Bitcoin Mendekati US$66.000, Ketegangan AS-Iran Mereda dan Investor Fokus Menanti Keputusan The Fed


Jokbangka Bitcoin #kembali #menunjukkan #penguatan #signifikan #pada #perdagangan #Senin #setelah #melonjak #lebih dari #1.000 poin dan #mendekati level US$66.000. Penguatan ini didorong oleh membaiknya sentimen pasar global menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut memicu penurunan tajam harga minyak dunia.

Bitcoin Mendekati US66.000 Ketegangan AS Iran Mereda dan Investor Fokus Menanti Keputusan The Fed
Bitcoin Mendekati US$66.000, Ketegangan AS-Iran Mereda dan Investor Fokus Menanti Keputusan The Fed

Baca: Mengapa Trader Berpengalaman Masih Bisa Melakukan Kesalahan Dasar? Memahami Penyebab dan Cara Menghindarinya

Selain itu, perhatian investor kini tertuju pada agenda penting pekan ini, yakni pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan global, termasuk aset kripto.

Bitcoin Naik Hampir 2 Persen

Pada perdagangan terakhir sekitar pukul 20.52 WIB, Bitcoin tercatat naik sekitar 1,8 persen ke level US$65.736. Kenaikan tersebut menjadi sinyal pemulihan setelah sepanjang pekan sebelumnya pasar kripto mengalami volatilitas tinggi.

Meski sempat mengalami tekanan, Bitcoin berhasil menutup perdagangan pekan lalu dengan perubahan yang relatif terbatas sebelum akhirnya kembali bergerak positif pada awal pekan ini.

Baca Juga: Cara Mengatasi Keraguan Saat Setup Sudah Sesuai Rencana

Meredanya Konflik AS-Iran Dorong Sentimen Positif

Penguatan Bitcoin tidak terlepas dari membaiknya kondisi geopolitik di Timur Tengah. Iran menyatakan akan menghentikan aksi balasan apabila Amerika Serikat tidak melakukan tindakan militer lanjutan. Di sisi lain, Washington juga menghentikan operasi pengeboman sehingga kekhawatiran mengenai konflik regional yang lebih luas mulai mereda.

Perkembangan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pasar energi. Harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 5 persen, sehingga membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan biaya energi.

Turunnya tekanan inflasi membuat prospek kebijakan moneter menjadi lebih longgar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kondisi ini juga melemahkan dolar AS sehingga aset berdenominasi dolar, termasuk Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, menjadi lebih menarik bagi investor global.

Pasar Menunggu Keputusan Federal Reserve

Fokus utama investor kini beralih menuju pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Pelaku pasar secara umum memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, investor tetap mencermati setiap pernyataan pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter hingga akhir tahun.

Saat ini, pasar masih memperkirakan adanya kemungkinan sekitar sepertiga bahwa suku bunga dapat kembali dinaikkan apabila tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.

Kebijakan suku bunga yang tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti mata uang kripto karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih stabil.

Pasar Saham dan Emas Ikut Menguat

Meningkatnya optimisme investor juga tercermin dari pergerakan pasar keuangan lainnya.

Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak menguat bersamaan dengan kenaikan harga emas dan aset kripto.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Meta Platforms, Apple, dan Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan dalam waktu dekat. Hasil laporan tersebut akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait prospek investasi dan belanja di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Apabila laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi tersebut mampu melampaui ekspektasi pasar, sentimen positif terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, diperkirakan dapat terus berlanjut.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa sepanjang tahun ini Bitcoin semakin sering bergerak searah dengan saham-saham teknologi dibandingkan sebelumnya.

Altcoin Ikut Menghijau

Tidak hanya Bitcoin, sebagian besar aset kripto alternatif (altcoin) juga mencatatkan penguatan pada perdagangan Senin.

Ethereum menjadi salah satu aset dengan performa terbaik setelah melonjak sekitar 4,5 persen ke level US$1.967,92.

Sementara itu:

  • XRP menguat lebih dari 1 persen.
  • Solana naik hampir 3 persen.
  • Cardano bergerak relatif stabil.
  • Dogecoin justru melemah tipis sekitar 0,7 persen.

Kenaikan mayoritas altcoin menunjukkan meningkatnya kembali minat investor terhadap pasar aset digital seiring membaiknya sentimen global.

Baca Juga: Mengapa Trader Sulit Mengakui Kesalahan Analisis? Memahami Psikologi yang Sering Menghambat Kesuksesan Trading

Prospek Bitcoin Masih Bergantung pada The Fed

Dalam jangka pendek, arah pergerakan Bitcoin diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga serta perkembangan kondisi geopolitik global.

Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih longgar dan tekanan geopolitik tetap mereda, pasar kripto berpotensi melanjutkan tren positifnya. Sebaliknya, apabila bank sentral AS kembali mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih ketat, volatilitas di pasar aset digital diperkirakan akan kembali meningkat.

Investor pun disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang masih cukup tinggi.

One Reply to “Bitcoin Mendekati US$66.000, Ketegangan AS-Iran Mereda dan Investor Fokus Menanti Keputusan The Fed”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca