Tradingan – #JAKARTA – #Pergerakan #saham #sektor #perbankan #berkapitalisasi #besar #atau #big banks #mencatat #tren #positif #pada #perdagangan sesi I Rabu, 18 Februari 2026. Mayoritas saham perbankan unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau, mengindikasikan sentimen positif dari pelaku pasar terhadap saham bank domestik.
Baca juga: Arus Penjualan XRP Senilai US$5 Miliar di Upbit: Analisis Dampak Harga dan Implikasinya

Penguatan Saham Blue Chip Perbankan
Beberapa bank besar berhasil mencatat kenaikan harga saham signifikan pada sesi siang perdagangan tadi:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan naik sebesar 1,48% ke level Rp 5.150 dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 1,39% menjadi Rp 7.300 per lembar.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turut menguat 0,79% ke level Rp 3.810, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meningkat 0,22% menjadi Rp 4.490.
Penguatan harga saham tersebut menunjukkan adanya minat beli yang meningkat dari investor, terutama pembelian bersih oleh investor asing (net buy), setelah sebelumnya tekanan jual sempat mendominasi pasar saham perbankan domestik.
Baca juga: Membaca Data Burn Rate Token sebagai Sinyal Jangka Panjang dalam Trading Kripto
Investor Asing Mulai Masuk di Saham Perbankan
Data perdagangan mencatat bahwa investor asing kembali menunjukkan minat pada saham-saham bank besar sepanjang sesi I:
- BMRI mencatat net buy asing terbesar, mencapai Rp 192,1 miliar.
- BBCA juga memperoleh net buy asing sebesar Rp 50,4 miliar.
- BBRI dan BBNI masing-masing mencatat net buy asing Rp 38,2 miliar dan Rp 14,2 miliar.
Pergerakan ini menjadi catalyst positif setelah net sell besar-besaran terhadap saham perbankan di awal Februari 2026 yang sempat menekan indeks dan sentimen pasar.
IHSG Sesi I Menguat – Sentimen Pasar Memperbaiki Outlook
Selain saham perbankan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan menunjukkan penguatan pada sesi I perdagangan. IHSG tercatat naik sekitar 0,89% ke level 8.285, menunjukkan adanya optimisme pasar yang kembali muncul setelah fase volatilitas yang tinggi.
Pergerakan ini mungkin dipengaruhi oleh sentimen positif ekonomi global dan domestik, di mana pelaku pasar memanfaatkan peluang harga rendah sebelumnya untuk masuk kembali ke aset saham unggulan, termasuk sektor finansial.
Faktor-Faktor yang Mendorong Penguatan Saham Bank
Beberapa faktor yang diperkirakan turut mendukung tren positif di saham perbankan antara lain:
- Minat beli asing yang meningkat, memperbaiki tekanan jual yang sempat dominan pada awal bulan ini.
- Perbaikan indikator teknikal IHSG dan saham bank, yang memicu sentimen positif jangka pendek.
- Ekspektasi fundamental perbankan yang stabil, dengan potensi pertumbuhan kredit dan perbaikan margin bunga bersih (NIM).
Baca Juga: Bagaimana Pergerakan Stablecoin Antar Exchange Mempengaruhi Volatilitas Pasar Kripto
Para analis pasar memandang bahwa kondisi saat ini dapat menjadi fase konsolidasi yang sehat setelah tekanan pasar sebelumnya, terutama seiring ekspektasi stabilitas ekonomi domestik. Sementara itu, potensi risiko tetap perlu diwaspadai, termasuk pergerakan suku bunga global dan dinamika likuiditas pasar.



