Tradingan – #Bitcoin (BTCUSD) #diperdagangkan di #kisaran US$77.670 #pada 24 #April, #tetap #berada #dalam #channel #naik yang telah terbentuk sejak 24 Februari. Secara sekilas, reli harga di atas US$77.000 terlihat menjanjikan. Namun di balik kenaikan tersebut, terdapat dua sinyal on-chain yang bergerak berlawanan arah.

Perbedaan ini memperlihatkan realita yang berbeda dari apa yang terlihat di grafik harga—terutama dari aktivitas wallet besar atau crypto whale.
Baca juga: IHSG Anjlok 3,38% ke 7.129 pada 24 April 2026, Semua Sektor Melemah Tajam
Crypto Whale Bitcoin Beli di Setiap Rebound
📊 Akumulasi Whale Bitcoin
Kelompok whale dengan kepemilikan 10.000 hingga 100.000 BTC menunjukkan pola konsisten. Mereka cenderung membeli di area bawah lokal, ikut memanfaatkan momentum rebound, lalu berhenti saat harga naik.
Data Santiment menunjukkan bahwa:
- Kepemilikan meningkat dari 2,26 juta menjadi 2,27 juta BTC setelah harga turun di bawah US$62.000 pada 6 Februari
- Pada 23 Maret hingga awal April, akumulasi naik dari 2,23 juta menjadi 2,26 juta BTC saat harga menyentuh US$67.700
- Aktivitas pembelian kembali muncul sejak 22 April
Hal ini mengindikasikan bahwa whale lebih bersifat oportunistik dibandingkan investor jangka panjang.
Baca juga: Cara Membaca Market yang Terlalu “Clean” (Indikasi Manipulasi)
Crossover EMA Jadi Pemicu Pembelian
📈 Grafik Crossover EMA
Pada grafik 12 jam, indikator Exponential Moving Average (EMA) menunjukkan sinyal penting. EMA periode 20 berhasil menembus EMA periode 200 pada 22 April—membentuk bullish crossover.
Sinyal ini sering dianggap sebagai indikasi momentum naik jangka pendek, dan bertepatan dengan kembalinya aktivitas beli oleh whale.
Namun, pola ini lebih mencerminkan strategi trading berbasis momentum, bukan keyakinan jangka panjang terhadap tren bullish.
Data ARK Invest: Akumulasi Cepat Saat Koreksi
Laporan Bitcoin Quarterly Q1 2026 dari ARK Invest mengungkap bahwa:
- Whale meningkatkan kepemilikan hingga 69%
- Dari 2,13 juta menjadi 3,60 juta BTC
- Terjadi saat harga turun 22% di Q1
Namun kondisi saat ini berbeda. Pembelian sekarang terjadi di sekitar US$77.000, bukan di area bawah seperti sebelumnya di US$68.200.
Artinya, whale saat ini membeli saat harga rebound, bukan saat diskon.
Holder Tidak Ikut Membeli—Sinyal Bahaya?
📉 Perubahan Posisi Net Holder Bitcoin
Berbeda dengan whale, holder jangka menengah justru tidak ikut dalam reli ini.
Data Glassnode menunjukkan:
- Net Position Change mencapai 38.401 BTC pada 21 April
- Turun menjadi 32.303 BTC pada 24 April
- Penurunan sekitar 16% hanya dalam 3 hari
Ini menunjukkan bahwa investor yang biasanya menjadi fondasi tren jangka panjang belum percaya bahwa pasar telah mencapai titik bottom.
Harga Bitcoin Ditolak di Area Kunci US$79.528
📊 Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin sempat menyentuh US$79.528 pada 22 April sebelum mengalami penolakan kuat. Area ini merupakan batas atas channel naik yang sejak Februari terus menahan laju harga.
Tanpa dukungan dari holder, reli menjadi rapuh dan mudah terkoreksi.
Skenario Pergerakan Harga Bitcoin Selanjutnya
- Bullish Scenario:
Jika harga berhasil ditutup di atas US$79.528, peluang naik ke area US$80.000 terbuka lebar - Bearish Scenario:
Jika kembali turun:- Support awal: US$75.523 (Fibonacci 0,236)
- Target berikutnya: US$73.046 dan US$71.043
- Penurunan lebih dalam: US$66.190 hingga US$62.559
Tanpa partisipasi holder, reli ini berisiko hanya menjadi bounce sementara.
Baca Juga: Analisis False Structure Break (Break Palsu) dalam Trading
Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan divergensi penting antara whale dan holder. Whale aktif membeli saat rebound, sementara holder memilih menunggu.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa reli yang terjadi belum memiliki fondasi kuat untuk berlanjut dalam jangka panjang. Area US$79.528 menjadi titik krusial untuk menentukan apakah Bitcoin akan breakout atau kembali melemah.




[…] Baca Juga: Crypto Whale Bitcoin Akumulasi Saat Rebound, Holder Diam—Sinyal Tersembunyi di Balik Kenaikan BTC … […]
[…] Baca Juga: Crypto Whale Bitcoin Akumulasi Saat Rebound, Holder Diam—Sinyal Tersembunyi di Balik Kenaikan BTC … […]