LPS Targetkan 2 Juta Orang Buka Rekening Setiap Tahun, 15 Juta Warga Masih Unbanked


Tradingan – #Lembaga #Penjamin #Simpanan (#LPS) menargetkan sekitar 2 juta #masyarakat yang belum memiliki #rekening #bank atau #unbanked dapat masuk ke dalam #ekosistem #perbankan setiap tahun.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya LPS untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan akses layanan perbankan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengatakan masih terdapat sekitar 15 juta masyarakat yang belum memiliki rekening. Karena itu, LPS mendorong agar sedikitnya 2 juta orang dapat membuka dan memiliki rekening setiap tahunnya.

LPS Targetkan 2 Juta Orang Buka Rekening Setiap Tahun 15 Juta Warga Masih Unbanked
LPS Targetkan 2 Juta Orang Buka Rekening Setiap Tahun, 15 Juta Warga Masih Unbanked

“Target utama kita adalah menaikkan jumlah orang yang punya rekening. Per tahun kita mau kurang lebih dua juta menjadi punya rekening,” ujar Farid saat menghadiri Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Baca: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melonjak 471% Jadi Rp228 Miliar, Saham Bergerak Fluktuatif

LPS Ingin Jumlah Masyarakat Tanpa Rekening Terus Berkurang

Menurut Farid, apabila target tersebut dapat direalisasikan secara konsisten, jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening diharapkan turun secara bertahap.

Dengan target sekitar 2 juta orang per tahun, jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening diharapkan dapat berkurang dari sekitar 15 juta menjadi sekitar 13 juta orang pada tahun berikutnya.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan mendorong masyarakat membuka rekening baru. LPS juga menilai edukasi dan literasi keuangan memiliki peranan penting agar masyarakat memahami manfaat serta cara menggunakan layanan perbankan secara tepat.

Program literasi keuangan akan terus diperluas melalui berbagai kegiatan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Inklusi Keuangan Tinggi, Literasi Masih Menjadi Tantangan

LPS menilai perkembangan teknologi telah membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah. Pembukaan rekening secara digital juga membuat masyarakat dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor bank.

Namun, tingginya akses terhadap produk keuangan belum otomatis menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk tersebut juga tinggi.

Farid mengatakan tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai sekitar 93 persen, tetapi masih terdapat kesenjangan dengan tingkat literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca: DeFi Development Siapkan Dana US$20 Juta, Saham CHAD Tawarkan Dividen 13% untuk Tambah Koleksi Solana

Masyarakat kini relatif mudah memiliki rekening dan menggunakan layanan digital. Namun, pemahaman mengenai cara mengelola rekening, keamanan transaksi, produk keuangan, hingga risiko penggunaan layanan finansial masih perlu terus ditingkatkan.

“Artinya mereka sudah terlibat, mereka punya rekening, mungkin buka rekening secara online, tapi literasinya masih rendah. Ini yang mau kita tingkatkan,” kata Farid.

LPS Soroti Rekening Dormant

Selain mengejar pertumbuhan jumlah rekening baru, LPS juga memberikan perhatian terhadap rekening yang sudah tidak aktif atau dormant.

Menurut LPS, bertambahnya jumlah rekening belum cukup apabila rekening tersebut kemudian tidak digunakan. Rekening yang tidak aktif juga perlu mendapatkan perhatian karena berpotensi disalahgunakan.

Karena itu, masyarakat yang memiliki rekening tetapi sudah tidak digunakan lagi diimbau untuk mempertimbangkan menutup rekening tersebut sesuai prosedur bank.

LPS juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola rekening secara aktif dan bertanggung jawab.

Membuka Rekening Harus Diikuti Pemahaman Keuangan

Program perluasan akses perbankan pada akhirnya tidak hanya bertujuan membuat masyarakat memiliki rekening, tetapi juga memastikan rekening tersebut memberikan manfaat bagi pemiliknya.

Masyarakat diharapkan mampu menggunakan rekening untuk menyimpan uang, menerima penghasilan, melakukan pembayaran, melakukan transaksi digital, hingga mengakses berbagai layanan keuangan secara aman.

Karena itu, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan.

LPS menilai pesan edukasi harus dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, terutama generasi muda yang semakin banyak menggunakan layanan perbankan dan transaksi digital.

Target 2 Juta Rekening Jadi Bagian Penguatan Inklusi Keuangan

Target LPS untuk membawa sekitar 2 juta masyarakat unbanked masuk ke sistem perbankan setiap tahun menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan masih menjadi pekerjaan penting.

Dengan jumlah masyarakat tanpa rekening yang diperkirakan masih sekitar 15 juta orang, diperlukan upaya berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat terhubung dengan sistem keuangan formal.

Baca: Aksi Jual Obligasi Global Makin Dalam, Yield AS dan Jepang Melonjak akibat Inflasi dan Konflik Timur Tengah

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa memiliki rekening bukan sekadar memiliki akses terhadap layanan bank. Penggunaan rekening secara aman, pemahaman terhadap produk keuangan, serta kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

LPS pun berkomitmen memperluas sosialisasi dan edukasi melalui pertemuan langsung maupun media digital. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami cara menggunakan layanan keuangan secara bijak dan aman.

One Reply to “LPS Targetkan 2 Juta Orang Buka Rekening Setiap Tahun, 15 Juta Warga Masih Unbanked”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca