Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Buyback Saham Rp1,17 Triliun, Ini Tujuan dan Dampaknya


Tradingan – #PT #Bank #Mandiri #Tbk (#BMRI) #bersiap #melakukan #aksi #korporasi #berupa #pembelian #kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun. Langkah ini menjadi strategi perseroan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke 7.106,84, Analis Sebut Belum Sinyal Bullish Penuh

Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Buyback Saham Rp1,17 Triliun, Ini Tujuan dan Dampaknya

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/3/2026), sumber dana buyback saham BMRI akan berasal dari kas internal perusahaan. Manajemen memastikan bahwa nilai pembelian kembali saham tidak akan melebihi 10% dari total modal disetor perseroan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan buyback ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Jika disetujui, aksi buyback akan dilakukan mulai 30 April 2026 hingga 29 April 2027, atau maksimal selama 12 bulan sejak memperoleh restu investor.

Manajemen Bank Mandiri menjelaskan bahwa tujuan utama dari buyback saham ini adalah untuk meningkatkan keyakinan pasar terhadap nilai fundamental dan prospek bisnis perseroan ke depan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan kinerja perusahaan.

“Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, serta mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ungkap manajemen.

Baca juga: Bagaimana Perubahan Volume Trading Menggambarkan Kesehatan Market

Tidak hanya itu, buyback saham BMRI juga menjadi bagian dari program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) serta mendorong kinerja jangka panjang perusahaan melalui skema kompensasi berbasis kinerja dan risiko.

Adapun saham hasil buyback nantinya akan dialihkan kepada karyawan, direksi, dan komisaris dalam jangka waktu maksimal tiga tahun setelah proses pembelian kembali selesai dilakukan.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mandiri memperkirakan bahwa setelah buyback dilaksanakan, total aset konsolidasian akan turun menjadi Rp2.828 triliun, sementara ekuitas diproyeksikan menjadi Rp292,58 triliun.

Selain itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) diperkirakan turun tipis sebesar 0,07 poin menjadi 20,36%. Sementara itu, return on equity (ROE) juga diproyeksikan turun 0,01 poin menjadi 20,31%.

Meski terdapat penyesuaian pada beberapa indikator keuangan, manajemen menegaskan bahwa aksi buyback saham ini tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional maupun kinerja laba rugi perusahaan. Hal ini didukung oleh kondisi modal kerja dan arus kas Bank Mandiri yang dinilai kuat dan memadai.

Baca Juga: Hubungan Antara Likuiditas Global dan Bull Run Kripto

Dengan strategi ini, BMRI optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar saham.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.