Tradingan – #Harga #emas #dunia diperkirakan masih bergerak #volatil pada #perdagangan #pekan depan. Memanasnya #geopolitik #global, #ketidakpastian #ekonomi, pergerakan #dolar #Amerika Serikat (AS), hingga kebijakan suku bunga The Federal Reserve (#The Fed) menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah harga #logam #mulia.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia berada dalam rentang USD4.102 hingga USD4.650 per troy ounce pada perdagangan pekan depan.

Proyeksi tersebut menjadi perhatian investor karena emas saat ini masih berada pada level yang sangat tinggi. Pada perdagangan terakhir, harga emas dunia ditutup di sekitar USD4.348 per troy ounce.
Baca: Mengapa AI Trading yang Pintar Tetap Bisa Mengalami Kerugian Besar?
Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, emas kembali mendapatkan perhatian sebagai salah satu aset lindung nilai atau safe haven.
Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD4.650
Ibrahim memperkirakan terdapat dua kemungkinan utama dalam pergerakan harga emas dunia pada pekan mendatang, yakni mengalami koreksi atau kembali melanjutkan penguatan.
Jika harga emas mengalami tekanan, level support pertama berada di sekitar USD4.245 per troy ounce. Apabila koreksi semakin dalam, support berikutnya diperkirakan berada di kisaran USD4.102 per troy ounce.
Sebaliknya, jika sentimen positif kembali mendominasi pasar, harga emas berpeluang menguji level resistance pertama di sekitar USD4.479 per troy ounce.
Apabila mampu menembus level tersebut, emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan menuju USD4.650 per troy ounce.
Dengan demikian, kisaran perdagangan emas dunia pada pekan depan diperkirakan berada di antara USD4.102 sampai USD4.650 per troy ounce.
Baca Juga: AI Trading Tanpa Risk Management: Mengapa Bisa Berbahaya?
Geopolitik Jadi Perhatian Investor
Salah satu faktor penting yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan geopolitik global.
Ketegangan yang masih berlangsung di berbagai kawasan meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan. Konflik Rusia-Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah menjadi sejumlah risiko geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen investor.
Dalam situasi seperti ini, emas sering menjadi salah satu instrumen yang dicari investor untuk mengurangi risiko ketika ketidakpastian meningkat.
Artinya, semakin tinggi kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan politik global, semakin besar pula potensi permintaan terhadap aset yang dianggap lebih defensif.
Namun, pergerakan emas tidak hanya ditentukan oleh geopolitik. Kebijakan moneter AS dan arah dolar juga menjadi faktor penting.
Kebijakan The Fed Bisa Menahan Penguatan Emas
Selain geopolitik, investor kini menunggu keputusan dan arah kebijakan The Federal Reserve.
Ekspektasi terhadap perubahan suku bunga AS dapat memberikan pengaruh besar terhadap harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dan dapat meningkatkan tekanan terhadap emas.
Sebaliknya, apabila pasar melihat peluang pelonggaran kebijakan moneter atau penurunan suku bunga, emas berpotensi mendapatkan dukungan.
Kondisi inilah yang membuat pergerakan emas pada pekan depan diperkirakan tetap volatil.
Data pasar terbaru yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan sekitar 85 persen ekonom memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Kenaikan suku bunga tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas, meskipun pengaruhnya dapat diimbangi oleh faktor geopolitik.
Dolar AS dan Inflasi Ikut Menentukan
Pergerakan dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor emas.
Ketika dolar menguat, emas yang dihargai dalam mata uang AS cenderung menghadapi tekanan karena menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sebaliknya, pelemahan dolar dapat memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.
Di sisi lain, meningkatnya harga energi dan bahan pokok di AS turut meningkatkan perhatian terhadap inflasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keputusan The Fed sekaligus meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.
Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS pada pekan depan dapat bergerak dalam rentang 90,30 hingga 100,20. Sementara itu, meningkatnya harga minyak dunia juga berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi.
Harga Logam Mulia di Indonesia
Pergerakan harga emas dunia juga menjadi perhatian investor di pasar domestik.
Pada perdagangan terakhir, harga logam mulia di pasar dalam negeri disebut berada di sekitar Rp2.611.000 per gram.
Untuk pekan berikutnya, harga logam mulia domestik diperkirakan bergerak dalam rentang Rp2.450.000 hingga Rp2.750.000 per gram.
Level tersebut menggambarkan potensi pergerakan harga berdasarkan analisis pasar, sehingga bukan merupakan jaminan bahwa harga emas akan benar-benar mencapai angka tersebut.
Bagi investor emas, perubahan harga global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kondisi pasar domestik menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.
Emas Tetap Jadi Aset Safe Haven
Meningkatnya ketidakpastian global membuat emas tetap memiliki daya tarik sebagai aset safe haven.
Investor biasanya meningkatkan perhatian terhadap emas ketika pasar menghadapi risiko geopolitik, inflasi, ketidakpastian kebijakan moneter, atau gejolak pasar keuangan.
Namun, harga emas juga dapat mengalami koreksi meskipun sentimen geopolitik masih tinggi. Hal tersebut karena investor tetap mempertimbangkan suku bunga, dolar AS, imbal hasil obligasi, serta kondisi ekonomi global.
Karena itu, proyeksi USD4.650 per troy ounce sebaiknya dipahami sebagai level resistance atau target teknikal yang sedang diperhatikan pasar, bukan sebagai kepastian harga.
Apa Artinya bagi Investor?
Bagi investor emas, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa peluang penguatan masih terbuka, tetapi risiko volatilitas juga cukup tinggi.
Jika emas berhasil melewati resistance USD4.479 per troy ounce, level USD4.650 menjadi area yang patut diperhatikan. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat, investor perlu mencermati support USD4.245 dan USD4.102 per troy ounce.
Pergerakan tersebut menunjukkan pentingnya investor memperhatikan perkembangan geopolitik, kebijakan The Fed, inflasi AS, dolar AS dan harga minyak secara bersamaan.
Baca Juga: Gandeng Singapura, Hilirisasi Industri Timah Indonesia Diperkuat
Dengan berbagai faktor tersebut, pekan depan berpotensi menjadi periode penting bagi pasar emas dunia.
Catatan: Proyeksi harga merupakan analisis dan perkiraan berdasarkan kondisi pasar serta pandangan analis. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan domestik. Artikel ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual emas.

[…] Baca: Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD4.650 per Troy Ounce […]