Tradingan – #Jakarta – #Indeks #Harga #Saham Gabungan (#IHSG) #kembali #menunjukkan #performa #positif di #awal #tahun #2026, dengan penutupan di level 8.748,13 pada perdagangan Jumat (2 Januari 2026). Kenaikan signifikan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik dan berbagai sentimen positif yang memperkuat pasar modal Indonesia pada awal tahun transaksi baru.
Baca juga: Strategi Perlindungan Modal Setelah Profit Besar (Capital Locking)

IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13 setelah diperdagangkan dalam zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Penguatan indeks saham ini mencerminkan dukungan kuat dari investor terhadap fundamental perekonomian Indonesia dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga: Money Management Saat Berpindah dari Demo ke Real Account
Sentimen Positif Pasar Saham
Beberapa faktor domestik yang menjadi pendukung pergerakan IHSG antara lain:
- Optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi di tengah tren pertumbuhan sektor manufaktur.
- Penguatan sektor transportasi dan logistik yang berhasil mencatatkan kenaikan signifikan selama perdagangan.
- Data ekonomi domestik yang kuat, termasuk indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang menunjukkan ekspansi.
- Penguatan nilai tukar rupiah dan rilis data ekonomi positif yang turut memperkuat sentimen investor.
Sentimen eksternal juga memberikan dukungan tambahan, terutama harapan pelaku pasar mengenai kebijakan moneter global yang lebih longgar dari bank sentral utama dunia, khususnya The Fed (Federal Reserve) di Amerika Serikat.
Ekspektasi Target IHSG 2026
Tidak hanya berhenti pada kenaikan awal tahun, ada juga proyeksi optimis bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi yang kuat dan arah kebijakan pemerintah yang sinkron dapat membantu mencapai target tersebut.
Para analis pasar menilai bahwa kondisi likuiditas yang baik, pertumbuhan konsumsi dalam negeri, serta peningkatan aktivitas investasi dapat menjadi katalis positif bagi kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini.
Pergerakan Sekuritas & Bursa
Selain IHSG, indeks LQ45 yang mencerminkan kinerja 45 saham unggulan juga menunjukkan tren positif pada perdagangan pertama di 2026. Hal ini memperlihatkan bahwa minat investor terhadap saham-saham blue chip masih tinggi, terutama di segmen yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi dari Rekor Tertinggi, Dolar AS Menguat dan Investor Ambil Untung
Dengan segala indikasi positif tersebut, pasar saham Indonesia pada awal tahun ini mendapatkan kepercayaan tinggi dari pelaku pasar. Kombinasi sentimen domestik, kondisi ekonomi makro yang terus membaik, serta sentimen global yang relatif mendukung diprediksi akan menjadi faktor kuat dalam menjaga momentum positif IHSG sepanjang tahun 2026.



