Kinerja UNTR 2026 Melemah: Penjualan Komatsu Turun, Produksi Batu Bara Menyusut, Nikel Jadi Penopang


Tradingan – #PT #United #Tractors #Tbk (#UNTR) #mencatatkan #pelemahan #kinerja #pada #sejumlah #lini #bisnis #utama #selama #dua #bulan pertama tahun 2026. Penurunan ini terlihat pada segmen alat berat, kontraktor pertambangan, hingga penjualan batu bara dan emas. Namun, di tengah tekanan tersebut, lini bisnis nikel justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Baca juga: Strategi Trading di Market Sideways: Cara Konsisten Profit Saat Pasar “Diam”

Kinerja UNTR 2026 Melemah: Penjualan Komatsu Turun, Produksi Batu Bara Menyusut, Nikel Jadi Penopang

Penjualan Alat Berat Komatsu Menurun

Berdasarkan laporan bulanan perusahaan, penjualan alat berat merek Komatsu yang didistribusikan UNTR mengalami penurunan sebesar 10,50% secara tahunan (year on year/yoy).

Penjualan turun dari 917 unit pada Januari–Februari 2025 menjadi 869 unit pada periode yang sama tahun 2026.

Distribusi penjualan alat berat hingga Februari 2026 masih didominasi oleh sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 49%. Sementara itu, sektor lainnya meliputi:

Baca Juga: Strategi Trading Mengikuti Momentum Market

  • Kehutanan: 18%
  • Konstruksi: 18%
  • Agro: 15%

Adapun pangsa pasar Komatsu di Indonesia tercatat berada di kisaran 21%, menunjukkan persaingan yang masih cukup ketat di industri alat berat.

Produksi Batu Bara dan Overburden Turun

Melalui anak usaha PT Pamapersada Nusantara, UNTR juga mencatat penurunan kinerja di sektor jasa pertambangan. Produksi batu bara untuk pelanggan turun 6,85% yoy, dari 21,9 juta ton menjadi 20,4 juta ton.

Tidak hanya itu, volume overburden removal (pemindahan lapisan tanah penutup) juga mengalami penurunan sebesar 7,49% yoy, dari 169,6 juta bank cubic meter (bcm) menjadi 156,9 juta bcm.

Penjualan Batu Bara Ikut Terkoreksi

Dari lini bisnis batu bara yang dikelola oleh PT Tuah Turangga Agung, penjualan batu bara termal dan metalurgi mengalami penurunan sebesar 2,81% yoy.

Volume penjualan turun dari 2,85 juta ton pada awal 2025 menjadi 2,77 juta ton pada periode yang sama tahun 2026.

Penjualan Emas Anjlok Tajam

Kinerja paling signifikan terlihat pada lini bisnis emas. Melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya, UNTR hanya mencatatkan penjualan emas sebesar 2.000 ounce pada Januari–Februari 2026.

Angka ini merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 38.000 ounce. Penurunan drastis ini menunjukkan belum optimalnya operasional di sektor emas.

Nikel Jadi Penyelamat Kinerja

Di tengah pelemahan sejumlah lini bisnis, UNTR justru mencatat pertumbuhan positif dari sektor nikel. Melalui entitas Stargate, volume penjualan bijih nikel mencapai 455.000 ton pada Januari–Februari 2026.

Angka ini meningkat 30,37% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 349.000 ton.\

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 12 April 2026 Stagnan di Rp2.860.000 per Gram, Simak Rinciannya

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kinerja UNTR di awal 2026 masih menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan di sektor alat berat, batu bara, dan emas. Namun, pertumbuhan signifikan pada bisnis nikel memberikan harapan sebagai penopang kinerja ke depan.

Investor disarankan untuk mencermati perkembangan harga komoditas global dan strategi diversifikasi bisnis UNTR, terutama pada sektor mineral seperti nikel yang tengah berkembang pesat.

One Reply to “Kinerja UNTR 2026 Melemah: Penjualan Komatsu Turun, Produksi Batu Bara Menyusut, Nikel Jadi Penopang”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.