Standard Chartered Prediksi Harga Arbitrum (ARB) US$10 pada 2030, Ini Faktor Pendorongnya


Tradingan – #Arbitrum (#ARB) menjadi salah satu #aset #kripto yang mendapat perhatian setelah #Standard #Chartered mulai memberikan cakupan terhadap #token tersebut. #Bank tersebut memperkirakan #hargaARB berpotensi mencapai US$0,50 pada tahun ini dan US$10 pada akhir 2030.

Proyeksi tersebut menjadi sorotan karena target US$10 berarti kenaikan yang sangat besar dibandingkan level harga ARB ketika analisis tersebut dibuat. TradingView yang mengutip laporan BeInCrypto mencatat ARB sempat naik 12,39 persen ke sekitar US$0,1513 ketika pasar aset kripto secara umum justru mengalami tekanan.

Standard Chartered Prediksi Harga Arbitrum ARB US10 pada 2030 Ini Faktor Pendorongnya
Standard Chartered Prediksi Harga Arbitrum (ARB) US$10 pada 2030, Ini Faktor Pendorongnya

Meski demikian, proyeksi harga tersebut merupakan estimasi dari Standard Chartered dan bukan jaminan bahwa harga Arbitrum akan mencapai level tersebut. Pergerakan aset kripto tetap dipengaruhi kondisi pasar, perkembangan jaringan, penggunaan teknologi, likuiditas, regulasi, serta sentimen investor.

Baca: Exness Memperkuat Layanan untuk Trader Global

Arbitrum Bergerak Berlawanan dengan Pasar Kripto

Pergerakan ARB menjadi perhatian karena terjadi ketika sejumlah aset kripto utama mengalami tekanan.

Dalam laporan tersebut, kapitalisasi pasar kripto disebut turun 6,26 persen menjadi sekitar US$2,60 triliun dalam periode 24 jam. Bitcoin berada di sekitar US$75.856, sementara XRP mengalami penurunan 9,36 persen.

Di tengah kondisi tersebut, ARB justru mampu mencatat kenaikan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa harga Arbitrum tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara keseluruhan, tetapi juga oleh perkembangan spesifik yang terjadi di dalam ekosistem Arbitrum.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan Robinhood Chain yang menggunakan teknologi Arbitrum.

Robinhood Chain Jadi Katalis Penting Arbitrum

Standard Chartered melihat Arbitrum bukan sekadar jaringan blockchain untuk aktivitas aset kripto. Geoff Kendrick, kepala riset aset digital global Standard Chartered, menggambarkan Arbitrum sebagai platform infrastruktur yang dapat digunakan perusahaan keuangan tradisional atau TradFi yang mulai masuk ke teknologi blockchain.

Salah satu contoh yang disoroti adalah Robinhood Chain.

Menurut laporan tersebut, Arbitrum mendapatkan sekitar 10 persen dari pendapatan protokol bersih yang berasal dari chain yang dibangun menggunakan stack-nya.

Robinhood Chain kemudian menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi Arbitrum dapat digunakan untuk kebutuhan institusi dan perusahaan finansial.

Standard Chartered memperkirakan Arbitrum dapat memperoleh sekitar US$5 juta pendapatan pada September, atau sekitar lima kali lipat dibandingkan pendapatan bulanannya sebelum Robinhood Chain diluncurkan pada Juli. Sebelumnya, rekor pendapatan bulanan Arbitrum tercatat sekitar US$4,4 juta pada Oktober 2025.

Perkembangan ini menjadi bagian penting dari narasi investasi Arbitrum karena semakin banyak aktivitas jaringan dapat membuka peluang pertumbuhan pendapatan protokol.

Tokenisasi Aset Menjadi Peluang Besar

Selain Robinhood Chain, Standard Chartered juga melihat perkembangan aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) dan tokenisasi sebagai salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan Arbitrum.

Kendrick memperkirakan nilai ekuitas yang ditokenisasi dapat meningkat dari sekitar US$3 miliar menjadi US$750 miliar pada akhir 2028.

Baca Juga: Perubahan Kebijakan Exness yang Perlu Diketahui Trader

Jika tokenisasi aset terus berkembang, jaringan blockchain yang menyediakan infrastruktur untuk penerbitan dan perdagangan aset tersebut berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas on-chain.

Arbitrum sendiri berusaha menempatkan dirinya sebagai salah satu infrastruktur blockchain yang dapat digunakan oleh perusahaan dan institusi keuangan yang ingin memanfaatkan teknologi blockchain.

Proyeksi Harga ARB dari Standard Chartered

Standard Chartered memberikan sejumlah target harga ARB dalam beberapa tahap.

Proyeksi yang dikutip TradingView dan BeInCrypto tersebut adalah:

  • US$0,50 pada 2026
  • US$1,50 pada 2027
  • US$3,50 pada 2028
  • US$10 pada akhir 2030

Target tersebut menggambarkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat besar dari level harga ARB saat analisis dibuat. Standard Chartered bahkan memperkirakan kenaikan tersebut dapat melampaui proyeksi pertumbuhan Bitcoin dan Ethereum selama periode perkiraan mereka.

Namun, target harga tersebut perlu dipahami sebagai proyeksi analis, bukan kepastian harga di masa depan.

Bagi investor, perbedaan antara target analisis dan harga aktual sangat penting diperhatikan karena pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi.

Ada Risiko pada Token ARB

Meskipun memiliki prospek pertumbuhan berdasarkan perkembangan jaringan, Arbitrum juga mempunyai sejumlah faktor yang dapat membatasi potensi apresiasi token ARB.

Standard Chartered menyoroti bahwa ARB memiliki fungsi tata kelola, tetapi tidak memiliki mekanisme burn dan tidak memberikan klaim langsung terhadap pendapatan protokol.

Artinya, pertumbuhan pendapatan jaringan tidak otomatis berarti seluruh pertumbuhan tersebut mengalir langsung kepada pemegang token ARB.

Laporan tersebut juga menyebut kemungkinan adanya mekanisme buyback ketika ekosistem semakin matang. Namun, hal tersebut merupakan kemungkinan dan bukan mekanisme yang sudah menjadi sumber nilai langsung bagi token ARB.

Pasokan Token ARB Juga Perlu Diperhatikan

Selain utilitas dan pendapatan jaringan, struktur pasokan token menjadi faktor penting dalam melihat prospek harga ARB.

Menurut laporan yang dikutip TradingView, sekitar 92,3 persen dari total maksimum 10 miliar token ARB telah vested, sementara tranche terakhir dijadwalkan selesai pada Maret 2027.

Perubahan jumlah token yang beredar dapat memengaruhi dinamika penawaran dan permintaan di pasar.

Karena itu, investor tidak hanya perlu memperhatikan perkembangan teknologi Arbitrum, tetapi juga jadwal vesting, distribusi token, aktivitas jaringan, dan potensi perubahan tokenomics.

Mengapa Arbitrum Menjadi Perhatian Investor?

Arbitrum merupakan salah satu jaringan layer-2 Ethereum yang dirancang untuk membantu meningkatkan kapasitas transaksi dan efisiensi biaya.

Dalam perkembangan terbaru, narasi Arbitrum semakin luas karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas DeFi dan transaksi kripto, tetapi juga mulai bersinggungan dengan kebutuhan institusi keuangan, tokenisasi aset, serta pengembangan blockchain untuk perusahaan.

Kehadiran Robinhood Chain menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi Arbitrum dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur blockchain yang berorientasi pada layanan finansial.

Jika adopsi institusional dan tokenisasi aset berkembang sesuai ekspektasi, aktivitas jaringan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekosistem Arbitrum.

Apakah ARB Bisa Mencapai US$10?

Target US$10 pada 2030 merupakan proyeksi Standard Chartered yang sangat bergantung pada sejumlah asumsi mengenai pertumbuhan ekosistem Arbitrum.

Agar target tersebut dapat terealisasi, beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain pertumbuhan penggunaan jaringan, perkembangan Robinhood Chain, peningkatan tokenisasi aset, adopsi institusi, perkembangan ekosistem Ethereum layer-2, serta kondisi pasar aset kripto secara keseluruhan.

Sebaliknya, persaingan dengan jaringan layer-2 lainnya, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, struktur token ARB, dan kondisi likuiditas global dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Karena itu, target harga US$10 sebaiknya dipandang sebagai skenario analisis, bukan sebagai kepastian atau rekomendasi investasi.

Kesimpulan

Baca Juga: Perbankan Digital Makin Diminati, Dari Tabungan hingga Transaksi Valas Kini Bisa Dilakukan di Aplikasi

Arbitrum (ARB) kembali menjadi perhatian pasar setelah Standard Chartered memberikan proyeksi harga yang cukup agresif, mulai dari US$0,50 pada 2026 hingga US$10 pada akhir 2030.

Faktor yang menjadi dasar proyeksi tersebut antara lain pertumbuhan Arbitrum sebagai infrastruktur blockchain untuk perusahaan keuangan, perkembangan Robinhood Chain, serta potensi pertumbuhan pasar aset yang ditokenisasi.

Namun, terdapat pula sejumlah risiko, terutama terkait mekanisme nilai token ARB, struktur pasokan, persaingan blockchain, volatilitas pasar, dan ketidakpastian perkembangan industri aset digital.

Dengan demikian, perkembangan fundamental jaringan dan data pasar tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan ketika mengevaluasi prospek Arbitrum.

Catatan: Informasi ini merupakan rangkuman dan pengembangan dari laporan TradingView/BeInCrypto serta ditujukan sebagai informasi keuangan, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Proyeksi harga merupakan estimasi analis dan dapat berubah seiring kondisi pasar.

One Reply to “Standard Chartered Prediksi Harga Arbitrum (ARB) US$10 pada 2030, Ini Faktor Pendorongnya”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca