S&P 500 Naik 0,5% di September, Saham AI Melonjak hingga 35%: Intel dan AMD Jadi Sorotan


Tradingan – #Pasar #saham #Amerika Serikat (AS) mencatat pergerakan yang relatif terbatas sepanjang #September 2026. #Indeks #S&P 500 hanya naik sekitar 0,5%, tetapi kondisi tersebut tidak berlaku bagi sejumlah #saham #teknologi dan #perusahaan yang berkaitan dengan #kecerdasan #buatan (#AI).

Di tengah pergerakan pasar yang cenderung stagnan, strategi pemilihan saham Tech Titans justru membukukan kenaikan hingga 13,35% sepanjang September. Kinerja tersebut jauh mengungguli S&P 500 dan membuat total imbal hasil strategi tersebut sejak diluncurkan mencapai lebih dari 226%.

SP 500 Naik 05 di September Saham AI Melonjak hingga 35 Intel dan AMD Jadi Sorotan
S&P 500 Naik 0,5% di September, Saham AI Melonjak hingga 35%: Intel dan AMD Jadi Sorotan

Performa tersebut memperlihatkan bahwa meskipun indeks utama Wall Street bergerak terbatas, peluang investasi masih muncul pada perusahaan yang berada di pusat perkembangan teknologi AI, semikonduktor, serta infrastruktur komputasi berkinerja tinggi.

Baca: IHSG Tertekan, Modal Asing Rp10,24 Triliun Cabut: Ini Penyebab dan Prospek Pasar Saham Indonesia

S&P 500 Hanya Naik 0,5% di September

Sepanjang September, S&P 500 menghadapi kondisi pasar yang relatif beragam. Indeks yang menjadi salah satu tolok ukur utama pasar saham AS tersebut hanya mampu mencatat kenaikan sekitar 0,5%.

Pergerakan tersebut menjadi kontras ketika dibandingkan dengan kinerja strategi Tech Titans yang berhasil naik 13,35% dalam satu bulan.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya rotasi modal menuju sektor dan perusahaan tertentu yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan kuat, terutama perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok teknologi AI.

Menurut laporan Investing.com, arus modal institusional terlihat mengarah ke berbagai lapisan infrastruktur yang mendukung komputasi berkinerja tinggi. Di dalamnya termasuk peralatan semikonduktor, arsitektur chip generasi terbaru hingga infrastruktur server.

Saham Intel dan AMD Jadi Motor Kenaikan

Salah satu faktor yang menonjol dalam kinerja strategi tersebut adalah kenaikan sejumlah saham semikonduktor.

Intel (INTC) tercatat naik sekitar 35,14% sepanjang September, sedangkan AMD (AMD) meningkat sekitar 33,10% pada periode yang sama.

Selain kedua perusahaan tersebut, sejumlah saham lain juga membukukan kenaikan signifikan.

Berikut beberapa saham yang disebut sebagai pemenang besar strategi tersebut selama September:

  • Intel: +35,14%
  • AMD: +33,10%
  • Natera: +28,85%
  • Hewlett Packard: +25,92%
  • Marvell: +25,58%
  • Veeco: +23,42%
  • Arm: +23,35%
  • Axcelis: +19,16%

Data tersebut menunjukkan kuatnya minat investor terhadap perusahaan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkembangan AI dan kebutuhan komputasi generasi baru.

Intel Melonjak 35,14% dalam Sebulan

Intel menjadi salah satu saham dengan performa paling mencolok. Saham perusahaan semikonduktor tersebut meningkat 35,14% hanya dalam September.

Menurut laporan sumber, kenaikan Intel didukung sejumlah faktor, termasuk peningkatan peringkat analis, kenaikan harga CPU serta perkembangan manufaktur chip.

Intel juga disebut telah memproses lebih dari 1 juta wafer menggunakan peralatan High-NA EUV milik ASML, yang menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan investor dalam menilai kemampuan eksekusi manufaktur perusahaan.

Model pemilihan saham berbasis machine learning tersebut sebelumnya telah menandai Intel pada Juni ketika momentum bisnis dan potensi penilaian ulang laba mulai terlihat.

Selain momentum harga, laporan tersebut menyoroti pertumbuhan pendapatan Intel. Pendapatan kuartal pertama 2026 disebut mencapai US$13,6 miliar, meningkat sekitar 7% secara tahunan.

Pendapatan berbasis AI juga disebut tumbuh sekitar 40% secara year-on-year. Selain itu, kesepakatan manufaktur dengan Apple dan investasi Nvidia turut menjadi faktor yang diperhatikan pasar.

Baca: Tokocrypto dan Perkembangan Regulasi Aset Kripto Indonesia

AMD Naik 33,10% di September

AMD juga mencatat performa kuat dengan kenaikan 33,10% selama September.

Perusahaan semikonduktor tersebut menjadi salah satu penerima manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI.

Menurut laporan, momentum AMD antara lain berkaitan dengan perkembangan sistem AI, hubungan pasokan dengan perusahaan teknologi besar, serta meningkatnya ekspektasi terhadap pasar AI dalam beberapa tahun mendatang.

Data yang dikutip sumber menunjukkan pendapatan AMD pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar US$10,3 miliar, meningkat sekitar 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh bisnis data center yang tumbuh sekitar 57%.

Penjualan bisnis Data Center AMD pada kuartal kedua juga disebut mencapai sekitar US$6,7 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana AMD semakin berupaya mengambil posisi dalam pasar perangkat keras AI dan sistem komputasi berperforma tinggi.

Saham AI Tidak Hanya Berasal dari Perusahaan Chip

Menariknya, peluang yang muncul dari perkembangan AI tidak hanya berasal dari produsen chip.

Strategi yang dibahas juga mencakup perusahaan yang bergerak di bidang server, perangkat keras, infrastruktur teknologi hingga perusahaan lain yang memperoleh manfaat dari meningkatnya investasi pada pusat data.

Hewlett Packard, misalnya, naik sekitar 25,92% sepanjang September dan mencatat kenaikan sekitar 45,37% sejak saham tersebut dipilih dalam strategi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan AI menciptakan efek berantai pada berbagai perusahaan yang memasok kebutuhan pusat data dan komputasi.

Bagaimana Strategi Pemilihan Saham AI Bekerja?

Strategi tersebut menggunakan pendekatan berbasis kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mengevaluasi saham.

Menurut sumber, sistem melakukan evaluasi terhadap ribuan saham global dengan menggunakan kombinasi data historis, sinyal valuasi serta indikator pertumbuhan yang berorientasi ke depan.

Model tersebut juga memanfaatkan lebih dari 15 tahun data keuangan dan lebih dari 150 model kuantitatif.

Dalam setiap strategi, sistem dapat memilih hingga 20 saham yang dinilai memiliki potensi kenaikan dalam jangka menengah. Portofolio kemudian mengalami rebalancing setiap bulan.

Saham baru dapat masuk ketika memenuhi kriteria tertentu, sementara saham yang tidak lagi memenuhi parameter dapat dikeluarkan.

Setiap strategi menggunakan bobot yang sama pada saham-saham yang dipilih sebagai tolok ukur kinerja model.

Imbal Hasil Strategi Capai Lebih dari 225%

Selain mencatat kenaikan 13,35% selama September, strategi teknologi tersebut juga diklaim telah menghasilkan imbal hasil sekitar 225,58% sejak diluncurkan pada November 2023.

Angka tersebut disebut setara dengan kinerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan S&P 500 dalam periode yang sama. Sumber menyebut strategi tersebut memiliki outperformance sekitar 143,25% di atas tolok ukur S&P 500.

Namun, angka historis tersebut tetap perlu dipahami sebagai catatan kinerja masa lalu dan bukan jaminan bahwa hasil yang sama akan terjadi pada periode berikutnya.

Sejumlah Saham Masih Mencatat Kenaikan Jangka Panjang

Selain kenaikan selama September, beberapa saham dalam strategi tersebut juga menunjukkan performa kuat sejak pertama kali dipilih.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Delek US Holdings: +97,81% sejak dipilih
  • Everforth: +95,05%
  • Consensus Cloud Solutions: +65,54%
  • HF Sinclair: +61,08%
  • Amneal Pharmaceuticals: +57,36%

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemilihan saham tidak semata-mata berfokus pada saham teknologi besar, tetapi juga dapat mencakup perusahaan dari sektor berbeda yang dianggap memiliki kombinasi fundamental, momentum dan prospek pertumbuhan menarik.

Apa Artinya bagi Investor?

Pergerakan pasar September memberikan satu gambaran penting bagi investor. Ketika indeks utama seperti S&P 500 hanya bergerak tipis, kinerja saham individual dapat tetap sangat berbeda.

Saham yang memiliki eksposur terhadap AI, semikonduktor, pusat data dan infrastruktur komputasi dapat bergerak jauh lebih agresif dibandingkan indeks secara keseluruhan.

Namun, potensi keuntungan yang lebih tinggi juga biasanya disertai risiko yang lebih besar. Saham teknologi dan semikonduktor dapat mengalami volatilitas tinggi karena sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pertumbuhan, valuasi, suku bunga dan belanja modal perusahaan teknologi besar.

Karena itu, investor perlu melihat lebih dari sekadar persentase kenaikan harga. Fundamental perusahaan, pertumbuhan pendapatan, arus kas, valuasi serta kondisi industri tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Bos-Bos Dunia Merapat ke Jakarta Oktober 2026, Ada Apa?

Prospek Saham AI Memasuki Oktober 2026

Memasuki Oktober, perhatian investor akan kembali tertuju pada apakah momentum saham AI dan semikonduktor dapat berlanjut.

Kinerja September menunjukkan bahwa modal investor masih mengalir ke perusahaan yang berhubungan dengan infrastruktur AI. Namun, kondisi pasar dapat berubah dengan cepat apabila terjadi perubahan ekspektasi terhadap suku bunga, pertumbuhan ekonomi, belanja pusat data atau prospek laba perusahaan.

Strategi berbasis AI seperti yang dibahas dalam laporan tersebut berupaya memanfaatkan perubahan tersebut dengan melakukan evaluasi dan pemilihan saham secara berkala.

Dengan demikian, perkembangan saham AI pada Oktober akan menjadi salah satu tema penting yang perlu diperhatikan investor pasar AS.

Kesimpulan

S&P 500 hanya naik sekitar 0,5% pada September 2026, tetapi strategi pemilihan saham Tech Titans mencatat kenaikan jauh lebih tinggi, yakni 13,35%.

Intel dan AMD menjadi dua nama yang mencuri perhatian setelah masing-masing naik 35,14% dan 33,10% sepanjang September. Kinerja tersebut memperlihatkan kuatnya momentum di sektor semikonduktor dan infrastruktur AI.

Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko dan tidak menjadikan kinerja masa lalu sebagai jaminan keuntungan pada masa depan. Perkembangan fundamental, valuasi dan kondisi pasar tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan investasi.

2 Replies to “S&P 500 Naik 0,5% di September, Saham AI Melonjak hingga 35%: Intel dan AMD Jadi Sorotan”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca