Tradingan – #Tether, #penerbit #stablecoin #USDT terbesar di #dunia, #mencatat tonggak penting dalam upayanya meningkatkan #transparansi #perusahaan. Tether mengumumkan bahwa #laporan #keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 telah menjalani #audit #independen penuh oleh #KPMG US.

Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi Tether karena selama bertahun-tahun perusahaan lebih banyak mengandalkan laporan attestasi berkala untuk memberikan gambaran mengenai aset yang mendukung USDT.
Baca: Transaksi Kripto RI Tembus Rp28,58 Triliun Juni 2026, Pengguna Aset Digital Capai 22,69 Juta
Kabar mengenai audit tersebut disampaikan Tether pada Kamis. Reuters juga melaporkan bahwa audit penuh oleh KPMG US menjadi audit independen pertama atas laporan keuangan Tether.
KPMG US Berikan Opini Audit Tanpa Pengecualian
Menurut keterangan Tether, KPMG US memberikan opini audit tanpa pengecualian atau unqualified opinion terhadap laporan keuangan perusahaan.
Secara umum, opini tersebut menunjukkan bahwa auditor menilai laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua aspek material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
KPMG juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerbitkan opini tanpa pengecualian atas laporan keuangan Tether International, S.A. de C.V. untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Namun, hasil lengkap audit tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat. KPMG menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut karena alasan kerahasiaan klien.
Berbeda Dengan Attestasi Cadangan
Sebelum memperoleh audit penuh, Tether secara rutin menerbitkan laporan attestasi mengenai cadangan yang mendukung USDT.
Attestasi dan audit laporan keuangan merupakan dua hal yang berbeda. Attestasi memberikan gambaran mengenai kondisi aset dan kewajiban pada waktu tertentu, sedangkan audit laporan keuangan memiliki cakupan pemeriksaan yang lebih menyeluruh terhadap laporan keuangan perusahaan.
Tether sebelumnya menggunakan jasa BDO untuk laporan attestasi kuartalannya. Dalam laporan kuartal IV 2025, misalnya, Tether menyatakan memiliki aset lebih dari US$192,87 miliar, sementara kewajibannya mencapai sekitar US$186,54 miliar. Perusahaan juga melaporkan laba bersih lebih dari US$10 miliar sepanjang 2025.
Dengan adanya audit penuh KPMG, Tether kini memiliki lapisan verifikasi independen yang lebih komprehensif terhadap laporan keuangannya.
Baca: OJK Kebut Aturan Bursa Mineral, Resmi Meluncur Januari 2027: Ini Tujuan dan Manfaat BMKS
Audit Menjadi Perhatian Investor
Selama bertahun-tahun, transparansi cadangan Tether menjadi salah satu isu yang paling banyak diperhatikan dalam industri cryptocurrency.
Tether sebelumnya menyatakan keinginannya untuk mendapatkan audit penuh, tetapi proses tersebut menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekhawatiran reputasi di kalangan perusahaan akuntansi besar serta belum seragamnya regulasi cryptocurrency di berbagai yurisdiksi.
Pada Maret 2026, Tether secara resmi mengumumkan telah menjalin kerja sama dengan salah satu firma akuntansi Big Four untuk menyelesaikan audit laporan keuangan independen penuh pertamanya. Saat pengumuman awal tersebut dibuat, nama firma belum disebutkan.
Belakangan, KPMG diketahui menjadi firma yang menangani audit tersebut.
Tether Pernah Dikaitkan Dengan Rencana Penggalangan Dana Besar
Audit ini juga menjadi sorotan karena sebelumnya Tether dikaitkan dengan rencana penggalangan modal dalam jumlah sangat besar.
Pada 2025 dan awal 2026, muncul laporan mengenai kemungkinan Tether menghimpun dana hingga sekitar US$20 miliar dengan valuasi perusahaan yang dapat mencapai US$500 miliar.
Namun, laporan pada Februari 2026 menyebut rencana tersebut mengalami perubahan setelah muncul keberatan dari calon investor terhadap besarnya valuasi dan ukuran transaksi. Penasihat Tether kemudian disebut mempertimbangkan penggalangan dana yang lebih kecil, sekitar US$5 miliar.
CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya juga mengatakan bahwa angka US$15 miliar hingga US$20 miliar merupakan batas maksimum dalam skenario tertentu, bukan target penggalangan dana yang pasti.
Posisi Keuangan Tether Tetap Menjadi Sorotan
Tether memasuki 2026 dengan posisi keuangan yang besar. Dalam laporan kuartal pertama 2026, perusahaan menyatakan membukukan laba bersih sekitar US$1,04 miliar, sementara cadangan berlebih mencapai rekor US$8,23 miliar.
Pada periode yang sama, eksposur langsung dan tidak langsung Tether terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat mencapai sekitar US$141 miliar.
Data tersebut menunjukkan besarnya skala bisnis Tether dan peran USDT dalam pasar aset digital global.
Apa Arti Audit KPMG Bagi Pengguna USDT?
Bagi pengguna dan investor cryptocurrency, audit independen penuh dapat menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan kepercayaan terhadap Tether.
Selama ini, pertanyaan mengenai kualitas dan kecukupan cadangan menjadi bagian dari perdebatan seputar stablecoin. Audit oleh firma akuntansi besar seperti KPMG dapat memberikan pemeriksaan yang lebih menyeluruh dibandingkan sekadar laporan attestasi berkala.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu memahami bahwa opini audit bukan berarti harga USDT dijamin selalu berada tepat di US$1. Nilai stablecoin di pasar tetap dapat mengalami pergerakan kecil akibat kondisi likuiditas dan mekanisme perdagangan.
Tether Berusaha Memperkuat Transparansi
Keputusan Tether menjalani audit penuh dapat dilihat sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat transparansi dan kesiapan menghadapi perkembangan regulasi aset digital.
Tether sebelumnya juga menunjuk Simon McWilliams sebagai Chief Financial Officer pada 2025. Perusahaan menyatakan penunjukan tersebut merupakan bagian dari langkah menuju audit penuh serta peningkatan transparansi dan kesiapan regulasi.
Dengan audit pertama yang telah selesai, perhatian selanjutnya kemungkinan akan tertuju pada sejauh mana hasil audit tersebut akan dibuka kepada publik dan bagaimana temuan audit memengaruhi kepercayaan investor terhadap USDT.
Menjadi Babak Baru Bagi Industri Stablecoin
Audit independen penuh Tether bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga dapat menjadi perkembangan penting bagi industri stablecoin secara keseluruhan.
Baca: Cara Memanfaatkan AI untuk Menganalisis Data On-Chain
Sebagai penerbit stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, setiap perubahan dalam kebijakan transparansi Tether berpotensi menjadi perhatian regulator, investor institusional, pelaku pasar cryptocurrency, hingga pengguna USDT di berbagai negara.
Jika hasil audit dan praktik pelaporan Tether semakin terbuka, langkah tersebut dapat membantu memperkuat standar transparansi dalam industri stablecoin yang terus berkembang.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau memperdagangkan cryptocurrency. Pergerakan harga aset kripto memiliki risiko tinggi dan dapat berubah sewaktu-waktu.
