Tradingan – #Pasar #logam #mulia #mencatat #lonjakan #luar #biasa #pada #awal #2026, #dengan #perak (#XAG/USD) #mendekati level $110 per ounce setelah mengalami kenaikan lebih dari 250% dalam setahun terakhir, serta emas (XAU/USD mencatat rekor baru di atas $5.100 per ounce. Rally ini mencerminkan tingginya permintaan dari pelaku pasar global yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Baca juga: Dampak Keputusan Clarity Act terhadap XRP: Peluang Fase Pertumbuhan Baru bagi Aset Kripto

Kinerja Perak dan Emas
Silver menunjukkan performa yang sangat kuat, dipicu oleh lonjakan harga yang parabolik sejak 2025 dan berlanjut pada Januari 2026. Pergerakan ini didorong tidak hanya oleh permintaan investor untuk aset safe haven, tetapi juga oleh permintaan industri yang signifikan, termasuk sektor elektronik, panel surya, dan infrastruktur energi yang kini menyumbang sekitar 60% dari total konsumsi perak. Tingkat pasokan yang relatif ketat juga memperkuat tekanan harga, karena sekitar tiga perempat produksi perak merupakan produk sampingan dari penambangan logam lainnya, sehingga respons produksi terhadap kenaikan harga terbatas.
Baca juga: Analisis Time-Based Breakout: Breakout Berdasarkan Jam, Bukan Pola
Sementara itu, emas mengikuti tren penguatan dengan mencatat rekor tertinggi lebih dari $5.100 per ounce. Pergerakan emas yang mendekati level rekornya disebabkan oleh kombinasi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, pelemahan nilai dolar, dan meningkatnya ketidakpastian global. Emas tetap menjadi aset lindung nilai utama karena kelangkaannya dan perannya dalam portofolio investasi jangka panjang.
Faktor Pendukung Rally Logam Mulia
Beberapa faktor makro turut mendukung rally logam mulia, antara lain:
- Ekspektasi penurunan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih longgar.
- Pelemahan dolar AS yang meningkatkan daya tarik aset dalam denominasi dolar.
- Ketegangan geopolitik global yang mendorong investor mencari aset fisik yang aman.
- Permintaan industri yang kuat, terutama untuk perak, yang memperluas basis permintaan selain sebagai aset tuan rumah nilai.
Namun demikian, dinamika pasar logam mulia juga mencerminkan peran kuat spekulasi dalam pergerakan harga, khususnya pada perak yang memiliki kapitalisasi pasar jauh lebih kecil dibanding emas sehingga lebih sensitif terhadap aliran modal jangka pendek.



