Tradingan – #Apple #kembali #memperoleh #sentimen #positif dari #kalangan #analis #Wall Street. HSBC resmi meningkatkan rekomendasi saham Apple dari Hold menjadi Buy sekaligus menaikkan target harga saham perusahaan menjadi US$366, naik signifikan dibanding target sebelumnya sebesar US$260.

Keputusan tersebut disampaikan analis HSBC, Nicolas Cote-Colisson, yang menilai Apple kini berada di titik balik operasional berkat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta jajaran produk baru yang diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun mendatang.
Baca: Bull Case Ethereum Semakin Kuat, Tom Lee Sebut Wall Street Jadi Mesin Baru Kenaikan Harga ETH
HSBC Optimistis Apple Masuki Fase Pertumbuhan Baru
Dalam laporan riset yang dirilis pada Jumat, Nicolas Cote-Colisson menjelaskan bahwa HSBC sebelumnya lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang berada di rantai pasok AI, seperti penyedia layanan hyperscaler maupun produsen memori.
Namun kini pandangan tersebut berubah. Menurutnya, Apple memiliki peluang besar memanfaatkan ekosistem perangkat yang telah mencapai sekitar 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia melalui pengembangan teknologi Apple Intelligence.
Basis pengguna yang sangat besar tersebut diyakini akan menjadi modal utama Apple dalam mempercepat adopsi fitur-fitur AI generatif di masa mendatang.
Investasi AI Apple Dinilai Lebih Efisien
HSBC juga menyoroti efisiensi investasi Apple dibanding perusahaan teknologi lainnya.
Berdasarkan estimasi bank tersebut, belanja modal (capital expenditure/capex) Apple pada 2026 diperkirakan hanya sekitar 2,5% dari total penjualan, jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan hyperscaler yang mencapai sekitar 39%.
Efisiensi ini dinilai memberi ruang bagi Apple untuk tetap menjaga profitabilitas sambil terus mengembangkan teknologi AI.
Baca: Apa Itu Investasi dan Trading? Pengertian, Perbedaan, dan Cara Memilih
Siri AI Generasi Baru Jadi Sorotan
Salah satu alasan utama HSBC meningkatkan rekomendasi saham Apple adalah kehadiran Siri AI generasi terbaru yang diperkirakan mulai diperkenalkan tahun ini.
Versi terbaru Siri disebut akan menghadirkan kemampuan yang jauh lebih canggih, antara lain:
- Kecerdasan visual (Visual Intelligence).
- Percakapan berbasis konteks lintas aplikasi.
- Pemahaman yang lebih natural terhadap kebutuhan pengguna.
- Pemrosesan AI yang berjalan langsung di perangkat maupun melalui Private Cloud milik Apple.
Teknologi tersebut disebut memanfaatkan model fondasi hasil penyulingan (distillation) dari Gemini yang dioptimalkan agar dapat berjalan secara efisien dalam ekosistem Apple.
Deretan Produk Baru Perkuat Prospek Apple
Selain perkembangan AI, HSBC juga melihat jalur produk (product roadmap) Apple sangat menjanjikan hingga 2027.
Beberapa perangkat yang diperkirakan akan menjadi pendorong pertumbuhan antara lain:
- iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
- iPhone Air yang diperkirakan meluncur pada April 2027.
- iPhone lipat bergaya buku (book-style foldable).
- iPhone edisi khusus ulang tahun ke-20.
- Kacamata pintar (Smart Glasses) Apple.
Kombinasi inovasi perangkat keras dan pengembangan AI diperkirakan akan memperkuat daya saing Apple di pasar teknologi global.
HSBC Naikkan Proyeksi Pendapatan Apple
Seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek bisnis Apple, HSBC juga merevisi naik estimasi kinerja keuangan perusahaan.
Bank tersebut meningkatkan proyeksi pendapatan grup pada periode 2027–2028 sekitar 7% hingga 9%.
Sementara itu, estimasi penjualan iPhone juga dinaikkan menjadi 11% hingga 13%, sedangkan proyeksi pendapatan dari segmen Services untuk tahun 2027 meningkat sekitar 5,4%.
Revisi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa strategi Apple dalam mengintegrasikan AI ke dalam seluruh ekosistem perangkat akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan.
Target Harga Apple Berpotensi Naik Lebih Tinggi
Target harga terbaru HSBC sebesar US$366 per saham mencerminkan potensi kenaikan sekitar 12% dibandingkan harga saham saat analisis tersebut diterbitkan.
Baca juga: Apa Itu Airdrop Crypto? Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendapatkannya
Valuasi tersebut menggunakan estimasi rasio non-GAAP Price to Earnings (P/E) tahun 2027 sebesar 33,5 kali.
Bahkan dalam skenario paling optimistis, HSBC memperkirakan saham Apple masih memiliki peluang kenaikan tambahan sekitar US$31 per saham, apabila adopsi Apple Intelligence dan peluncuran produk baru berjalan sesuai ekspektasi.
Dengan kombinasi inovasi AI, efisiensi investasi, serta peluncuran sejumlah perangkat baru dalam beberapa tahun mendatang, Apple dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.
