Cadangan Devisa RI Naik ke USD146,5 Miliar pada Agustus 2026, Ekonomi Indonesia Makin Kuat


Tradingan – #Cadangan #devisa #Indonesia kembali #meningkat pada #Agustus #2026. #Bank #Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus mencapai #USD146,5 #miliar, naik dibandingkan posisi akhir #Juli 2026 yang sebesar USD145,3 miliar.

Kenaikan tersebut menunjukkan kondisi ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global. Data tersebut juga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kemampuan Indonesia menghadapi tekanan eksternal serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Cadangan Devisa RI Naik ke USD1465 Miliar pada Agustus 2026 Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Cadangan Devisa RI Naik ke USD146,5 Miliar pada Agustus 2026, Ekonomi Indonesia Makin Kuat

Cadangan Devisa Naik USD1,2 Miliar

Baca: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melonjak 471% Jadi Rp228 Miliar, Saham Bergerak Fluktuatif

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 meningkat sekitar USD1,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Peningkatan tersebut terjadi di tengah adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan Bank Indonesia.

Kebijakan tersebut ditempuh BI sebagai respons terhadap kondisi pasar keuangan global yang masih menghadapi ketidakpastian.

Baca: DeFi Development Siapkan Dana US$20 Juta, Saham CHAD Tawarkan Dividen 13% untuk Tambah Koleksi Solana

Mampu Biayai Lebih dari 5 Bulan Impor

Bank Indonesia menyebut posisi cadangan devisa sebesar USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor.

Jika memperhitungkan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, posisi tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di sekitar 3 bulan impor.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai untuk mendukung kebutuhan eksternal perekonomian.

Dukung Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional

Cadangan devisa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor eksternal Indonesia. Ketersediaan devisa yang cukup dapat membantu pemerintah dan Bank Indonesia menghadapi berbagai tekanan dari perekonomian global.

BI menilai posisi cadangan devisa saat ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Bank Indonesia juga meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia ke depan masih berada dalam kondisi baik karena didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai.

Aliran Modal Asing Diperkirakan Berlanjut

Selain peningkatan penerimaan negara dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, prospek aliran modal asing juga menjadi perhatian dalam menjaga ketahanan eksternal Indonesia.

Bank Indonesia memperkirakan aliran masuk modal asing masih berpotensi berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Imbal hasil investasi di Indonesia yang dinilai tetap menarik juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung minat investor terhadap aset keuangan domestik.

BI Terus Perkuat Ketahanan Eksternal

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan eksternal Indonesia.

Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dengan posisi cadangan devisa yang mencapai USD146,5 miliar, Indonesia memiliki salah satu bantalan penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk perubahan kondisi pasar keuangan internasional dan tekanan terhadap nilai tukar.

Baca: Aksi Jual Obligasi Global Makin Dalam, Yield AS dan Jepang Melonjak akibat Inflasi dan Konflik Timur Tengah

Kenaikan cadangan devisa pada Agustus 2026 juga memperlihatkan bahwa posisi eksternal Indonesia masih cukup kuat. Namun, perkembangan arus modal, perdagangan internasional, pembayaran utang luar negeri, serta kondisi pasar keuangan global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan ke depan.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca