan risiko tetap sesuai dengan manajemen modal
Stop loss bukan untuk menghalangi profit, melainkan alat perlindungan akun.
3. Hindari Entry Tepat Saat Detik News Dirilis
Beberapa detik hingga menit pertama setelah news rilis merupakan fase paling berbahaya. Spread sering melebar, harga bisa meloncat tanpa pola, dan eksekusi order sering tidak ideal.
Pendekatan yang lebih aman:
- Tunggu 5–15 menit setelah news
- Biarkan market membentuk arah yang lebih jelas
- Entry berdasarkan struktur harga, bukan reaksi emosional
Kesabaran dalam menunggu sering kali menghasilkan risiko yang jauh lebih kecil.
4. Tentukan Sikap: Trading News atau Menghindari News
Trader harus memiliki keputusan yang jelas terkait news:
Trading saat news, jika:
- Sudah memahami karakter pergerakan news
- Memiliki strategi khusus yang sudah diuji
- Siap menerima kemungkinan loss lebih sering
Menghindari news, jika:
- Masih dalam tahap belajar
- Tidak nyaman dengan volatilitas tinggi
- Lebih fokus pada konsistensi jangka panjang
Tidak trading saat news bukan berarti takut, melainkan bentuk disiplin.
5. Waspadai Spread dan Kondisi Broker
Saat news berdampak tinggi, kondisi broker sangat memengaruhi hasil trading. Spread bisa melebar berkali-kali lipat dan pending order bisa tereksekusi di harga yang tidak diinginkan.
Langkah mitigasi risiko:
- Hindari pending order terlalu dekat dengan harga pasar
- Jangan melakukan scalping ekstrem saat news
- Pahami karakter broker yang digunakan
Manajemen risiko tidak hanya soal analisis, tetapi juga memahami sistem eksekusi.
6. Batasi Jumlah Transaksi
Volatilitas tinggi sering memicu overtrading. Trader tergoda masuk berulang kali karena melihat pergerakan besar dalam waktu singkat.
Aturan sederhana yang efektif:
- Maksimal 1–2 transaksi saat news
- Jika mengalami loss, berhenti trading sementara
- Hindari trading balas dendam
Satu keputusan disiplin bisa menyelamatkan akun dalam jangka panjang.
Aspek Psikologi Trading Saat News
Manajemen risiko tidak akan efektif tanpa kontrol emosi. Saat news, emosi seperti takut ketinggalan peluang (FOMO), panik, dan overconfidence sering muncul.
Cara mengatasinya:
- Tetap patuh pada trading plan
- Terima hasil sesuai risiko yang telah ditentukan
- Ingat bahwa peluang trading selalu ada setiap hari
Trader sukses adalah mereka yang mampu mengendalikan diri di kondisi paling sulit.
Baca Juga: Dogecoin (DOGE) Kembali Menjadi Sorotan Trader Setelah Lonjakan Volume dan Breakout Teknikal
Kesimpulan
Trading saat news berdampak tinggi memang menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi juga menyimpan risiko yang sangat tinggi. Tanpa manajemen risiko yang disiplin, satu kali kesalahan dapat merusak akun dan psikologi trading secara keseluruhan.
Dengan mengatur ukuran lot, selalu menggunakan stop loss, membatasi transaksi, serta menjaga emosi tetap stabil, trader dapat menghadapi news dengan lebih aman dan terkontrol. Ingatlah bahwa tujuan utama dalam trading bukanlah mencari profit instan, melainkan menjaga modal agar tetap bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Jika modal aman, kesempatan untuk profit akan selalu datang kembali.



[…] Baca juga: Manajemen Risiko Trading Saat News Berdampak Tinggi […]