Ilustrasi berikut ini akan memperjelas skema tersebut:
Ketika Anda memperkirakan harga akan naik, maka Anda bisa mengambil posisi (membuka transaksi) “BUY” (beli); atau sering pula disebut posisi “LONG”. Jika analisis Anda tepat, jika kemudian harga bergerak semakin tinggi, maka semakin besar pula keuntungan yang akan Anda dapatkan. Nah, pertanyaannya kemudian adalah: bagaimana seandainya jika sebelumnya Anda memperkirakan harga akan bergerak turun? Inilah yang menarik. Jika Anda memperkirakan harga suatu komoditas atau subjek perdagangan akan turun, maka Anda bisa mengambil posisi (membuka transaksi) “SELL” (jual); atau sering pula disebut posisi “SHORT”. Jika analisis Anda tepat, maka keuntungan yang akan Anda peroleh akan semakin besar justru ketika harga komoditas tersebut jatuh.
Pertanyaan Anda selanjutnya mungkin adalah: “Bagaimana jika seandainya harga turun setelah saya mengambil posisi BUY; atau harga naik setelah saya membuka posisi SELL?” Jawabannya tentu saja adalah Anda akan rugi. Itulah sebabnya mengapa setiap transaksi harus melewati proses analisis terlebih dahulu. Tak kalah pentingnya juga adalah “manajemen resiko” dan “trading plan”. Jika Anda sudah menguasai hal-hal tersebut, Anda akan bisa mengoptimalkan peluang serta meminimalkan resiko. Hal-hal tersebut akan Anda pelajari lebih lanjut di halaman edukasi ini.
Leverage
Istilah baru bagi Anda?,. Jangan khawatir. Anda berada di tempat yang tepat untuk belajar. Bayangkan Anda akan mengganti ban mobil Anda yang bocor di tengah perjalanan. Anda tentu harus sedikit menaikkan posisi mobil Anda beberapa sentimeter di atas tanah. Tentu akan sangat berat jika Anda lakukan dengan tangan kosong.
Demikianlah kira-kira cara kerja leverage. Dengan modal yang relatif kecil, Anda bisa melakukan transaksi dengan kapital yang jauh lebih besar. Leverage yang diterapkan adalah 1:100 (satu berbanding seratus). Jika Anda ingin bertransaksi senilai USD 100,000 (seratus ribu USD), maka Anda cukup membutuhkan modal sebesar seperseratusnya saja, yaitu USD 1,000 (seribu USD).
Nilai transaksi sebesar USD 100,000 itu disebut sebagai “ukuran kontrak” atau “contract size”, sementara modal yang dibutuhkan; yaitu USD 1,000; disebut sebagai “marjin” (margin). Misalkan Anda melakukan transaksi senilai EUR 100,000 (seratus ribu euro). Kurs EUR/USD saat itu katakanlah di kisaran 1.30000 (satu koma tiga), dengan kata lain: EUR 1 = USD 1.30000. Artinya, transaksi senilai EUR 100,000 itu sama dengan USD 130,000 (seratus tiga puluh ribu USD). Namun dengan leverage (1:100), Anda cukup membutuhkan modal sebesar USD 1,000.
Untungnya ada alat yang bernama dongkrak. Anda bisa meninggikan posisi mobil Anda bahkan hanya dengan menggunakan satu tangan dengan bantuan dongkrak tersebut. Tanpa tenaga yang besar, Anda sudah bisa “mengangkat” mobil Anda.



