Tradingan – #Pasangan #mata #uang #GBPUSD #mencatat #penguatan #signifikan #pada #perdagangan #hari #Rabu, #dengan #harga berada di kisaran 1,3630 saat penulisan. Kenaikan ini setara dengan sekitar 0,65% dalam sehari, didorong oleh pelemahan luas Dolar AS (USD) di tengah membaiknya sentimen pasar global.
Baca: Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Rp30.000, Tembus Rp2.790.000 per Gram

Penguatan Pound Sterling (GBP) terjadi seiring dengan berkurangnya permintaan terhadap aset safe-haven. Hal ini dipicu oleh laporan yang menunjukkan adanya kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memberikan harapan baru terhadap stabilitas geopolitik.
Menurut laporan Axios, perwakilan dari AS dan Iran dikabarkan semakin dekat untuk mencapai nota kesepahaman. Kesepakatan ini bertujuan mengakhiri konflik yang sedang berlangsung sekaligus membuka fase baru dalam negosiasi terkait program nuklir Iran.
Perkembangan tersebut memicu sentimen risk-on di pasar keuangan global, di mana investor mulai beralih ke aset berisiko dan meninggalkan aset lindung nilai seperti Dolar AS. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global pun mulai mereda.
Sebagai dampaknya, Indeks Dolar AS (DXY) mengalami penurunan sebesar 0,71% ke level 97,80. Pelemahan ini memberikan dorongan tambahan bagi mata uang utama lainnya, termasuk Pound Sterling.
Baca: Psikologi “Balas Dendam Halus” dalam Trading
Faktor Risiko dari Inggris
Di sisi lain, pasar juga mencermati dinamika politik di Inggris. Pemilihan Parlemen Skotlandia dan Senedd Wales yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis menjadi perhatian investor.
Analis dari Commerzbank menilai bahwa potensi kinerja buruk pemerintah Partai Buruh dapat meningkatkan risiko politik di Inggris. Hal ini berpotensi menahan penguatan GBP jika ketidakpastian politik meningkat.
Data Ekonomi Inggris Tetap Solid
Meski dihadapkan pada risiko politik, data makroekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang cukup kuat.
- Indeks Manajer Pembelian (IMP) Jasa S&P Global Inggris direvisi naik menjadi 52,7 pada April, dari estimasi awal 52 dan sebelumnya 50,5 pada Maret.
- IMP Gabungan juga meningkat ke 52,6 dari sebelumnya 50,3.
Kenaikan ini memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi jangka pendek Inggris dan memberikan dukungan tambahan bagi Pound Sterling.
Fokus Pasar Selanjutnya
Para pelaku pasar kini menantikan rilis data penting dari Amerika Serikat, yaitu laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Pergerakan Dolar AS Hari Ini
Secara umum, Dolar AS menunjukkan pelemahan terhadap mayoritas mata uang utama dunia hari ini. Namun, USD masih relatif lebih kuat terhadap Dolar Kanada.
Berikut gambaran pergerakan mata uang utama:
- USD melemah terhadap EUR (-0,67%)
- USD turun terhadap GBP (-0,61%)
- USD melemah tajam terhadap JPY (-1,17%)
- USD turun terhadap AUD (-0,92%)
- USD melemah terhadap NZD (-1,44%)
Heat map menunjukkan bahwa tekanan terhadap USD cukup merata di berbagai pasangan mata uang utama, mencerminkan perubahan sentimen pasar global ke arah yang lebih optimistis.
Baca Juga: Kenapa Trader Lebih Sakit Saat Hampir Profit Dibanding Loss Besar
Kesimpulan
Penguatan GBPUSD saat ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk melemahnya Dolar AS akibat meredanya ketegangan geopolitik serta solidnya data ekonomi Inggris. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko politik domestik Inggris dan data ekonomi AS yang akan datang sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.



