Tradingan – #Nilai #tukar #rupiah #Indonesia (IDR) #kembali #berada di #tekanan #kuat #terhadap dolar Amerika Serikat (USD), bertahan di sekitar Rp 16.870 per dolar AS, mendekati level terlemah dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan ini terutama disebabkan oleh penguatan indeks dolar AS yang mendekati level tertinggi sejak awal Desember 2025, yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.

Penguatan dolar terjadi seiring data inflasi AS yang memperkuat prospek bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, sehingga indeks dolar tetap menarik bagi investor global dan menekan mata uang emerging market termasuk rupiah.
Baca juga: Liquidity First Strategy: Fokus Likuiditas Sebelum Entry Teknikal
Dalam kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) tengah mempersiapkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama tahun 2026. Para pelaku pasar dan analis melihat peluang bahwa BI akan terus membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, terutama karena inflasi masih terkendali dan tekanan global tetap kuat. Sejak September 2024 sampai September 2025, BI telah memangkas suku bunga sebesar total 150 basis poin untuk merangsang ekonomi.
Selain itu, kondisi pemulihan ekonomi pascabencana di beberapa wilayah seperti Sumatra menjadi salah satu pertimbangan BI dalam kebijakan fiskal dan moneter, demi menjaga daya beli serta mendukung pertumbuhan konsumsi domestik yang sebelumnya sempat terangkat musimannya pada bulan November.
Namun, meskipun pelonggaran suku bunga menjadi opsi, sentimen pasar terhadap rupiah masih rentan terhadap faktor eksternal. Perlambatan permintaan ekspor dari mitra utama seperti China dan Jepang turut menambah beban bagi pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia.
Baca Juga: No-Trade Strategy: Kapan Tidak Trading Justru Lebih Menguntungkan
Secara keseluruhan, kombinasi penguatan dolar AS, potensi pelonggaran kebijakan BI, serta kondisi ekonomi global yang bergejolak mempengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah. Sementara itu, BI tetap mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas utama dalam perumusan kebijakan ke depan.




[…] Baca Juga: Dolar AS Menguat Tekan Rupiah di Level Multi-Bulan, Bank Indonesia Diprediksi Lanjutkan Pelonggaran … […]