harga akan mengarah terus ke atas (tren naik / uptrend) dan anda
bersiap-siap untuk memasang posisi beli (buy order), tetapi yang terjadi
kemudian adalah harga berbalik arah menjadi turun dan semakin turun?
Situsasi ini dapat terjadi bila trader tidak menyadari perbedaan antara retracement dan reversal.
Alih-alih bersabar dan mengikuti tren turun (downtrend) secara
menyeluruh, trader meyakini yang terjadi adalah kondisi retracement
sehingga memasang buy order.
Pada artikel ini, anda akan belajar karakteristik dari retracement dan reversal dalam trading forex, bagaimana cara mengenalinya, sehingga tidak salah dalam menentukan kondisi market yang sesungguhnya.
Apa Itu Retracement?
Retracement dapat didefinisikan sebagai pergerakan harga yang berbalik arah untuk sementara waktu terhadap
tren yang terjadi. Cara lain untuk melihat hal ini adalah dengan
memperhatikan area pergerakan harga yang bergerak melawan tren tapi
kemudian kembali melanjutkan tren.
Apa Itu Reversal?
Reversal didefinisikan sebagai perubahan harga yang berbalik arah dari tren keseluruhan.
Ketika uptrend beralih menjadi downtrend, reversal terjadi. Ketika
downtrend beralih menjadi uptrend, reversal juga terjadi. Menggunakan
contoh yang sama diatas, dapat digambarkan bentuk reversal sebagai
berikut:
Apa Yang Harus Anda Lakukan?
Ketika menghadapi kemungkinan terjadinya retracement atau reversal, anda memiliki tiga pilihan :
- Ketika anda telah memasang posisi, anda dapat terus bertahan pada posisi anda. Hal ini dapat menyebabkan anda mengalami kerugian (loss) apabila retracements ternyata menjadi reversal jangka panjang.
- Anda dapat menutup posisi anda dan kembali masuk
ketika harga mulai bergerak searah dengan tren keseluruhan lagi. Tentu
saja ada kemungkinan kehilangan kesempatan trading bila harga secara
tiba-tiba bergerak satu arah dengan tajam sementara anda tidak sempat
memasang posisi. Apabila anda memutuskan untuk kembali masuk, anda akan
dikenakan biaya spread lebih dari satu kali. - Anda dapat menutup posisi anda secara permanen. Hal
ini bisa mengakibatkan kerugian (bila harga bergerak melawan anda) atau
keuntungan besar (bila anda menutup pada saat harga berada pada level
top atau bottom).
Karena reversal dapat terjadi kapan saja, menentukan mana piliha yang terbaik tidak selalu mudah. Itulah sebabnya menggunakan trailing stop loss dapat menjadi cara yang baik dalam mengendalikan resiko ketika anda menggunakan strategi trading dengan mengikuti tren.
Anda dapat menggunakan trailing stop loss untuk memastikan profit dimana anda tetap selalu bisa mendapatkan sejumlah pips meskipun situasi yang terjadi adalah reversal jangka panjang. sumber ; fx-indo.com



