Tradingan – PT #Astra #International Tbk (ASII) #kembali #mengumumkan #aksi #buyback #saham #dengan #nilai #dana yang #disiapkan #mencapai #maksimal Rp2 #triliun. Aksi pembelian kembali saham ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 19 Januari hingga 25 Februari 2026, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk perusahaan efek sebagai perantara pelaksana.
Baca juga: High RR Strategy: Menang Sedikit, Winrate Rendah, Tapi Profit Konsisten
Rencana buyback ini diumumkan perseroan melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada OJK dan BEI. Dana yang digunakan sepenuhnya berasal dari dana internal perusahaan, bukan dari pinjaman atau hasil penawaran umum, sehingga tidak membebani struktur utang perusahaan.

Tujuan Buyback Saham ASII
Aksi buyback saham ini bertujuan untuk:
- Menstabilkan harga saham ASII di tengah kondisi pasar modal yang mengalami volatilitas.
- Meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental saham perusahaan.
- Mengoptimalkan struktur modal jangka panjang, karena saham hasil buyback dapat disimpan sebagai saham treasuri dan dilepas kembali jika diperlukan.
Baca Juga: Session Overlap Strategy: London–New York Liquidity Burst
Ketentuan Buyback Sesuai OJK
Dalam pelaksanaan buyback saham, perseroan tetap mematuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), antara lain:
- Jumlah saham yang dibeli kembali tidak lebih dari 20% dari modal ditempatkan dan disetor.
- Posisi saham free float tetap minimal 7,5% setelah buyback dilakukan.
Ketentuan ini mengacu pada Peraturan OJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023 tentang buyback saham.
Buyback Sebelumnya
Program buyback sebelumnya yang berlangsung sejak 3 November 2025 hingga 14 Januari 2026 telah berhasil menyerap sekitar 305,21 juta lembar saham dengan total nilai transaksi hampir Rp1,99 triliun.
Dampak terhadap Kinerja
Manajemen Astra International menegaskan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perusahaan, karena kas dan modal perseroan dinilai kuat dan mencukupi untuk membiayai kegiatan usaha serta aksi korporasi ini.
Baca Juga: Rupiah Tertekan di Dekati Level Terendah Sejak 1998: Penyebab, Dampak & Prospek
Secara keseluruhan, aksi buyback saham ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka menengah dan panjang perusahaan serta komitmen Astra untuk menjaga nilai bagi pemegang saham.



