
Jika dilihat dari rekam jejak kedua pasangan tersebut, jelas pasangan Joko Widodo ( Jokowi) -Ma’ruf Amin lebih dipercaya untuk memimpin bangsa ini untuk lima tahun kedepan. Selama menjabat sebagai presiden RI ke- 7, Jokowi telah berhasil berusaha keras untuk kerja,kerja dan kerja demi kesejahteraan rakyat . Presiden asal kota Solo ini terus bekerja dan benar-benar mencapai kemajuan yang terukur, nyata dan sangat dibutuhkan bangsa ini.
Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mempunyai rekam jejak yang baik. Prabowo sudah empat kali berusaha menduduki kursi RI-1 dan semua usaha mantan Komandan Jenderal Kopassus ini tidak berhasil. Prabowo sendiri diberhentikan dari militer secara tidak hormat dikarenakan melanggar sumpah prajurit, sapta marga, undang-undang karena terbukti bersalah dalam kasus penculikan aktivis 1997, Prabowo Subianto dinyatakan bersalah oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo sendiri terbukti tidak mampu menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.
Melihat rekam jejak kedua pasangan tersebut, mudah menjatuhkan pilihan yaitu tidak lain kepada Jokowi –Ma’ruf Amin. Kenapa memilih Jokowi lagi? Ya karena dilihat dari rekam jejaknya ada berderet-deret prestasi yang dia torehkan. Tentu saja pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, waduk, jalan LRT, pelabuhan meningkat luar biasa dari tahun ke tahun. Percepatan pembangunan ini sebagai perwujudan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Prestasi lainnya adalah :
1. Indeks Pembangunan Manusia meningkat
Di masa kepemimpinan Jokowi, tercatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. Sehingga Indonesia masuk dalam kategori High Human Development.
2. Tingkat pengangguran terbuka menurun
Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen karena kerja bersama bangsa Indonesia.
3. Pembagian Kartu Indonesia Pintar Capai 20 Juta
Jokowi berkomitmen membangun manusia Indonesia itu diwujudkan melalui pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada tahun 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa.
4. Penerima Bantuan Iuran JKN Naik Jadi 92.4 Jiwa
Pemerintah meningkatkan secara bertahap Penerima Bantuan Iuran JKN dari 86,4 juta jiwa di tahun 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018.
5. Pajak UMKM Turun
Untuk mendorong perkembangan usaha UMKM, pemerintah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.
6. Rasio Gini Turun Dari 0,406 Jadi 0,389
Rasio gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus kita turunkan, yang saat ini berhasil kita turunkan dari 0,406 menjadi 0,389.
7. Penerima Bantuan Nontunai Ditingkatkan Jadi 15,6 Juta.
Untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, pemerintah bekerja menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok. Pemerintah juga menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, serta mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan nontunai, agar lebih tepat sasaran, dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019.
8. Jokowi mampu membubarkan PETRAL yang bisa hemat anggaran sebesar Rp.250.miliar/hari
Sedemikian jelasnya prestasi Jokowi sehingga tidak diragukan lagi Jokowi harus kembali memimpin bangsa Indonesia lagi. Selama 4 tahun ini Jokowi telah membuktikan komitmen besar dan konsisten. Upaya mulia ini jelas tidak mudah dan tidak bisa sebentar, butuh kerja keras dan kerjasama. Rakyat masih butuh Jokowi, rakyat butuh kerja keras Jokowi, rakyat butuh bekerjasama dengan Jokowi.
Search: alasan mengapa memilih jokowi dua periode, alasan memilih jokowi lagi, memilih jokowi dua periode, jokowi dua periode, presiden indonesia yang ke tujuh, jokowi lagi
