#Tradingan – #Trend Ride Strategy: Fokus Mengendarai Satu #Tren Besar untuk Profit Maksimal – Dalam #trading, ada satu kesalahan klasik yang sering dilakukan banyak orang: terlalu sibuk. Terlalu sering #entry, terlalu cepat exit, dan terlalu mudah tergoda oleh pergerakan kecil #pasar. Padahal, keuntungan terbesar justru sering datang dari satu hal sederhana — mengendarai satu tren besar sampai selesai.
Pendekatan inilah yang dikenal dengan Trend Ride Strategy. Strategi ini bukan tentang mencari peluang setiap hari, melainkan tentang menunggu tren kuat terbentuk, masuk dengan perhitungan matang, lalu menahannya selama tren tersebut masih valid.
Baca Juga: Liquidity Sweep Only Strategy: Strategi Trading Berbasis Perburuan Likuiditas
Jika dijalankan dengan disiplin, strategi ini mampu memberikan risk-reward ratio yang jauh lebih unggul dibandingkan gaya trading cepat yang penuh noise.

Apa Itu Trend Ride Strategy?
Trend Ride Strategy adalah metode trading yang berfokus pada mengikuti satu tren besar (major trend) dan memaksimalkan potensi pergerakan tersebut hingga muncul tanda pembalikan yang jelas.
Inti dari strategi ini ada empat:
- Mengidentifikasi tren utama.
- Masuk pada momen yang optimal (biasanya saat pullback).
- Menahan posisi selama tren masih sehat.
- Keluar hanya ketika ada sinyal objektif bahwa tren berakhir.
Strategi ini cocok digunakan di berbagai instrumen seperti forex, saham, kripto, indeks, maupun komoditas — terutama pada market yang memiliki volatilitas dan momentum kuat.
Mengapa Mengendarai Tren Besar Lebih Menguntungkan?
Pasar selalu bergerak dalam siklus: sideways, breakout, tren, koreksi, lalu tren lagi. Trader yang terlalu aktif sering kali terjebak di fase sideways dan kehilangan energi serta modal.
Sebaliknya, satu tren besar bisa memberikan keuntungan yang signifikan. Misalnya, dalam market kripto, satu tren naik bisa menghasilkan kenaikan 30%–100% dalam beberapa minggu atau bulan. Dalam forex, tren kuat bisa bergerak ratusan hingga ribuan pips.
Keunggulan strategi ini:
- Risk-reward ratio tinggi
- Mengurangi overtrading
- Lebih hemat energi dan waktu
- Tekanan psikologis lebih rendah
Namun perlu diingat, strategi ini menuntut kesabaran dan disiplin tinggi.
Cara Mengidentifikasi Tren Besar
Sebelum bisa mengendarai tren, Anda harus mampu mengenalinya. Berikut beberapa metode yang umum digunakan:
1. Struktur Market (Market Structure)
Ini adalah cara paling dasar dan paling kuat.
- Uptrend ditandai dengan pola Higher High (HH) dan Higher Low (HL).
- Downtrend ditandai dengan pola Lower High (LH) dan Lower Low (LL).
Selama struktur ini masih konsisten di timeframe besar seperti H4, Daily, atau Weekly, maka tren dianggap masih valid.
2. Moving Average
Moving Average (MA) membantu melihat arah kecenderungan harga.
- Harga di atas MA 200 → kecenderungan bullish.
- Harga di bawah MA 200 → kecenderungan bearish.
- MA 50 dan MA 200 bisa digunakan untuk melihat momentum tren.
Jika MA 50 berada di atas MA 200 dan harga konsisten di atasnya, tren naik biasanya sedang kuat.
3. Indikator Momentum
Gunakan indikator sebagai konfirmasi, bukan sebagai satu-satunya acuan.
- RSI di atas 50 mendukung uptrend.
- RSI di bawah 50 mendukung downtrend.
- MACD dengan histogram melebar menunjukkan momentum kuat.
Semakin banyak konfirmasi, semakin besar probabilitas tren tersebut valid.
Baca Juga: Prediksi Trafik Telekomunikasi Melonjak Jelang Lebaran 2026 & Rekomendasi Saham Unggulan
Strategi Entry: Jangan Kejar Harga
Kesalahan besar dalam trend trading adalah entry ketika harga sudah terlalu jauh bergerak. Itu meningkatkan risiko.
Cara yang lebih bijak adalah masuk saat terjadi pullback sehat.
Entry pada Uptrend
- Tunggu retracement ke area support.
- Gunakan Fibonacci 38.2%–61.8% sebagai referensi.
- Perhatikan candlestick reversal seperti bullish engulfing atau pin bar.
- Pastikan struktur higher low tetap terjaga.
Entry pada Downtrend
- Tunggu harga retrace ke resistance.
- Cari sinyal bearish.
- Pastikan struktur lower high tetap valid.
Dengan entry di pullback, Anda mendapatkan:
- Stop loss lebih ketat.
- Potensi reward lebih besar.
- Risk-reward yang lebih sehat.
Cara Menahan Posisi dengan Disiplin
Di sinilah banyak trader gagal. Mereka bisa entry dengan benar, tetapi tidak bisa menahan posisi.
Beberapa teknik untuk menjaga posisi tetap rasional:
1. Gunakan Trailing Stop
Geser stop loss mengikuti struktur harga:
- Di bawah higher low (uptrend).
- Di atas lower high (downtrend).
Dengan cara ini, profit terkunci tanpa perlu keluar terlalu cepat.
2. Gunakan Moving Average sebagai Panduan
Selama harga masih berada di atas MA 50 dalam uptrend, jangan panik hanya karena satu atau dua candle merah.
3. Hindari Terpengaruh Noise
Pergerakan kecil bukan tanda tren berakhir. Fokus pada struktur besar, bukan candle 5 menit.
Kapan Harus Keluar?
Keluar bukan berdasarkan emosi, tetapi berdasarkan sinyal objektif.
Tanda-tanda tren mulai melemah:
- Break struktur (misalnya uptrend gagal membentuk higher high).
- Divergence kuat pada RSI atau MACD.
- Break MA besar dengan volume tinggi.
- Pola pembalikan seperti double top atau head and shoulders.
Jika tanda-tanda ini muncul, lindungi profit Anda. Jangan berharap pasar kembali sesuai keinginan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
✔ Potensi profit besar
✔ Risk-reward lebih optimal
✔ Mengurangi transaksi berlebihan
✔ Cocok untuk trader part-time
Kekurangan
✖ Tidak efektif di market sideways
✖ Membutuhkan kesabaran tinggi
✖ Secara psikologis sulit melihat floating profit naik turun
Tidak semua orang cocok dengan strategi ini. Jika Anda tipe yang ingin aksi cepat setiap hari, Anda akan merasa bosan.
Contoh Skenario Sederhana
Misalkan Anda memiliki modal Rp10 juta dan merisikokan 2% per transaksi (Rp200 ribu).
Anda masuk di awal tren naik dan menahan posisi selama tiga minggu. Akhirnya Anda mendapatkan profit 12%.
Artinya:
- Risiko: 2%
- Reward: 12%
- Risk-reward ratio: 1:6
Sekarang bandingkan dengan scalping 1% berkali-kali dengan risiko sama. Secara efisiensi, Trend Ride jauh lebih unggul — selama Anda disiplin.
Siapa yang Cocok Menggunakan Strategi Ini?
Strategi ini cocok untuk:
- Trader yang tidak bisa memantau chart setiap waktu.
- Trader yang ingin membangun akun secara konsisten.
- Investor aktif kripto dan saham.
- Trader yang ingin meningkatkan rasio risk-reward.
Jika Anda ingin berkembang sebagai trader serius, kemampuan mengikuti tren besar adalah skill yang wajib dikuasai.
Baca Juga: Harga Emas Terbaru 2026: Analisis, Prediksi, dan Faktor Penggerak Pasar XAU/USD
Kesimpulan
Trend Ride Strategy adalah tentang fokus dan disiplin. Anda tidak perlu masuk pasar setiap hari. Anda hanya perlu satu tren besar yang jelas, masuk dengan perhitungan matang, lalu menahannya sampai struktur berubah.
Pasar selalu memberikan peluang besar — tetapi hanya kepada mereka yang sabar.
Berhenti mengejar setiap pergerakan kecil. Belajar membaca tren. Masuk dengan tenang. Tahan dengan disiplin. Keluar dengan objektif.
Itulah cara akun bertumbuh secara signifikan dalam jangka panjang.



