Tradingan – #Nvidia kembali #memperkuat #posisinya dalam #perkembangan #industri #kecerdasan #buatan (#AI) #global. #Perusahaan pembuat chip tersebut menyetujui dukungan kredit lebih dari US$100 #miliar untuk pembangunan pusat data AI baru milik OpenAI di Ohio, #Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur AI terbesar yang tengah dikembangkan. Menurut laporan Financial Times yang dikutip pada Senin (17 Agustus 2026), Nvidia juga akan menanamkan investasi sekitar US$1,5 miliar ke SB Energy, perusahaan energi yang didirikan sebagai bagian dari SoftBank Group pada 2019.

OpenAI Siapkan Pusat Data AI Raksasa Di Ohio
Pusat data tersebut akan dibangun di PORTS-Pike Technology Campus yang berada di Pike County, Ohio. Proyek ini dirancang untuk menyediakan kapasitas komputasi AI hingga 8 gigawatt (GW).
Baca: Cara Menggunakan AI untuk Menyusun Daftar Aset yang Layak Dipantau
Tahap awal dengan kapasitas sekitar 800 megawatt ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan keseluruhan proyek direncanakan berkembang hingga 8 GW pada 2032. OpenAI akan menjadi pelanggan utama melalui kontrak sewa jangka panjang selama 20 tahun.
SB Energy akan bertanggung jawab membangun, memiliki, dan mengoperasikan fasilitas tersebut. Dengan skala tersebut, proyek Ohio diproyeksikan menjadi salah satu pusat komputasi AI terbesar di dunia.
Nvidia Siapkan Dukungan Kredit Hingga US$105 Miliar
Dalam struktur kesepakatan tersebut, Nvidia akan memberikan dukungan kredit untuk berbagai kebutuhan proyek, termasuk lahan, pasokan listrik, dan pembangunan infrastruktur pusat data.
Dokumen terkait menyebut batas dukungan Nvidia dapat mencapai sekitar US$105 miliar. Infrastruktur tersebut juga akan mencakup fasilitas yang nantinya dapat menampung lebih dari 1 juta chip AI Nvidia. Salah satu persyaratan penting dalam kesepakatan adalah fasilitas tahap awal harus siap mulai beroperasi pada 2028.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Nvidia. Perusahaan tidak hanya berperan sebagai pemasok chip, tetapi juga ikut membantu menyediakan pembiayaan dan infrastruktur yang dibutuhkan agar teknologi AI dapat terus berkembang.
Jensen Huang Soroti Kendala Infrastruktur AI
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan bahwa perusahaan memanfaatkan skala bisnis dan visibilitas permintaan jangka panjang untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur AI.
Menurut Huang, ketersediaan lahan, pasokan listrik, serta infrastruktur fisik kini menjadi salah satu hambatan utama dalam membangun pusat data atau yang sering disebut sebagai AI factories.
Permintaan komputasi AI yang meningkat pesat membuat perusahaan teknologi membutuhkan pusat data berkapasitas sangat besar. Namun, membangun fasilitas tersebut membutuhkan investasi besar, energi dalam jumlah tinggi, jaringan listrik, sistem pendingin, serta pasokan chip yang memadai.
Baca Juga: AI untuk Membuat Market Brief Sebelum Sesi Trading Dimulai
Nvidia Berpotensi Meraup Pendapatan Hingga US$200 Miliar
Dari proyek tersebut, Nvidia memperkirakan peluang pendapatannya dapat mencapai sekitar US$150 miliar hingga US$200 miliar sebagai pemasok sistem komputasi.
Besarnya potensi pendapatan tersebut tidak terlepas dari posisi Nvidia sebagai pemasok utama chip dan sistem komputasi AI yang digunakan dalam pusat data generasi baru.
Jika ekspansi proyek Ohio berjalan lebih jauh dari komitmen awal sekitar 4,25 GW, pengeluaran OpenAI untuk membeli chip Nvidia bahkan berpotensi mencapai US$600 miliar pada 2030, berdasarkan perkiraan yang dikutip dalam laporan tersebut.
Nvidia Investasi US$1,5 Miliar Ke SB Energy
Selain memberikan dukungan kredit, Nvidia juga melakukan investasi sebesar US$1,5 miliar ke SB Energy.
SB Energy merupakan perusahaan yang berada di bawah SoftBank dan kini berfokus pada pembangunan infrastruktur energi serta pusat data berskala besar untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI.
Reuters melaporkan bahwa proyek Ohio pada tahap awal akan menyediakan sekitar 4,25 GW kapasitas dan menggunakan teknologi GPU serta jaringan Nvidia. SB Energy dan SoftBank juga merencanakan investasi sekitar US$4,2 miliar pada infrastruktur jaringan listrik Ohio serta menargetkan tambahan kapasitas listrik baru sedikitnya 10 GW.
Proyek AI Terbesar Dengan Kebutuhan Energi Fantastis
Besarnya proyek ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI kini tidak hanya bergantung pada model bahasa dan perangkat lunak. Infrastruktur fisik dan energi menjadi bagian penting dari perlombaan AI global.
Pusat data AI membutuhkan listrik jauh lebih besar dibandingkan pusat data konvensional karena ribuan hingga jutaan GPU harus beroperasi secara bersamaan untuk melatih dan menjalankan model AI.
Reuters juga menyoroti bahwa proyek Ohio merupakan bagian dari strategi Nvidia untuk membiayai infrastruktur yang menggunakan chip buatannya sendiri. Strategi tersebut dapat membantu mempercepat pembangunan pusat data sekaligus menciptakan permintaan baru terhadap produk Nvidia.
Berkaitan Dengan Kesepakatan Infrastruktur AI US$500 Miliar
Kesepakatan Nvidia dan OpenAI ini muncul tidak lama setelah Nvidia mengumumkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar Wall Street untuk mendukung pembiayaan infrastruktur AI senilai lebih dari US$500 miliar.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan investasi dan keuangan besar untuk membantu menyediakan modal bagi pembangunan pusat data, sistem komputasi, dan infrastruktur energi AI.
Langkah tersebut memperlihatkan semakin besarnya kebutuhan modal untuk memenuhi pertumbuhan industri AI. Pembangunan pusat data generasi baru membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga perusahaan teknologi mulai mencari struktur pembiayaan baru di luar pendanaan tradisional.
Nvidia Sebelumnya Sempat Dikabarkan Menawarkan Jaminan Lebih Besar
Besarnya nilai dukungan Nvidia untuk proyek Ohio juga menjadi perhatian investor. Beberapa hari sebelumnya, Nvidia dilaporkan mengurangi rencana dukungan finansial yang sebelumnya disebut dapat mencapai US$250 miliar menjadi kurang dari US$120 miliar.
Menurut laporan Reuters yang mengutip Wall Street Journal, perubahan tersebut mencerminkan penyesuaian terhadap tingkat risiko finansial Nvidia dalam proyek pusat data OpenAI di Ohio.
Dengan struktur terbaru, dukungan Nvidia lebih diarahkan pada tahap awal proyek, sementara pembiayaan tahap berikutnya dapat melibatkan sumber modal lainnya.
Masa Depan Nvidia Dan OpenAI
Kesepakatan di Ohio menjadi gambaran bagaimana hubungan Nvidia dan OpenAI semakin berkembang. Nvidia bukan hanya memasok GPU, tetapi juga berupaya membantu menyediakan ekosistem infrastruktur yang memungkinkan OpenAI memperbesar kapasitas komputasinya.
Baca Juga: 3 Emiten Bank Masuk Daftar HSC BEI, OJK Minta Investor Cermati Fundamental Saham
Bagi OpenAI, ketersediaan pusat data berkapasitas besar sangat penting untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian model AI generasi berikutnya. Sementara bagi Nvidia, proyek semacam ini berpotensi menciptakan permintaan chip, sistem jaringan, dan perangkat komputasi dalam skala sangat besar.
Nvidia sendiri sebelumnya telah mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI untuk membangun sedikitnya 10 GW infrastruktur AI dengan sistem Nvidia. Perusahaan menyatakan investasi hingga US$100 miliar dalam kemitraan tersebut akan dilakukan secara bertahap seiring pembangunan kapasitas.
Dengan demikian, proyek pusat data Ohio bukan sekadar pembangunan fasilitas teknologi baru. Proyek ini menjadi bagian dari perlombaan besar membangun infrastruktur AI global, yang mempertemukan perusahaan teknologi, produsen chip, perusahaan energi, investor, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem.
