Tradingan – JAKARTA – #Harga #emas #dunia #mengalami #kenaikan #tajam dan #menjadi #topik #utama #bagi #investor global maupun domestik pada awal tahun 2026. Pergerakan harga emas tak hanya mempengaruhi pasar komoditas, tetapi juga berdampak pada sentimen investor di pasar modal Indonesia.
Baca juga: Kinerja Emiten CPO Grup Salim Kuat Sepanjang 2025, Rekomendasi Saham dan Prospeknya di 2026

📊 Kenaikan Harga Emas Dunia dan Pengaruhnya
Mengutip data harga emas global, harga emas spot mencatat kenaikan signifikan sebesar 2,43% dalam satu hari dan 9,50% dalam sebulan, mencapai sekitar US$ 5.406 per troy ons. Lonjakan ini merupakan salah satu momentum terbesar dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh berbagai faktor geopolitik dan ekonomi global.
Di pasar domestik Indonesia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga ikut menguat. Harga emas ANTAM naik sekitar Rp 50.000 per gram, menjadikan harga emas berada di kisaran Rp 3,13 juta per gram.
Baca juga: Cara Menentukan Batas Maksimal Loss Mingguan dalam Trading
🔎 Faktor Penyebab Kenaikan Emas
Menurut analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, kenaikan harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah antara Israel–AS melawan Iran.
- Lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven, karena investor mencari perlindungan dari risiko pasar saham dan inflasi global.
Ibrahim memproyeksikan bahwa harga emas berpotensi mencapai US$ 6.000 per troy ons dalam waktu dekat jika tren kenaikan berlanjut. Hal ini bisa membuat harga emas di Indonesia naik sampai Rp 3,3–3,4 juta per gram.
💡 Simpan atau Jual? Strategi Investasi Emas 2026
Strategi terbaik terhadap kenaikan emas sangat bergantung pada tujuan finansial dan profil risiko masing-masing investor:
✅ Simpan (Hold)
- Cocok untuk investor jangka panjang yang ingin memanfaatkan kenaikan harga emas hingga beberapa tahun ke depan.
- Emas diproyeksikan tetap kuat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
⚠️ Jual (Take Profit)
- Disarankan bagi investor yang membutuhkan likuiditas jangka pendek, misalnya untuk kebutuhan modal mendesak seperti biaya liburan atau biaya pendidikan.
- Penjualan pada level harga tinggi dapat menghasilkan keuntungan nyata.
Baca Juga: Menghindari Risk Drift Tanpa Disadari dalam Trading
Menurut analis, dalam kondisi pasar saat ini, emas masih memiliki prospek tren kenaikan hingga melampaui 2028, terutama jika permintaan safe haven terus tinggi.



