Tradingan – Apa Arti Pertumbuhan #TVL yang Tidak Diikuti Kenaikan Pengguna? – Dalam #analisis fundamental #proyek kripto dan #DeFi, #Total Value Locked (TVL) merupakan salah satu metrik yang sering digunakan untuk melihat perkembangan sebuah protokol. Semakin besar TVL, semakin besar pula nilai aset yang tersimpan atau digunakan di dalam protokol tersebut.
Namun, ada kondisi yang perlu diperhatikan lebih jauh, yaitu ketika TVL meningkat tetapi jumlah pengguna tidak ikut bertambah secara signifikan.
Kondisi ini tidak selalu berarti buruk. Kenaikan TVL bisa saja menunjukkan bahwa pengguna lama meningkatkan modalnya, investor besar mulai masuk, atau harga aset yang terkunci mengalami kenaikan.
Baca Juga: Cara Membaca Distribusi Kepemilikan Token Sebelum Membeli Altcoin
Di sisi lain, pertumbuhan TVL yang tidak disertai pertumbuhan pengguna juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan protokol masih bergantung pada sejumlah kecil pengguna atau modal besar.
Karena itu, trader sebaiknya tidak menjadikan TVL sebagai satu-satunya dasar untuk menilai pertumbuhan sebuah proyek.

Mengenal TVL dalam Proyek DeFi
TVL atau Total Value Locked adalah perkiraan nilai total aset yang terkunci dalam sebuah protokol DeFi.
Aset tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti:
- Staking
- Lending dan borrowing
- Liquidity providing
- Yield farming
- Perdagangan pada decentralized exchange atau DEX
Sebagai contoh, sebuah protokol memiliki TVL sebesar US$100 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa terdapat sekitar US$100 juta nilai aset yang terkunci dalam protokol berdasarkan metode perhitungan yang digunakan oleh penyedia data.
Namun, angka tersebut tidak secara langsung menunjukkan berapa banyak orang yang menggunakan protokol.
Misalnya, TVL meningkat menjadi US$200 juta sementara jumlah pengguna tetap sama. Artinya, pertumbuhan TVL belum tentu berasal dari bertambahnya pengguna baru.
TVL Naik tetapi Pengguna Tidak Bertambah, Apa Artinya?
Secara sederhana, kondisi tersebut berarti nilai modal yang berada di dalam protokol meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan basis penggunanya.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.
1. Pengguna Lama Menambah Modal
TVL dapat meningkat karena pengguna yang sudah ada memasukkan lebih banyak aset ke dalam protokol.
Sebagai contoh, sebuah protokol memiliki 10.000 pengguna dengan TVL US$100 juta. Beberapa waktu kemudian, TVL meningkat menjadi US$200 juta, tetapi jumlah penggunanya masih sekitar 10.000.
Dalam situasi tersebut, peningkatan TVL kemungkinan besar berasal dari bertambahnya modal yang digunakan oleh pengguna lama.
Kondisi ini tidak selalu negatif. Jika pengguna lama meningkatkan modal karena semakin percaya terhadap produk dan memperoleh manfaat dari protokol, hal tersebut justru dapat menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap ekosistem.
2. Masuknya Investor Besar atau Whale
Kenaikan TVL juga dapat terjadi karena masuknya modal dalam jumlah besar dari beberapa wallet.
Sebagai contoh, beberapa whale memasukkan jutaan dolar ke dalam protokol. TVL dapat langsung meningkat secara signifikan meskipun jumlah pengguna baru hampir tidak berubah.
Karena itu, trader perlu memperhatikan distribusi TVL.
TVL sebesar US$500 juta yang berasal dari ribuan pengguna memiliki karakter yang berbeda dengan TVL US$500 juta yang sebagian besarnya dikuasai oleh beberapa wallet besar.
Semakin terkonsentrasi TVL pada sedikit wallet, semakin penting untuk memperhatikan risiko arus keluar modal secara tiba-tiba.
3. Harga Aset Mengalami Kenaikan
TVL juga dapat meningkat karena harga aset yang terkunci mengalami kenaikan.
Misalnya sebuah protokol memiliki sejumlah ETH yang digunakan dalam liquidity pool atau staking. Jika harga ETH meningkat, nilai dolar dari aset tersebut ikut meningkat.
Akibatnya, TVL dalam denominasi dolar dapat naik meskipun tidak ada tambahan modal yang signifikan.
Oleh sebab itu, trader perlu membedakan antara TVL yang meningkat karena modal baru dan TVL yang meningkat karena kenaikan harga aset.
4. Adanya Program Insentif
Program reward dan insentif juga dapat menarik modal ke sebuah protokol.
Proyek DeFi terkadang menawarkan token reward, yield tinggi, atau insentif lainnya untuk menarik likuiditas.
Strategi tersebut dapat meningkatkan TVL dengan cepat. Namun, pertumbuhan tersebut belum tentu bertahan dalam jangka panjang.
Jika pengguna hanya tertarik pada reward, mereka bisa saja menarik modal ketika insentif berkurang atau ketika terdapat peluang yield yang lebih menarik di protokol lain.
Karena itu, trader perlu melihat apakah TVL tetap bertahan setelah program insentif berkurang.
Apakah TVL Naik Tanpa Pertumbuhan Pengguna Merupakan Sinyal Buruk?
Tidak selalu.
Pertumbuhan TVL tanpa kenaikan jumlah pengguna dapat tetap menjadi kondisi yang positif apabila pengguna yang sudah ada meningkatkan penggunaan dan modal mereka.
Contohnya, sebuah protokol mungkin memiliki basis pengguna yang relatif kecil tetapi terdiri dari pengguna dengan modal besar dan tingkat penggunaan yang tinggi.
Dalam kondisi tersebut, jumlah pengguna tidak banyak berubah, tetapi nilai ekonomi yang berada di dalam protokol meningkat.
Namun, situasinya menjadi lebih perlu diperhatikan apabila TVL meningkat sementara berbagai metrik aktivitas lainnya justru stagnan atau menurun.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Jumlah pengguna aktif tidak bertambah.
- Pengguna baru relatif sedikit.
- Volume transaksi stagnan atau menurun.
- Fee protokol tidak mengalami peningkatan.
- Revenue tidak berkembang.
- TVL sangat terkonsentrasi pada beberapa wallet.
- Kenaikan TVL terutama disebabkan oleh insentif sementara.
Jika beberapa kondisi tersebut muncul secara bersamaan, trader perlu lebih berhati-hati dalam menilai kualitas pertumbuhan proyek.
Baca Juga: Menganalisis Hubungan antara Penggunaan Protokol dan Nilai Token
Perhatikan TVL Per User
Salah satu cara sederhana untuk mendapatkan perspektif tambahan adalah membandingkan TVL dengan jumlah pengguna.
Rumus sederhananya adalah:
TVL per User = TVL ÷ Jumlah Pengguna
Sebagai contoh:
Kondisi pertama
- TVL: US$100 juta
- Pengguna: 100.000
- TVL per user: US$1.000
Kemudian beberapa bulan berikutnya:
Kondisi kedua
- TVL: US$200 juta
- Pengguna: 100.000
- TVL per user: US$2.000
TVL meningkat dua kali lipat, tetapi jumlah pengguna tidak berubah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan nilai terutama berasal dari meningkatnya modal yang terkait dengan pengguna yang sudah ada.
Metrik ini memang tidak dapat menggambarkan jumlah pengguna sebenarnya secara sempurna karena satu orang dapat menggunakan beberapa wallet. Namun, perbandingan tersebut tetap dapat digunakan sebagai indikator tambahan.
Jangan Hanya Melihat Jumlah Wallet
Dalam analisis on-chain, jumlah alamat atau wallet sering digunakan untuk memperkirakan pertumbuhan pengguna.
Namun, satu wallet tidak selalu sama dengan satu pengguna.
Satu orang dapat memiliki banyak wallet, sedangkan satu entitas atau protokol tertentu dapat mengendalikan banyak alamat.
Karena itu, trader sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa pertumbuhan alamat berarti pertumbuhan pengguna yang sebenarnya.
Lebih baik melihat beberapa indikator secara bersamaan, seperti:
- Active addresses
- New addresses
- Jumlah transaksi
- Volume transaksi
- TVL
- Fee
- Revenue
Semakin banyak indikator yang menunjukkan arah pertumbuhan yang sama, semakin kuat gambaran mengenai aktivitas protokol.
Hubungkan TVL dengan Volume dan Fee
TVL akan menjadi lebih bermakna jika dibandingkan dengan aktivitas ekonomi yang dihasilkan oleh protokol.
Misalnya, sebuah DEX mengalami peningkatan TVL dari US$100 juta menjadi US$200 juta.
Jika pada periode yang sama:
- volume perdagangan meningkat;
- jumlah transaksi meningkat;
- fee meningkat;
- revenue meningkat;
maka kenaikan TVL tersebut lebih menarik untuk diperhatikan.
Sebaliknya, jika TVL meningkat tetapi volume dan fee tetap stagnan, trader perlu mencari tahu mengapa tambahan modal tersebut belum menghasilkan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, modal yang terkunci belum tentu sama dengan modal yang aktif digunakan.
Contoh Analisis Sederhana
Bayangkan terdapat dua protokol DeFi, yaitu Protokol A dan Protokol B.
Protokol A
- TVL meningkat 100%.
- Jumlah pengguna relatif tetap.
- Volume transaksi stagnan.
- Fee hanya mengalami sedikit perubahan.
- Sebagian besar TVL berasal dari beberapa wallet besar.
Protokol B
- TVL meningkat 60%.
- Pengguna aktif meningkat.
- Pengguna baru terus bertambah.
- Volume transaksi meningkat.
- Fee protokol ikut meningkat.
- Distribusi modal lebih merata.
Jika hanya melihat TVL, Protokol A terlihat lebih menarik karena pertumbuhannya lebih besar.
Namun, jika melihat keseluruhan metrik, Protokol B dapat menunjukkan pertumbuhan ekosistem yang lebih sehat karena pertumbuhan TVL diikuti oleh peningkatan aktivitas pengguna.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa besarnya pertumbuhan TVL belum tentu menunjukkan kualitas pertumbuhan sebuah protokol.
Apa yang Sebaiknya Dicek Trader?
Ketika menemukan proyek dengan TVL yang meningkat tetapi pengguna tidak bertambah secara signifikan, ada beberapa hal yang dapat diperiksa.
1. Cari Tahu Sumber Pertumbuhan TVL
Periksa apakah kenaikan TVL berasal dari:
- Modal baru.
- Pengguna lama.
- Whale.
- Kenaikan harga aset.
- Program insentif.
- Perubahan mekanisme protokol.
2. Perhatikan Pengguna Aktif
Jumlah pengguna aktif dapat memberikan gambaran apakah protokol benar-benar semakin sering digunakan.
Pertumbuhan TVL yang tidak diikuti aktivitas pengguna perlu dianalisis lebih lanjut.
3. Bandingkan dengan Volume
Untuk protokol yang bergantung pada aktivitas transaksi, volume dapat menunjukkan apakah modal yang terkunci benar-benar digunakan.
4. Periksa Fee dan Revenue
Fee dan revenue dapat membantu melihat apakah aktivitas protokol menghasilkan nilai ekonomi.
Jika TVL meningkat dan fee serta revenue juga meningkat, pertumbuhan tersebut dapat memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan kenaikan TVL yang berdiri sendiri.
5. Lihat Konsentrasi TVL
Perhatikan apakah TVL tersebar pada banyak wallet atau sebagian besar berasal dari beberapa wallet besar.
Konsentrasi yang tinggi dapat meningkatkan risiko jika pemilik modal besar tersebut menarik dananya.
6. Periksa Program Insentif
Jika TVL melonjak setelah adanya reward atau yield tinggi, trader perlu melihat apakah pertumbuhan tersebut dapat bertahan setelah insentif berkurang.
Apakah Kondisi Ini Bisa Menjadi Sinyal Trading?
Pertumbuhan TVL yang tidak diikuti pertumbuhan pengguna sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sinyal beli maupun jual.
Metrik tersebut lebih tepat digunakan sebagai titik awal untuk melakukan analisis lebih dalam.
Jika TVL meningkat tetapi pengguna, volume, fee, dan revenue tidak mengalami perkembangan, trader dapat mempertanyakan apakah pertumbuhan tersebut benar-benar mencerminkan meningkatnya penggunaan protokol.
Sebaliknya, apabila TVL meningkat bersama dengan pengguna aktif, volume, fee, dan aktivitas transaksi, kondisi tersebut dapat memberikan gambaran fundamental yang lebih kuat.
Tetap saja, keputusan trading perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti:
- Tokenomics.
- Valuasi token.
- Likuiditas.
- Token unlock.
- Kondisi pasar.
- Keamanan smart contract.
- Perkembangan produk.
- Kompetitor.
- Sentimen pasar.
Tidak ada satu metrik yang dapat digunakan untuk menentukan keputusan trading secara berdiri sendiri.
Baca Juga: Cara Menilai Kualitas Tokenomics dari Sisi Permintaan
Kesimpulan
Pertumbuhan TVL yang tidak diikuti kenaikan pengguna tidak otomatis merupakan tanda buruk, tetapi perlu dianalisis lebih dalam.
TVL dapat meningkat karena pengguna lama menambah modal, investor besar masuk, harga aset mengalami kenaikan, atau protokol memberikan insentif tertentu.
Karena itu, TVL yang tinggi belum tentu berarti sebuah protokol memiliki pertumbuhan pengguna yang kuat.
Trader sebaiknya melihat hubungan antara TVL, pengguna aktif, pengguna baru, volume transaksi, fee, revenue, serta distribusi modal.
Jika berbagai metrik tersebut bergerak naik secara bersamaan, pertumbuhan protokol cenderung memiliki dasar yang lebih kuat. Sebaliknya, jika hanya TVL yang meningkat sementara aktivitas pengguna dan metrik ekonomi lainnya stagnan, pertumbuhan tersebut perlu dilihat dengan lebih kritis.
Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya seberapa besar TVL sebuah protokol, tetapi juga apakah modal yang terkunci tersebut benar-benar diikuti oleh penggunaan dan aktivitas ekonomi yang nyata.

[…] Baca Juga: Apa Arti Pertumbuhan TVL yang Tidak Diikuti Kenaikan Pengguna? […]