Ancaman Komputer Kuantum Mengintai Ethereum dan Solana, Benarkah Crypto Bisa Dibobol?


Tradingan – #Dunia #aset #kripto #kembali #diguncang #isu #besar #setelah #laporan #terbaru #dari #Project Eleven mengungkap tingkat kerentanan tinggi pada jaringan blockchain populer seperti Ethereum dan Solana terhadap ancaman komputer kuantum. Laporan tersebut menyebut sekitar 65% Ethereum dan bahkan 100% Solana dinilai rentan terhadap serangan teknologi kuantum di masa depan.

Baca: Mengatasi Rasa “Ketinggalan Market” Tanpa FOMO

Ancaman Komputer Kuantum Mengintai Ethereum dan Solana, Benarkah Crypto Bisa Dibobol?

Temuan ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan investor crypto global. Pasalnya, perkembangan komputer kuantum diyakini mampu memecahkan sistem kriptografi yang selama ini menjadi fondasi keamanan blockchain modern.

Ethereum dan Solana Disebut Rentan terhadap Ancaman Kuantum

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Ethereum menggunakan beberapa sistem kriptografi yang berpotensi dapat ditembus komputer kuantum. Teknologi seperti Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), Boneh-Lynn-Shacham (BLS), hingga Kate-Zaverucha-Goldberg (KZG) menjadi bagian penting dari sistem keamanan Ethereum saat ini.

Risiko terbesar muncul apabila penyerang kuantum berhasil memperoleh kunci validator BLS. Jika itu terjadi, pelaku bisa memalsukan atestasi, mengganggu konsensus jaringan, bahkan menyebabkan gangguan besar pada ekosistem Ethereum.

Sementara itu, Solana dinilai memiliki kerentanan yang lebih serius. Struktur desain Ed25519 yang digunakan Solana membuat kunci publik wallet langsung terlihat di alamat on-chain. Kondisi tersebut membuat seluruh wallet Solana disebut rentan terhadap ancaman komputer kuantum.

Laporan tersebut bahkan menyebut model keamanan Bitcoin masih memiliki sedikit perlindungan tambahan karena sebagian kunci publik yang belum digunakan masih tersembunyi.

Baca Juga: Psikologi Entry Terlambat (Late Entry Syndrome) dalam Trading

Ancaman Quantum Jadi Isu Besar Dunia Crypto 2026

Perkembangan teknologi komputer kuantum memang menjadi perhatian serius industri blockchain beberapa tahun terakhir. Banyak ahli percaya bahwa kemampuan komputasi kuantum di masa depan dapat memecahkan sistem enkripsi tradisional jauh lebih cepat dibanding komputer biasa.

Project Eleven memprediksi tiga kemungkinan skenario “Hari-Q” atau momen ketika komputer kuantum mulai benar-benar berbahaya bagi blockchain. Skenario optimistis diperkirakan terjadi pada 2030, skenario moderat pada 2033, dan skenario paling lambat pada 2042.

Walau masih beberapa tahun lagi, banyak proyek crypto kini mulai mempersiapkan teknologi post-quantum demi menjaga keamanan jaringan mereka.

Ethereum Foundation dan Solana Mulai Siapkan Solusi

Ethereum Foundation diketahui telah meluncurkan situs Post-Quantum Ethereum pada Maret 2026 sebagai langkah awal menghadapi ancaman tersebut. Pengembang memperkirakan upgrade layer-1 untuk sistem keamanan baru kemungkinan selesai sekitar tahun 2029.

Di sisi lain, Solana Foundation bersama pengembang validator seperti Anza dan Firedancer mulai memilih Falcon, yakni sistem tanda tangan digital post-quantum yang telah diakui National Institute of Standards and Technology (NIST).

Pihak Solana menyatakan teknologi mitigasi tersebut sudah diteliti dan siap diterapkan kapan saja jika ancaman kuantum benar-benar terjadi.

Investor Crypto Mulai Waspada

Munculnya laporan ini membuat banyak investor mulai mempertanyakan masa depan keamanan blockchain. Meski ancaman komputer kuantum belum terjadi dalam waktu dekat, isu ini diperkirakan akan menjadi salah satu topik terbesar di industri crypto beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Kenapa Trader Sering Melanggar Aturan Sendiri

Ethereum dan Solana sendiri saat ini masih menjadi dua blockchain terbesar di dunia dengan jutaan pengguna aktif dan nilai transaksi miliaran dolar setiap harinya. Karena itu, pengembangan teknologi keamanan post-quantum kini menjadi prioritas utama bagi banyak proyek blockchain Blockchainglobal.

Banyak analis menilai proyek crypto yang mampu beradaptasi lebih cepat terhadap era komputer kuantum berpotensi menjadi pemimpin industri di masa depan.

Sumber asli artikel: TradingView Indonesia

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.